Transformasi industri maritim global menuntut calon Marine Engineer tidak hanya menguasai kompetensi teknis, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi profesional dalam lingkungan kerja multinasional. Meskipun Maritime English telah menjadi bagian penting dalam pendidikan maritim, sebagian besar penelitian sebelumnya masih berfokus pada peningkatan kemampuan bahasa atau efektivitas pembelajaran, sementara perannya dalam membentuk kesiapan kerja (work readiness) calon Marine Engineer masih belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Maritime English dalam mempersiapkan calon Marine Engineer melalui perspektif berbagai pemangku kepentingan pendidikan dan industri maritim. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain basic qualitative research. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 25 informan yang terdiri atas taruna, alumni, dosen Maritime English, dosen Teknika, Chief Engineer, dan Second Engineer. Data dianalisis menggunakan Thematic Analysis berdasarkan tahapan Braun dan Clarke. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama, yaitu Maritime English as a Professional Competence, Operational Communication in the Engine Room, Maritime English and Work Readiness, Challenges in Developing Maritime English Competence, dan Stakeholders' Expectations toward Maritime English Education. Temuan menunjukkan bahwa Maritime English dipandang sebagai kompetensi profesional yang terintegrasi dengan kemampuan teknis, komunikasi operasional, kolaborasi tim, serta budaya keselamatan di kapal. Selain itu, penelitian mengungkap adanya kesenjangan antara pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan komunikasi nyata di lingkungan kerja maritim sehingga diperlukan pembelajaran yang lebih autentik, kontekstual, dan berbasis praktik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Maritime English berperan sebagai penghubung antara kompetensi teknis dan kompetensi komunikasi profesional dalam membentuk kesiapan kerja calon Marine Engineer, sekaligus memberikan implikasi bagi pengembangan kurikulum dan pembelajaran Maritime English yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri maritim global