Fenomena Budaya Korea yang telah masuk dan berkembang di Indonesia telah menciptakan pola konsumsi yang dimana para penggemar K-Pop mengkonsumsi suatu barang secara berlebihan. Fenomena ini adalah suatu hal yang mampu mempengaruhi kesadaran dalam pola konsumsi masyarakat. Hal tersebut menciptakan citra atau tanda pada suatu produk ketika telah dikonsumsi, yang mana pola konsumsinya tidak hanya didasarkan pada nilai dan guna, tapi menjadi nilai tanda. Para penggemar K-Pop ini membutuhkan validasi dan menunjukkan agar orang lain mengetahui bahwa dia adalah seorang penggemar K-Pop. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku konsumsi yang terjadi pada fandom Carat Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan teori yang dikembangkan oleh Jean Baudrillard mengenai masyarakat konsumsi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan dengan mengambil subjek penelitian sebanyak 5 (lima) orang. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan secara wawancara berkala serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola konsumsi penggemar Seventeen mengkonsumsi berbagai macam marchendise seperti lighstick, album, photocard dan merchandise lainnya karena adanya konsumsi tanda. Dimana ketika mengkonsumsi barang-barang tersebut mereka mendapatkan adanya suatu citra atau tanda seperti adanya rasa kesenangan tersendiri, ada rasa kepuasan tersendiri, dan juga adanya rasa ingin pamer, serta ingin diakui dan menunjukkan kepada orang lain bahwa dirinya adalah seorang penggemar K-Pop