Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH MOTIVASI KERJA, BEBAN KERJA, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA UD NKC RUPAT Nabilla Puspita; Maizar Maizar; Rahmad Budi Hartono
Bisnis-Net Vol 9, No 1: MEI 2026
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/bn.v9i1.8620

Abstract

 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan UD NKC Rupat sebanyak 35 orang dan seluruhnya dijadikan sebagai sampel penelitian. Data diolah menggunakan SPSS. Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variabel Motivasi Kerja (X1) memperoleh nilai thitung > ttabel (6.133 > 2.034) dengan nilai signifikan (0.000 < 0.05), artinya Ha diterima sehingga Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Variabel Beban Kerja (X2) memperoleh nilai thitung > ttabel (8.028 > 2.034) dengan nilai signifikan (0.000 < 0.05), artinya Ha diterima sehingga Beban Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Variabel Lingkungan Kerja (X3) memperoleh nilai thitung > ttabel (7.628 > 2.034) dengan nilai signifikan (0.000 < 0.05), artinya Ha diterima sehingga Lingkungan Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Hasil pengujian F statistik menunjukkan nilai sebesar 31.165 > 2.70 dengan signifikan sebesar 0.000. Nilai signifikan tersebut lebih kecil dari 0.05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti bahwa Motivasi Kerja, Beban Kerja, dan Lingkungan Kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0.552 menunjukkan bahwa sebesar 55.2% variasi Kinerja Karyawan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen, sedangkan sisanya sebesar 44.8% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian.
Penguatan Sinergi Pemerintah dan Masyarakat dalam Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah  Berbasis Digital untuk Meningkatkan Daya Saing Ekonomi Lokal Maya Desrintaa; Dinda Dwi Syafutrib; Lathiifanindia Lathiifanindia; Ayuni Sukarni; Nata Wisya; Selviani Syahputrif; Kotrotul Fatimah; Nurul Filiyah; Melisa Melisa; Dhapa Alvi Syawaludin; Maria Valentina Sinaga; Vanessa Rabbiamay Hasira; Rahman Syahputram; Maizar Maizar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 9 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Abdimas KESOSI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v9i2.577

Abstract

This community service program aimed to identify the potential, challenges, and development opportunities of the Batako micro-enterprise and the Pantai Tok Anjang tourism area in Batu Besar Village RW 008, Nongsa District, Batam City. The program was initiated in response to the limited utilization of digital technology in business marketing, inadequate business administration, suboptimal tourism management, and the need to strengthen collaboration between the community and local government in supporting local economic development. The program employed a Participatory Action Research (PAR) approach through field observations, semi-structured interviews, documentation, and participatory discussions involving micro-enterprise owners, tourism managers, and the Department of Industry and Trade of Batam City. The findings revealed that the Batako enterprise has strong production capacity but still faces challenges in digital marketing, business administration, and access to government development programs. Meanwhile, Pantai Tok Anjang possesses considerable tourism potential; however, its management remains community-based and encounters limitations in digital promotion, environmental cleanliness, and supporting facilities. Interviews with the local government indicated that various business development programs have been implemented, although the participation of business actors remains relatively limited. This community service activity produced several recommendations, including strengthening digital literacy, providing assistance in digital marketing and business administration, enhancing stakeholder collaboration, and promoting community-based tourism development. These findings are expected to serve as a reference for sustainable community empowerment programs to improve the competitiveness of micro-enterprises and support local economic growth.