Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Makna Komunikasi Antarpersona dalam Membina Hubungan Persahabatan Naufal Fahrurrobby; Alex Sobur
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8823

Abstract

Abstract. This research is entitled Interpersonal Communication Meaning in Building Friendship (Roland Barthes' Semiotics Analysis in The Bad Guys Film). The purpose of this research is to find out denotative meaning, connotative meaning and interpersonal communication myth in building friendship in The Bad Guys film. The Bad Guys film describe the friendship story of a famous animal bandits, The Bad Guys, the members are Mr. Wolf, Mr. Snake, Mr. Shark, Mr. Piranha and Mrs. Tarantula. This film tells there is a conflict that arise because of the misunderstanding among the gang and it causes the strained of their friendship, thus the characters in this film applied interpersonal communication in solving the conflict. Constructivist paradigm is applied to this research with qualitative descriptive method and Roland Barthes' semiotics approach. The data collecting technique employed in this research is observing and literary study. The researcher did the direct research to the research object intended to collect the required information. The result of this research shows there are denotative meaning, connotative meaning, and the meaning of interpersonal communication myth in building friendship in "The Bad Guys" film. This film also depicts there are openness, empathy, supportive attitude, positive attitude and equality. The interpersonal communication meaning can be seen from the sign and meaning which have been analyzed with Roland Barthes' theory of semiotics. Abstrak. Penelitian ini berjudul Makna Komunikasi Antarpersona dalam Membina Hubungan Persahabatan (Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Film “The Bad Guys”). Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui makna denotasi, konotasi, dan mitos komunikasi antarpersona dalam membina hubungan persahabatan pada film “The Bad Guys”. Film “The Bad Guys” menggambarkan kisah persahabatan geng penjahat hewan terkenal dengan nama The Bad Guys yang beranggotakan Mr. Wolf, Mr. Snake, Mr. Shark, Mr. Piranha, dan Mrs. Tarantula. Dalam film ini menceritakan adanya konflik yang timbul akibat kesalahpahaman diantara kelima sahabat tersebut dan menyebabkan hubungan persahabatan mereka menjadi renggang sehingga tokoh dalam film ini menggunakan komunikasi antarpersona dalam menyelesaikan konflik tersebut. Pada penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan metode penelitian kualitatif deskriptif dan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan observasi dan studi pustaka. Penulis melakukan penelitian langsung terhadap objek penelitian untuk mendapat informasi yang dibutuhkan. Hasil penelitian menunjukan terdapat makna denotasi, konotasi, dan mitos makna komunikasi antarpersona dalam membina hubungan persahabatan pada film “The Bad Guys”. Film ini juga menggambarkan adanya keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Makna komunikasi antarpersona tersebut dapat dilihat dari tanda dan makna yang telah dianalisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes.
Analisis Pesan Moral pada Video Klip Pastikan Riuh Akhiri Malammu oleh Grup Band Perunggu Efiana Salfini; Alex Sobur
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i2.7929

Abstract

Abstract. The research entitled Moral Messages in Rock Music Video Clips Semiotic Analysis of Roland Barthes in Video Clips Ensure Noisy End Your Night By Bronze Band Group is motivated by how signs are presented as moral messages through video clips that are currently in demand by a wide audience. Video clips are one of the media for musicians to convey meaningful messages to their listeners. This study aims to find out how the moral message in the video clip "Pastikan Riuh Akhiri Malammu" through Roland Barthes's semiotic theory approach is viewed from three meanings, namely, denotative meaning, connotative meaning, and mythical meaning. The research method used is qualitative. Observation and Documentation as data collection techniques in this study. The results of the study show that the moral message in the video clip "Make Sure the Boisterous End Your Night" is seen from the meaning of the denotation through clothing, and appearance. He described the close relationship between his father and his only daughter. Then on the connotative meaning through body language, music, and if there is a sentence shown. And in terms of myth, it can be concluded that the video clip "Pastikan Riuh Akhiri Malammut" has a moral message not to forget the services of our parents. Abstrak. Penelitian yang berjudul Pesan Moral Dalam Video Klip Musik Rock Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Video Klip Pastikan Riuh Akhiri Malammu Oleh Grup Band Perunggu ini dilatar belakangi oleh bagaimana tanda-tanda dihadirkan sebagai pesan moral melalui video klip yang sedang diminati saat ini oleh khalayak luas. Video klip menjadi salah satu media bagi para musisi untuk menyampaikan pesan yang memiliki makna kepada para pendengarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pesan moral yang ada pada video klip “Pastikan Riuh Akhiri Malammu” melalui pendekatan teori semiotika Roland Barthes ditinjau dari tiga makna yaitu, makna denotasi, makna konotasi, dan maknamitos. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif. Observasi dan Dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan pesan moral pada video klip “Pastikan Riuh Akhiri Malammu” dilihat dari makna denotasi melalui pakaian, dan tampilan. Lalu pada makna konotasi melalui bahasa tubuh, musik, dan jika ada kalimat yang ditunjukukkan. Digambarkannya atas kedekatan hubungan antara ayah dan putri semata wayangnya. Dan dalam makna mitos dapat disimpulkan bahwa video klip “Pastikan Riuh Akhiri Malammu” memiliki pesan moral yang untuk jangan melupakkan jasa orang tua kita.
Makna Kesedihan dalam Lirik Lagu “Nala” Yuflih Dimah Kusumawati; Alex Sobur
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i1.11250

