Nursari Sugiastuti
Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kelompok Usaha Bersama Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Ditinjau dengan Filsafat Kritisisme Immanuel Kant Nursari Sugiastuti; Ahmad Fauzi
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol. 17 No. 1 (2023): Volume 17 No 01 Januari-juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v17i01.3562

Abstract

Kemiskinan merupakan isu permasalahan negara berkembang termasuk Indonesia. Jumlah peduduk miskin pasca pandemi covid 19 mengalami peningkatan, demikian juga di Kabupaten Temanggung. Dalam upaya penanggulangan kemiskinan, Kabupaten Temanggung melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui KUBE dari KPM PKH. Diharapkan dengan program KUBE ini mereka dapat mengembangkan potensinya dan dapat mandiri sehingga bisa meningkatkan kesejahteraannya, yang pada akhirnya dapat keluar dari kemiskinan. Metode penelitian yang dilakukan untuk meneliti KUBE adalah kualitatif, tekhnik pencarian data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan jenis data primer dan sekunder, adapun proses analisis data adalah dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tulisan ini mencoba meninjau Program pemberdayaan masyarakat melalui KUBE dengan Filsafat Kritisisme Immanuel Kant yang mensintesakan antara Filsafat Rasionalisme yang mengutamakan pengetahuan (a priori) yaitu teori-teori dari para ahli tentang Kemiskinan, pemberdayaan masyarakat dan KUBE dengan Filsafat Empirisme yang mengutamakan pengalaman (a posteriori) yaitu pengalaman-pengalaman para pelaku KUBE di lapangan baik dari anggota, pengurus, pendamping sosial, dan lainnya. Berdasarkan penggabungan atau sintesa kedua hal ini akan muncul hal-hal baru yang bisa menjadi saran masukan dalam pemberdayaan masyarakat sehingga dapat lebih mengoptimalkan pelaksanaan program KUBE.
Politik Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat: Kasus Ketergantungan Kebijakan Bantuan Sosial di Temanggung, Jawa Tengah Nursari Sugiastuti; Roma Ulinnuha
Spirit Publik: Jurnal Administrasi Publik Vol 19, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sp.v19i1.78588

Abstract

One of the government's strategies for overcoming poverty is to reduce the burden of public expenditure, which is realized in the form of social assistance. The government's social welfare policy in the form of social assistance is something that is truly phenomenal and is always eagerly awaited by the recipients. One of the effects is to provide a sense of security and feel like you are in a comfort zone, in other words, dependence on social assistance. But there are beneficiaries who are dissatisfied with their situation, they want positive changes and not to be recipients of social assistance forever. They made conscious changes by empowering their group of fellow recipients of the Family Hope Program's social assistance. This research is field research in the form of a case study located in Temanggung Regency with the research object being a Joint Business Group which carries out the establishment and initial capital independently, namely from the results of setting aside some of the social assistance money they receive. The research method used is a qualitative descriptive method, while data is obtained from observations, interviews and documentation studies from related sources. This article tries to review the theme with Anthony Giddens' structuration theory, which states that all social action requires agents and structures where agents and structures cannot be separated from each other because they are dual. This also happens to Joint Business Groups as agents and government policies as structures, both of which are interrelated and influence each other.