Lailaturohmah Lailaturohmah
DIII Kebidanan, STIKes Ganesha Husada Kediri; Ellalalala89@gmail.com (koresponden)

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

EDUKASI DAN SOSIALISASI GERAKAN MASYARAKAT CERDAS MENGGUNAKAN DAN MENGENAL OBAT Ratna Mildawati; Neta Ayu Andera; Lailaturohmah
Jurnal LENTERA Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal LENTERA
Publisher : Stikes Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/lentera.v3i2.293

Abstract

Drugs are materials or guide materials, including biological products that are used to influence or investigate physiological systems or pathological conditions in the context of establishing a diagnosis, prevention, cure, recovery, health promotion and contraception, for humans. Currently, drugs and food are still circulating that do not meet the requirements of the Food and Drug Monitoring Agency (BPOM). In order to use drugs correctly, the public needs clear, correct and reliable information, so that the determination of the type and amount of drugs needed must be based on rational use. . This service method begins with situation analysis, problem identification, and problem prioritization. The design of the intervention activity is in the form of an explanation of material related to knowing the proper and correct use of drugs and in order to create awareness, awareness, understanding and increase public knowledge in using drugs properly and correctly intervention using a questionnaire. The service was carried out directly or face to face to 30 participants in Gampengrejo Village. The result of education and socialization is the improvement of societal values in understanding the correct and proper use of medication. Prior to education, the percentage of respondents with good knowledge was 30%, whereas after receiving education, it increased to 90% in the good category, resulting in a 60% improvement. Drugs are an important component that cannot be replaced in health services.
Faktor Ekonomi, Pendidikan, Pengetahuan dan Sikap Ibu sebagai Prediktor Kejadian Gizi Kurang pada Balita Lailaturohmah Lailaturohmah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15nk109

Abstract

Nutrition for toddlers, especially at the rapid development stage aged 1-5 years, has a crucial role in supporting children's growth and development. Malnutrition in children can result in potentially detrimental nutritional conditions. This study aimed to evaluate the relationship between maternal attitudes, socio-cultural factors, and the incidence of malnutrition among toddlers (12-59 months) in Kotagajah, Central Lampung. This research implemented a cross-sectional design, involving 100 toddlers selected using accidental sampling technique. Data was collected by researchers through filling out questionnaires. Next, the collected data was analyzed using the Chi-square test. The results of the analysis showed that 36% of toddlers experience malnutrition. Hypothesis testing analysis for the role of each factor obtained a p-value of 0.000. Furthermore, it was concluded that economic factors, attitudes, education and knowledge of mothers were related to the incidence of malnutrition in toddlers.Keywords: malnutrition; toddlers; attitude; social; culture ABSTRAK Gizi pada balita, khususnya pada tahap perkembangan pesat usia 1-5 tahun, memiliki peran krusial dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Kekurangan gizi pada anak dapat mengakibatkan kondisi gizi kurang yang berpotensi merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara sikap ibu, faktor sosial budaya, dan kejadian gizi kurang pada balita (12-59 bulan) di Kotagajah Lampung Tengah. Penelitian ini menerapkan desain cross-sectional, yang melibatkan 100 balita yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan oleh peneliti melalui pengisian kuesioner. Selanjutnya data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa 36% balita mengalami gizi kurang. Analisis uji hipotesis untuk peran masing-masing faktor didapatkan nilai p = 0,000. Selanjutnya disimpulkan bahwa faktor ekonomi, sikap, pendidikan, dan pengetahuan ibu dengan kejadian gizi kurang pada balita.Kata kunci: gizi kurang; balita; sikap; sosial; budaya
Pemberian Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja Di SMPN Kediri Neta Ayu Andera; lailaturohmah; Erda Restiya Agustin
ADIMASKA (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN) Vol 1 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : UNIVERSITAS KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/adimaska.v1i2.6599

Abstract

Kesehatan reproduksi adalah hal yang sangat penting terutama bagi para remaja karena kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dapat menimbulkan suatu kasus. Studi pendahuluan di SMPN Kediri  belum pernah diberikan penyuluhan melalui audio visual pada remaja. Tujuan pengabdian Masyarakat ini adalah untuk mengetahui Tingkat pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi di SMPN Kediri. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan  Kesehatan kepada remaja di SMPN Kediri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan  remaja tentang Kesehatan reproduksi setelah diberikan penyuluhan. Kesimpulan  dari kegiatan ini menunjukkan  bahwa pemberian penyuluhan Kesehatan reproduksi pada remaja di SMPN Kediri mempunyai pengaruh besar terhadap pemahaman tentang masalah Kesehatan reproduksi pada remaja. Oleh karena itu kegiatan pengabdian Masyarakat ini mempunyai manfaat besar terutama pada remaja  di SMPN Kediri.
PEMBERIAN PENYULUHAN TENTANG HIV AIDS PADA REMAJA DI SMAN 6 KEDIRI Erda Restiya Agustin; Neta Ayu Andera; Lailaturohmah; Anik Nuridayanti
ADIMASKA (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN) Vol 2 No 1 (2025): November 2025
Publisher : UNIVERSITAS KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/adimaska.v2i01.6977