Abstract

Abstract. Music is one of the audio-formed communication media that can be a place to deliver messages that do through a song. Nala is a song by Tulus singer who tells the story of a woman named Nala who is feeling grief. This research uses qualitative methods with Michael Riffaterre's semiotic approach. There are four things to bear in mind in literary reproduction, namely heuristic and hermeneutic readings, inconsistencies of expression, matrices; models; variants, and hyphograms. The paradigm used in this research is an interpretative paradigm. The data collection technique in this research is the study of libraries and documentation. The results of the study were heuristic readings of Nala's lyrics, which depict a woman showing sadness. The hermeneutic reading of this song shows that everything that Nala goes through is a reflection of the people of this age. The incoherence of expression in Nala's lyrics is the substitution of meaning, deviation of meaning and creation of significance. The matrix in Nala lyrics is the mood and emotional feelings of a woman (Nala). The actual hypogram is the personal life of the True and the social life of audiences listening and reading the lyrics of the song. Abstrak. Musik merupakan salah satu media komunikasi berbentuk audio yang dapat menjadi tempat untuk melakukan penyampaian pesan yang lakukan melalui lagu. Lagu Nala merupakan karya penyanyi Tulus yang menceritakan sosok wanita bernama Nala yang sedang merasakan kesedihan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Michael Riffaterre. Terdapat empat hal yang harus diperhatikan dalam pemaknaan sastra, yaitu pembacaan heuristik dan hermeneutik, ketidaklangsungan ekspresi, matriks; model; varian, dan hipogram. Paradigma yang digunakan pada penelitian ini yaitu paradigma interpretif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu studi kepustakaan dan dokumentasi. Hasil Penelitian yang diperoleh yaitu pembacaan heuristik pada lirik lagu Nala yang menggambarkan tentang seorang wanita yang sedang menunjukkan kesedihan. Pembacaan hermeneutik dalam lagu ini menunjukkan bahwa segala hal yang dilalui oleh Nala merupakan cerminan orang-orang pada zaman ini. Ketidaklangsungan ekspresi dalam lirik lagu Nala terdapat penggantian arti, penyimpangan arti dan penciptaan arti. Matriks pada lirik lagu Nala ialah suasana hati dan perasaan emosional dari seorang wanita (Nala). Hipogram potensial dalam lirik lagu Nala yaitu suasana hati atau perasaan yang sedang dirasakan seseorang. Hipogram aktual yaitu kehidupan pribadi dari Tulus dan kehidupan sosial dari khalayak yang mendengarkan dan membaca lirik lagu tersebut.
Praktik Wacana Warganet dalam Melakukan Kontrol Sosial melalui Konten Video di Media Sosial Yuki Jauza Hasna Afyadi; Alex Sobur
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.12359

Abstract

Abstract. The era of 5.0 is entering where technology has a big role in helping people carry out various social activities, including communication. One of these communication technologies is social media. In 2023, the public was surprised by a video created by a TikTok influencer named Bima Yudho Saputro who criticized the city of Lampung as an undeveloped city. Researchers were interested in this phenomenon and conducted research using qualitative methods and Fairclough's critical discourse approach. This research aims to find out how the discourse practices carried out by netizens in implementing social control through the content of the criticism video "The Reason Why Lampung is Not Advanced" in Bima Yudho Saputro's TikTok social media account. Data collection techniques were carried out using interviews and literature studies. Thus, this research has an urgency to find out the truth, considering that social media is an aspect that is inherent in people's daily lives. The results of this research, the text dimension presents social control, shows the existence of relations between netizens, and explains the identity that is intertwined through the text. In addition, the discourse practice of netizens, namely Bima in his critical video on the TikTok platform, proves to be an effective social control and the critical discourse carried out by Bima in his video content contains the socio-cultural practices of Indonesian society, the analysis of socio-cultural changes in this text discourse presents a different mindset and behavior. Abstrak. Memasuki era 5.0 dimana teknologi memiliki peran yang besar dalam membantu masyarakat melakukan berbagai aktivitas sosialnya, termasuk berkomunikasi. Salah satu teknologi komunikasi tersebut adalah media sosial. Pada tahun 2023, publik dihebohkan dengan sebuah konten video yang dibuat oleh seorang influencer TikTok bernama Bima Yudho Saputro yang mengkritik kota Lampung sebagai kota yang tidak maju. Peneliti tertarik dengan peristiwa ini dan melakukan penelitian dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan wacana kritis dari Fairclough. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik wacana yang dilakukan oleh warganet dalam melakukan kontrol sosial melalui konten video kritik “Alasan Kenapa Lampung Gak Maju-Maju” dalam akun media sosial TikTok Bima Yudho Saputro. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan studi literatur. Dengan demikian, penelitian ini memiliki urgensi untuk dicari tahu kebenarannya, mengingat media sosial menjadi aspek yang melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Hasil dari penelitian ini, dimensi teks memperpresentasikan kontrol sosial, memperlihatkan adanya relasi antar warganet, dan menjelaskan identitas yang terjalin melalui teks. Selain itu, praktik wacana warganet, yaitu Bima dalam video kritiknya di platform TikTok membuktikan sebagai kontrol sosial yang efektif dan wacana kritis yang dilakukan bima dalam konten videonya mengandung praktik sosial-budaya masyarakat Indonesia, analisis perubahan sosial-budaya dalam wacana teks ini menghadirkan pola pikir dan perilaku yang berbeda.