Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

RELIGIOSITAS PADA NOVEL CINTA DALAM 99 NAMA-MU KARYA ASMA NADIA Ikrimah Ikrimah; Jumadi; Dwi Wahyu Candra Dewi
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 3 (2023): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v1i3.997

Abstract

Religiositas merupakan salah satu aspek yang sudah ada dalam hati setiap individu dan mendorongnya untuk berperilaku sesuai dengan perintah Tuhan. Religiositas tidak hanya mementingkan ketuhanan saja tetapi juga pada getaran kesadaran dan sikap pribadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) religiositas sebagai wujud hubungan manusia dengan dirinya sendiri dalam novel Cinta dalam 99 Nama-Mu karya Asma Nadia, (2) religiositas sebagai wujud hubungan antara manusia dengan sesama manusia lain pada novel Cinta dalam 99 Nama-Mu karya Asma Nadia, (3) religiositas sebagai wujud hubungan manusia dengan Tuhan pada novel Cinta dalam 99 Nama-Mu karya Asma Nadia. Penelitian ini menggunakan aspek religiositas Mangunwijaya dengan pendekatan etika. Sumber datanya adalah novel Cinta dalam 99 Nama-Mu karya Asma Nadia. Sedangkan data penelitian ini disajikan dalam bentuk dialog pada novel Cinta dalam 99 Nama-Mu karya Asma Nadia yang menunjukkan aspek keagamaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pustaka dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik deskriptif analisis. Cara yang dipilih untuk menentukan keabsahan data yaitu teknik triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini adalah dalam aspek hubungan manusia dengan dirinya sendiri ditemukan 8 data pada dialog tokoh Arum. Dalam aspek hubungan manusia dengan sesama manusia lain terdapat 22 data. Dinyatakan dengan sikap baik hati, menolong, dan ditinjau dari hubungan orang dengan Tuhannya, ditemukan 37 data. Dalam aspek ini ditunjukkan melalui tokoh Alif, Arum, Sarpin dan Pak Dahlan yang kerap memasukkan 99 nama indah Allah (Asmaul Husna) dalam kesehariannya.
NILAI RELIGIUS DALAM NOVEL BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA KARYA HANUM SALSABIELA RAIS DAN RANGGA ALMAHENDRA Kalila Shahwa Noor Rahman; Jumadi; Dwi Wahyu Candra Dewi
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 4 (2023): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v1i4.1057

Abstract

Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra yang mengisahkan tentang Islamophobia dan diskriminasi yang terjadi di Amerika. Tingginya arus Islamophobia di Amerika dapat mengancam keamanan para kaum muslim di sana. Novel fiksi ini mengangkat fakta sejarah dan peristiwa yang memang pernah terjadi di Amerika. Tujuan penelitian ini untuk memaparkan nilai religius yang terkandung dalam Bulan Terbelah di Langit Eropa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan teknik noninteraktif yang menggunakan model analisis isi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa pada novel ini ada ajaran islam yang meliputi, (1) nilai keimanan (2) nilai sabar (3) nilai tawakal (4) persaudaraan (5) tolong menolong (6) memaafkan (7) toleransi.
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM NOVEL SANG PEMIMPI KARYA ANDREA HIRATA Emira Naisya Imani; Jumadi; Dwi Wahyu Candra Dewi
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 4 (2023): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v1i4.1060

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena kekurangan bahanaajar yangamenarik bagiasiswa. Sebagai solusi, penulisamemilih untuk menganalisisanovel "Sang Pemimpi" karya AndreaaHirata, dengan fokus pada penggunaan gaya bahasa sebagai potensi bahanaajar yangamenarik. Metodeapenelitian yangaditerapkan adalahametode kualitatifadengan desainadeskripsi. Objek penelitian adalah gaya bahasa yang terdapat dalam novel "Sang Pemimpi" karya Andrea Hirata. Sumber data utama adalah novel tersebut, dan penelitian menggunakan teknik studi pustakaadan teknikadokumentasi. Hasil penelitian mengidentifikasi empatagaya bahasaayang digunakan dalam novelatersebut, yakni gayaabahasaaperbandingan,pertentangan, pertautan, danaperulangan. Gayaabahasa perbandinganamencakup penggunaanametafora, personifikasi, danaantitesis. Gayaabahasa pertentanganaterwakili oleh hiperbola, alitotes, ironi, dan paranomasia. aGaya bahasaapertautan ditemukan melalui metonomia, aalusi, dan eufimisme. Sementara itu, gayaabahasa perulanganamencakup aliterasi dan refetisi.
ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM NOVEL DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN KARYA TERE LIYE Wahdatun Nikmah; Jumadi; Dwi Wahyu Candra Dewi
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 4 (2023): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v1i4.1083