Abstract

HIV AIDS is very important, especially for teenagers because a lack of knowledge about HIV AIDS can lead to cases. Preliminary studies at SMAN 6 Kediri had never provided audio-visual counseling to teenagers. The aim of this community service is to determine the level of understanding of teenagers about HIV AIDS at SMAN 6 Kediri. The methods used include health education about HIV AIDS to teenagers at SMAN 6 Kediri. The results of the activity showed that there was an increase in teenagers' knowledge about HIV AIDS after being given counseling. The conclusion of this activity shows that providing HIV AIDS education to teenagers at SMAN 6 Kediri has a big influence on understanding about the problem of HIV AIDS in teenagers. Therefore, this community service activity has great benefits, especially for teenagers at SMAN 6 Kediri
Efektivitas Kombinasi Tablet Fe dan Konsumsi Kurma terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri Ayuk Naimah; Lailaturohmah
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 11 No 1 (2026): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v11i1.2532

Abstract

Background: Anemia among adolescent girls remains a major public health problem that contributes to reduced immunity, fatigue, and impaired cognitive performance. This condition is commonly associated with inadequate iron intake and suboptimal iron absorption. Objectives: This study aimed to analyze the effect of iron (Fe) tablets combined with date consumption on hemoglobin levels among adolescent girls at SMK Puspa Bangsa Banyuwangi in 2025. Methods: A quasi-experimental design with a pretest-posttest control group was applied. The study involved 30 respondents divided into an intervention group (Fe tablets and dates) and a control group (Fe tablets only), with 15 participants in each group. Hemoglobin levels were measured before and after the intervention and analyzed using paired and independent t-tests. Results: The results indicated an increase in hemoglobin levels in both groups; however, the intervention group showed a significantly greater improvement (p < 0.05). Conclusions: The combination of Fe tablets and date consumption is more effective in improving hemoglobin levels compared to Fe tablets alone.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESIAPAN PEREMPUAN DALAM MENGHADAPI MASA MENOPAUSE Erda Restya Agustin; Anik Nuridayanti; Neta Ayu Andera; Lailaturohmah Lailaturohmah
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7538

Abstract

Abstrak  Masa menopause merupakan fase alami dalam kehidupan perempuan yang ditandai dengan berhentinya menstruasi. Transisi ini seringkali disertai dengan berbagai perubahan fisik dan psikologis. Kesiapan perempuan dalam menghadapi masa menopause sangat krusial untuk memastikan kualitas hidup yang baik. Penelitian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan ini terus berkembang, mencakup aspek pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan perempuan pra-menopause dalam menghadapi masa menopause di RT 4 Desa Ngadiluwih Kediri. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei analitik dan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 32 perempuan berusia 40-55 tahun yang belum menopause atau dalam fase pra-menopause dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan statistik uji chi-square.Berdasarkan hasil uji Chi-Square pada ketiga variabel independen, yaitu pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga dengan kesiapan menghadapi menopause (p > 0,05). Meskipun demikian, secara deskriptif ketiga variabel tersebut menunjukkan kecenderungan positif terhadap kesiapan menghadapi menopause, sehingga tetap memiliki peran penting dalam aspek edukatif dan psikososial.. Kata kunci: Perempuan, menopause, kesiapan
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG POLYCYSTIC OVARY SYNDROME (PCOS) TERHADAP  SIKAP WANITA USIA SUBUR (WUS) Neta Ayu Andera; Erda Restiya Agustin; Lailaturohmah Lailaturohmah
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7539

Abstract

Abstrak Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) merupakan salah satu gangguan endokrin yang cukup sering terjadi pada wanita usia subur (WUS), dengan prevalensi sekitar 6–10%, dan kerap tidak terdiagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh  pendidikan kesehatan reproduksi mengenai PCOS terhadap sikap wanita subur. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan  rancangan one group  pretest-postest. Populasi  penelitian ini adalah Wanita Usia Subur yang berjumllah 20  WUS. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji wilcoxon signed Rank Test.. Hasil ujii setelah diberikan intervensi  pendidikan kesehatan tentang Polycystic ovary syndrome  menunjukkan adanya pengaruh pendidikan kesehatan  tentang PCOS terhadap sikap WUS  (P-value =0,000<a =0,05). Pendiidkan kesehatan  terbukti mampu meningkatkan sikap WUS  terhadap pentingnya informasi mengenai PCOS.   Kata kunci : Pendidikan Kesehatan, Sikap , Wanita Usia Subur.
Edukasi Pada Ibu tentang Persiapan Menghadapi Perubahan pada Masa Menopause Erda Restiya Agustin; Neta Ayu Andera; Anik Nuridayanti; Lailaturohmah
ADIMASKA (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN) Vol 2 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/n738bf94

Abstract

Menopause merupakan fase biologis alami yang menandai berakhirnya siklus reproduksi seorang perempuan, biasanya terjadi antara usia 45 hingga 55 tahun. Meskipun merupakan proses normal, transisi ini sering kali membawa perubahan signifikan yang memengaruhi kualitas hidup secara fisik maupun psikologis. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan mempersiapkan diri ibu sedini mungkin untuk menghadapi masa menopause. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan atau edukasi pada ibu tentang persiapan menghadapi perubahan pada masa menopause. Hasik kegiatan menunujukkan adanya peningkatan pengetahuan  ibu tentang masa menopause setelah diberikan penyuluhan. Kesimpulan  dari kegiatan ini menunjukkan  bahwa pemberian edukasi dapat membantu ibu meningkatkan pengetahuan tentang menopause, sehingga dapat mempersiapkan diri dan dapat mengatasi masalah-masalah yang muncul akibat perubahan masa menopause baik secara fisik maupun psikososial.