Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kegiatan Bazar Entrepreneurship Tebu Kayan Car Free Day Dewi Qomariah Imelda; Aslan A; Yuliansyah Y; Ika Niswatin Budiarti; Nurus Soimah; Hermawan H
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 4 (2023): July
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10031566

Abstract

Pendidikan Kewirausahaan dapat mempengaruhi ide dan inovasi dalam berwirausaha. Menurut Wijaya (2017: 21) wirausaha adalah orang yang melakukan upaya kretaif dan inovatif dengan mengembangkan ide serta meramu sumber daya untuk menemukan peluang dan perbaikan hidup. Kemudian menurut Aslan Dkk (2023:23) Pendidikan kewirausahaan adalah keseluruhan apa yang diketahui tentang segala bentuk informasi yang diolah dan berproses dalam ranah kognitif berupa ingatan dan pemahaman tentang cara berusaha sehingga menimbulkan keberanian mengambil resiko secara rasional dan logis dalam menangani suatu usaha. Untuk lebih memahami hal tersebut maka dilakukan kegiatan bazar entrepreneurship oleh mahasiswa fakultas ekonomi. Tujuan kegiatan ini selain memenuhi salah satu praktik tugas Kewirausahaan juga bertujuan sebagai penambah pengetahuan sekaligus pengalaman dalam berwirausaha. Dan bisa mendapat live skill dan mengaplikasikan ilmu kewirausahaan yang telah di tetapkan dikampus ke dalam praktik yang sesungguhnya. Dari kegiatan ini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa mahasiswa sangat memerlukan proses pembelajaran secara langsung dan bukan hanya mengandalkan teori saja tetapi harus praktek ke tempat kejadian agar kita bisa merasakan bagaimana cara berinteraksi dengan konsumen, menawarkan serta menjual produk kepada orang lain, mengatur keuangan, membuat sebuah produk dan lain sebagainya yang sangat berguna bagi kita semua kedepannya. Pendidikan Kewirausahaan melalui kegiatan bazar ini bisa menjadi dasar ketika mahansiswa berminat membuka dan mengembangkan suatu usaha.
Kegiatan Bazar Entrepreneurship Tebu Kayan Car Free Day Dewi Qomariah Imelda; Aslan A; Yuliansyah Y; Ika Niswatin Budiarti; Nurus Soimah; Hermawan H
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 4 (2023): July
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10031566

Abstract

Pendidikan Kewirausahaan dapat mempengaruhi ide dan inovasi dalam berwirausaha. Menurut Wijaya (2017: 21) wirausaha adalah orang yang melakukan upaya kretaif dan inovatif dengan mengembangkan ide serta meramu sumber daya untuk menemukan peluang dan perbaikan hidup. Kemudian menurut Aslan Dkk (2023:23) Pendidikan kewirausahaan adalah keseluruhan apa yang diketahui tentang segala bentuk informasi yang diolah dan berproses dalam ranah kognitif berupa ingatan dan pemahaman tentang cara berusaha sehingga menimbulkan keberanian mengambil resiko secara rasional dan logis dalam menangani suatu usaha. Untuk lebih memahami hal tersebut maka dilakukan kegiatan bazar entrepreneurship oleh mahasiswa fakultas ekonomi. Tujuan kegiatan ini selain memenuhi salah satu praktik tugas Kewirausahaan juga bertujuan sebagai penambah pengetahuan sekaligus pengalaman dalam berwirausaha. Dan bisa mendapat live skill dan mengaplikasikan ilmu kewirausahaan yang telah di tetapkan dikampus ke dalam praktik yang sesungguhnya. Dari kegiatan ini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa mahasiswa sangat memerlukan proses pembelajaran secara langsung dan bukan hanya mengandalkan teori saja tetapi harus praktek ke tempat kejadian agar kita bisa merasakan bagaimana cara berinteraksi dengan konsumen, menawarkan serta menjual produk kepada orang lain, mengatur keuangan, membuat sebuah produk dan lain sebagainya yang sangat berguna bagi kita semua kedepannya. Pendidikan Kewirausahaan melalui kegiatan bazar ini bisa menjadi dasar ketika mahansiswa berminat membuka dan mengembangkan suatu usaha.
Analisis Dampak Ekonomi Festival Budaya Terhadap Perekonomian Daerah: (Studi Kasus Perayaan Hut Kabupaten Bulungan) Mita Anriyani; Aslan A
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 4, No 6 (2026): July 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.22169044

Abstract

This study aims to analyze the economic impact of cultural festivals on the regional economy, using the anniversary celebration of Bulungan Regency as a case study. This research employs a descriptive qualitative approach supported by simple quantitative data obtained through a Likert-scale questionnaire. The study involved 30 respondents consisting of MSME (Micro, Small, and Medium Enterprise) owners, local community members, and other relevant stakeholders. Data were collected through interviews, observations, questionnaires, and documentation, and were analyzed using an interactive analysis model consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the cultural festival has a significant economic impact on the regional economy. Directly, the festival increased the number of customers, business revenues, and profits, with the level of respondent agreement exceeding 80%. In addition, the festival contributed to market expansion, improved business promotion and reputation, and created opportunities for new business partnerships and networks. The indirect impacts included increased business capacity, product innovation, and the strengthening of the local economy through the multiplier effect. In the long term, the cultural festival was found to support business sustainability, increase demand for local products, and strengthen the identity and attractiveness of the region. However, several aspects still need improvement, including facilities, venue management, and event organization, so that the economic impacts generated can be optimized. Therefore, the cultural festival held as part of the anniversary celebration of Bulungan Regency serves not only as a ceremonial event but also as a strategic instrument for regional economic development based on local potential.