Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN AIR HUJAN UNTUK URBAN FARMING KELOMPOK TANI CODE HIJAU ASRI KELURAHAN WIROGUNAN B. Hari Saptaning Tyas; Fadjarini Sulistyowati; Widati Widati; Condrodewi Puspitasari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2911-2918

Abstract

Terpasangnya alat pemanen air hujan dari hasil kegiatan pengabidan tahun lalu maka dilakukan kegiatan lanjutan untuk mendorong masyarakat  memanfaatkan air hujan bagi urban farming. Salah satu komunitas yang tertarik untuk memanfaatkannya adalah Kelompok Tani (KT) Code Hijau Asri yang beranggotakan sekitar 30 warga di wilayah RT 13 dan 14 Kelurahan Wirogunan. Code Hijau Asri  telah memiliki kebun asri di dua tempat, yakni di bantaran Sungai Code dan di wilayah lorong  pemukiman. Bahkan, lokasi ini juga telah dipersiapkan menjadi public space antara lain dengan dibangun 8 unit gazebo dan kegiatan kuliner yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar area bantaran Sungai Code. Permasalahannya, KT Code Hijau Asri selama beberapa bulan semenjak pandemi Covid-19 telah vakum sehingga perlu ada upaya untuk menggiatkan kembali. Sementara saat ini ketersediaan air hasil dari pemanenan air hujan telah mencukupi dan dapat dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali kegiatan kelompok tani salah satunya melalui urban farming. Solusi yang akan dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini  yakni melalui sarasehan KT Code Hijau Asri, pelatihan urban farming untuk pemotivasian kegiatan KT Code Hijau Asri, peningkatan kapasitas anggota KT Code Hijau Asri melalui studi banding/studi tiru, dan menginisiasi gerakan sosial kampung hijau dengan mengoptimalkan pemanfaatan air hujan.
PEMANFAATAN AIR HUJAN UNTUK URBAN FARMING KELOMPOK TANI CODE HIJAU ASRI KELURAHAN WIROGUNAN B. Hari Saptaning Tyas; Fadjarini Sulistyowati; Widati Widati; Condrodewi Puspitasari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2911-2918

Abstract

Terpasangnya alat pemanen air hujan dari hasil kegiatan pengabidan tahun lalu maka dilakukan kegiatan lanjutan untuk mendorong masyarakat  memanfaatkan air hujan bagi urban farming. Salah satu komunitas yang tertarik untuk memanfaatkannya adalah Kelompok Tani (KT) Code Hijau Asri yang beranggotakan sekitar 30 warga di wilayah RT 13 dan 14 Kelurahan Wirogunan. Code Hijau Asri  telah memiliki kebun asri di dua tempat, yakni di bantaran Sungai Code dan di wilayah lorong  pemukiman. Bahkan, lokasi ini juga telah dipersiapkan menjadi public space antara lain dengan dibangun 8 unit gazebo dan kegiatan kuliner yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar area bantaran Sungai Code. Permasalahannya, KT Code Hijau Asri selama beberapa bulan semenjak pandemi Covid-19 telah vakum sehingga perlu ada upaya untuk menggiatkan kembali. Sementara saat ini ketersediaan air hasil dari pemanenan air hujan telah mencukupi dan dapat dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali kegiatan kelompok tani salah satunya melalui urban farming. Solusi yang akan dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini  yakni melalui sarasehan KT Code Hijau Asri, pelatihan urban farming untuk pemotivasian kegiatan KT Code Hijau Asri, peningkatan kapasitas anggota KT Code Hijau Asri melalui studi banding/studi tiru, dan menginisiasi gerakan sosial kampung hijau dengan mengoptimalkan pemanfaatan air hujan.
POLA RELASI PEMERINTAHAN DESA Condrodewi Puspitasari; Sumarjono; Putera Perdana; Juang Gagah Mardhika
GOVERNABILITAS (Jurnal Ilmu Pemerintahan Semesta) Vol 3 No 1 (2022): Pemerintahan Melayani dan Melindungi
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan - Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD"

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/governabilitas.v3i1.149

Abstract

This article aims to explores the relationship between the Government of Kalurahan Bleberan and BUM Desa Sejahtera using a governance perspective and a hybrid institution perspective. BUM Desa Sejahtera is one of the successful BUM Desa in Kabupaten Gunungkidul in managing resources so it is interesting to researched using a governance perspective and hybrid institutions. The method used in this research is qualitative with a case study approach. The results of the study show that the relationship between the Government of Kalurahan Bleberan and BUM Desa Sejahtera has been well-systemized and patterned as an embodiment of a governance perspective. The governance model of the relationship that occurs between the two parties is in accordance with the decentralized model which is low political authority but has a high level of democracy. Based on the perspective of hybrid institutions, resource management in Kalurahan Bleberan has also involved stakeholders through continuous engagement between the Government of Kalurahan Bleberan, BUM Desa management, the Rancang Kencono foundation, as well as citizena and those are regulated in formal regulations that bind all parties.