Narul ZA
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBUATAN SURFAKTAN METIL ESTER SULFONATE DARI MINYAK KELAPA (VIRGIN COCONUT OIL) DENGAN METODE SULFONASI Evi Maulida; Jalaluddin Jalaluddin; Narul ZA; Zulnazri Zulnazri; Eddy Kurniawan
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 2 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i2.9969

Abstract

Penelitian dengan judul Pembuatan Surfaktan Metil Ester Sulfonate Dari Minyak Kelapa (Virgin Coconut Oil) Dengan Proses Sulfonasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsentrasi dan suhu terbaik terhadap hasil surfaktan metil ester mes dari minyak kelapa. Surfaktan merupakan bahan pembasahan yang menurunkan tegangan permukaan suatu cairan dan merupakan senyawa yang bersifat amfipatik karena mengandung gugus hidrofilik. Proses pembuatan surfaktan dilakukan dengan dua proses, yaitu proses transesterifikasi untuk mendapatkan metil ester dan proses sulfonasi dengan dengan konsentrasi H2SO4 yang di variasikan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian yang belum dilakukan adalah pembuatan surfaktan menggunakan asam kuat sebagai agen pensulfonasi dengan bahan baku minyak kelapa. Penggunaan asam kuat sebagai agen pensulfonasi bertujuan untuk melihat perbandingan hasil surfaktan. Konsentrasi dan suhu sangatlah penting terhadap pembentukan surfaktan. Setelah proses sulfonasi selesai maka pembentukan hasil antara metil ester dengan H2SO4 akan di endapkan untuk dilakukan pemisahan. Kemudian dilakukan proses pemurnian dengan menambahkan etanol, selanjutnya proses penetralan dengan penambahan NaOh. Selanjutnya, surfaktan yang di hasilkan akan dilakukan pengujian yakni dengan uji yield, Densitas, uji pH dan bilangan asam. Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa surfaktan  terbaik didapatkan dengan % yield 60,62% yang di dapatkan pada temperature 90oC dan konsentrasi H 2 SO 4 40%.
Pembuatan Briket dari Campuran Batu Bara Aceh dan Tempurung Kelapa (Cocos Nucifera) dengan Menggunakan Metode Karbonisasi Seni Laurentia; Zainuddin Ginting; Ishak Ibrahim; Novy Sylvia; Narul ZA; Zetta Fazira
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.20718

Abstract

Briket merupakan jenis bahan bakar padat yang memiliki unsur karbon tinggi, memiliki nilai kalor yang tinggi serta dapat menyala dalam waktu yang lama.  Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh variasi berat campuran batubara Aceh dan tempurung kelapa dengan variasi perbandingan perekat tepung tapioka serta untuk menganalisis karakteristik briket dari campuran batubara Aceh dan tempurung kelapa terhadap kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, kadar karbon terikat dan nilai kalor. Pada penelitian ini batubara Aceh dikarbonisasi dengan suhu 500ËšC selama 60 menit dan tempurung kelapa dikarbonisasi dengan suhu 400ËšC selama 90 menit. Batubara Aceh dan tempurung kelapa sebagai bahan baku briket masing masing dihaluskan dan diayak hingga lolos ayakan 80 dan tertahan di 100 mesh selanjutnya dicampur dengan variasi persentase komposisi bahan baku batubara Aceh:tempurung kelapa (0:100, 25:75,  50:50,  75:25 dan 100:0). Selanjutnya campuran serbuk briket dimasukkan ke dalam cetakan berbentuk silinder. Kualitas briket yang diuji meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon terikat serta nilai kalor briket berdasarkan SNI 01-6235-2000. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perbandingan bahan baku 50:50 gram antara batubara Aceh dan tempurung kelapa dengan perekat 5% menghasilkan kadar air terendah yaitu 2,384%, kadar abu terendah didapat pada perbandingan 0:100 gram dengan perekat 5% yaitu 1,432%, kadar zat menguap terendah tercapai pada perbandingan 50:50 gram dengan perekat 5% yaitu 7,799%, kadar karbon terikat tertinggi pada perbandingan 50:50 gram dengan perekat 5% yaitu 88,300% dan nilai kalor tertinggi pada perbandingan 50:50 gram dengan perekat 5% yaitu 7007,892 cal/gr.