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tindak tutur dalam novel "Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin" karya Tere Liye dan menguraikan peran tindak tutur dalam pengembangan karakter. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa penelitian kepustakaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tindak tutur ilokusi, seperti perintah, pernyataan, pertanyaan, dan nasihat, membentuk kompleksitas interaksi sosial dalam cerita. Melalui tindak tutur, karakter mengungkapkan emosi, motivasi, dan tujuan mereka, menciptakan dinamika hubungan interpersonal. Gaya berbicara dan perubahan dalam tindak tutur mencerminkan perkembangan karakter, sementara dialog antar karakter menjadi jendela efektif untuk memahami dinamika interpersonal. Penelitian ini memberikan pemahaman lebih mendalam tentang komunikatif dalam novel dan mengungkap kompleksitas makna dan pesan penulis. Sebagai hasil, pembaca dapat lebih terlibat dalam perjalanan karakter dalam "Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin," mendapatkan pengalaman membaca yang lebih kaya.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA NOVEL DIKTA & HUKUM KARYA DHIA'AN FARAH Salsabila Amalia; Jumadi; Dwi Wahyu Candra Dewi
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 4 (2023): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v1i4.1107

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada analisis kesalahan berbahasa pada novel "Dikta & Hukum" karya Dhia'an Farah. Pendahuluan menjelaskan bahwa komunikasi, terutama komunikasi verbal, adalah fenomena umum dalam masyarakat. Etika berkomunikasi, seperti penggunaan bahasa yang benar dan tidak menyinggung, dianggap penting, namun banyak masyarakat yang enggan menerapkannya. Kondisi ini memicu kekerasan verbal, termasuk dalam karya fiksi seperti novel. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesalahan berbahasa dalam novel "Dikta & Hukum" dan mengidentifikasi jenis-jenis kesalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan fokus pada tindak tutur ilokusi ekspresif. Data dianalisis secara komprehensif melalui pembacaan berulang novel. Hasil analisis menunjukkan sejumlah kesalahan berbahasa dalam dialog karakter. Contohnya, terdapat kesalahan dalam penggunaan ejaan dan penyampaian pesan. Kesalahan-kesalahan ini memberikan dimensi lebih dalam pada karakter dan interaksi dalam novel, menciptakan dinamika yang menarik bagi pembaca. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang penggunaan bahasa dalam karya sastra dan dampaknya terhadap pengalaman membaca.
ANALISIS UNSUR INTRINSIK PUISI TAK SEPADAN KARYA CHAIRIL ANWAR Muhammad Fikri Arosad; Jumadi; Dwi Wahyu Candra Dewi
Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 5 (2023): Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6734/argopuro.v1i5.1403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur intrinsik dalam puisi berjudul Tak Sepadan karya Chairil Anwar penelirian ini dapat bermanfaat untuk pembaca dan dapat meningkatkan kemampuan dalam menganalisis unsur intrinsik yang terdapat dalam puisi.metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis unsur intrinsik pada puisi karya Chairil Anwar yang kemudian dideskripsikan secara menyeluruh dari 7 unsur tersebut, dari hasil penelitian ini terdapat beberapa unsur intrinsik puisi diantaranya yaitu 1) menganalisis tema dari puisi 2) diksi 3) rasa 4) nada 5) suasana 6) majas 7) amanat. Hasil dari analisis unsur intrinsik puisi yang telah peneliti laksanakan ini terdapat makna yang terkandung dalam puisi “tak sepadan” yang menggambarkan tentang dua jalur hidup yang berbeda dalam cinta. Satu jalur mengarah pada pernikahan, kebahagiaan, dan keluarga, sementara yang lain merasa terjebak dalam pengembaraan dan kutukan cinta.
Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Dalam Lirik Lagu “Monokrom” Oleh Tulus; Kajian Stilistika Maulida Habibah; Dwi Wahyu Chandra Dewi; Jumadi
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2024): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i2.2904

Abstract

Penelitian ini membahas analisis gaya bahasa yang terdapat dalam lirik lagu "Monokrom" karya Tulus, dengan menggunakan pendekatan stilistika. Tujuan dari studi ini adalah mengidentifikasi berbagai gaya kebahasaan yang digunakan dalam lirik lagu tersebut agar pendengar dapat memahami pesan yang ingin disampaikan oleh sang penyanyi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, menggunakan teknik pengumpulan data berupa membaca dan mencatat. Data utama berasal dari lirik lagu, penelitian-penelitian terkait, artikel, serta informasi dari media daring. Secara keseluruhan, lagu "Monokrom" menyampaikan pesan yang mendalam dan penuh keindahan, berupa ungkapan terima kasih serta penghargaan kepada individu-individu yang berperan penting dalam perjalanan hidup. Hasil analisis mengungkapkan bahwa lirik lagu ini mengandung beberapa jenis gaya bahasa, di antaranya: (a) majas perbandingan, seperti hiperbola, metafora, dan personifikasi; (b) majas penegasan, seperti repetisi dan aliterasi. Makna utama dari lagu ini adalah bentuk apresiasi dan rasa syukur Tulus kepada orang-orang yang telah memberikan pengaruh positif dalam hidupnya. Melalui penelitian ini, diharapkan pembaca dapat memperluas pengetahuan mereka tentang majas dan gaya bahasa dalam karya sastra.
Analisis Gaya Bahasa dalam Cerpen Gerimis Tengah Malam Karya Titin Zubaidatik Eliza Abelia; Jumadi; Dwi Wahyu Chandra Dewi
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2024): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i2.2905

Abstract

Gaya bahasa cerpen Gerimis Tengah malam karya Titin Zubaidatik kaya akan simbolisme dan metafora. Bahasa yang digunakan sangat hidup dan mampu membawa pembaca ikut merasakan emosi para karakter. Alasan pemilihan cerpen tersebut, setiap cerpennya berisi gaya bahasa yang dominan digunakan dalam cerpen Gerimis Tengah Malam Karya Titin Zubaidatik cerita ini tampak sederhana dengan tema cinta dan patah hati, adalah gaya bahasa dan majasnya. Tujuan untuk mendeskripsikan secara rinci penggunaan gaya bahasa dalam cerpen “Gerimis Tengah Malam” Karya “Titin Zubaidatik”. Penelitian ini mengunakan penelitian ini menggunakan metode yang menggambarkan secara rinci data-data yang ditemukan dalam cerpen, tanpa menggunakan angka-angka. Dengan kata lain, penelitian ini tidak hanya melihat bagian-bagian kecil (variabel) secara terpisah, melainkan melihat keseluruhan gambaran dari situasi yang sedang diteliti. Pembahasan hasil analisis gaya bahasa yang terdapat dalam kumpulan cerpen Gerimis Tengah Malam karya Titin Zubaidatik merujuk para penelitian ini akan meneliti berbagai jenis gaya bahasa dalam kumpulan cerpen dengan menggunakan teori klasifikasi gaya bahasa yang ditemukan oleh Tarigan. Kumpulan cerpen Titin Zubaidatik, “Gerimis Tengah Malam” difokuskan pada beberapa kategori meliputi gaya bahasa perbandingan, seperti simile, metafora, personifikasi. Gaya bahasa pertentangan, seperti Hiperbola, kontras, antitensis, gaya bahasa perulangan. Fokus penelitian ini adalah gaya bahasa yang digunakan dalam cerpen  “Gerimis Tengah Malam” karya Titin Zubaidatik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Peneliti menganalisis cerpen secara mendalam, mengidentifikasi penggunaan gaya bahasa, dan kemudian mengklasifikasikan data yang diperoleh.
Analisis unsur intrinsik pada Novel The Prodigy karya Midnightstalks Hanifa Aisyah; Jumadi; Dwi Wahyu Chandra Dewi
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2024): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i2.2919

Abstract

Novel adalah karya fiksi prosa yang berisi rangkaian cerita tentang kehidupan seseorang dan orang disekitarnya, dengan penekanan pada watak dan sifat tiap tokoh. Salah satu genre dalam novel adalah novel fantasi, novel fantasi kerap menyajikan dunia yang imajinatif sekaligus menggambarkan berbagai masalah sebenarnya dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik yang terdapat dalam novel The Prodigy karya Midnightstalks.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualtitatif untuk mengetahui unsur intrinsik yang terdapat pada Novel The Prodigy karya Midnightstalks. Penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan data dengan cara pembacaan secara mendalam terhadap teks cerpen dan mengelompokkan data berdasarkan unsur intrinstik cerpen. Teknik pengumpulan data artikel ini yaitu bersumber dari kata dan kutipan pada cerpen dan artikel, jurnal, dan buku yang relevan dengan penelitian. Novel "The Prodigy" karya Midnightstalks mengisahkan tentang pencarian jati diri Huang Rennath, dengan tokoh-tokoh yang beragam dan karakter unik. Alurnya menggunakan struktur campuran. Latar cerita berpusat di negara fiksi bernama Neostate, yang terbagi menjadi tujuh distrik dengan karakteristik dan budaya masing-masing. Pesan yang disampaikan dalam novel ini adalah bahwa dalam pencarian jati diri, dibutuhkan keberanian untuk menghadapi kenyataan. Novel ini menggunakan sudut pandang orang ketiga.