Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SOSIALISASI PENTINGNYA PENCATATAN DATA MIKRO ORANG DENGAN MASALAH KEJIWAAN DAN GANGGUAN JIWA Sri Sulastri; Muhammad Budi Taftazani; Arie Surya Gutama; Lenny Meilany
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3080-3091

Abstract

Orang dengan Masalah Kejiwaan dan Orang dengan Gangguan Jiwa adalah dua kategori masalah kesehatan mental. Di Indonesia jumlahnya terus meningkat. Keduanya membutuhkan layanan yang berbeda sesuai dengan kebutuhannya. Gangguan jiwa bukanlah penyebab kematian, tetapi penderitanya akan hidup dalam kondisi disabilitas dalam waktu yang relatif lama. Pada tahun 2018, hanya 38,14% yang berobat, ini menunjukkan bahwa akses terhadap pelayanan kesehatan jiwa masih rendah, dan upaya penjangkauan sangat diperlukan. Orang dengan masalah kejiwaan memiliki berbagai faktor risiko yang memungkinkan mereka menjadi orang dengan gangguan jiwa. Data micro mereka sangat diperlukan untuk menjangkau keduanya. Penyediaan data mikro dapat melibatkan lingkungan sosial terdekat, seperti tetangga dan komponen masyarakat lainnya. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat desa atau kelurahan bahwa data mikro penting untuk membantu orang dengan masalah kejiwaan dan dan orang dengan gangguan jiwa mengakses layanan. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk webinar yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat desa atau kelurahan. Tiga diantaranya telah melakukan pencatatan data mikro, dalam kegiatan ini mereka berbagi pengalaman. Hasil dari kegiatan ini, sedikitnya 14 orang perwakilannya menyadari pentingnya data mikro bagi penderita gangguan jiwa.
Resiliensi Mantan Buruh Migran Dalam Mensejahterakan Keluarga Lenny meilany; Siti Witianti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan resiliensi mantan buruh migran dalam upaya mereka mensejahterakan keluarga setelah kembali ke tanah air. Resiliensi menjadi elemen penting dalam proses adaptasi dan pemanfaatan pengalaman kerja di luar negeri untuk keberlangsungan ekonomi dan kesejahteraan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap lima orang mantan buruh migran yang kini menetap di daerah asalnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi mantan buruh migran dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti dukungan sosial, keterampilan yang diperoleh selama bekerja, serta motivasi pribadi untuk meningkatkan taraf hidup keluarga. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa resiliensi menjadi kekuatan utama yang mendorong mantan buruh migran untuk mengelola kehidupan pasca migrasi secara positif dan produktif.
SOSIALISASI PENTINGNYA PENCATATAN DATA MIKRO ORANG DENGAN MASALAH KEJIWAAN DAN GANGGUAN JIWA Sri Sulastri; Muhammad Budi Taftazani; Arie Surya Gutama; Lenny Meilany
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3080-3091

Abstract

Orang dengan Masalah Kejiwaan dan Orang dengan Gangguan Jiwa adalah dua kategori masalah kesehatan mental. Di Indonesia jumlahnya terus meningkat. Keduanya membutuhkan layanan yang berbeda sesuai dengan kebutuhannya. Gangguan jiwa bukanlah penyebab kematian, tetapi penderitanya akan hidup dalam kondisi disabilitas dalam waktu yang relatif lama. Pada tahun 2018, hanya 38,14% yang berobat, ini menunjukkan bahwa akses terhadap pelayanan kesehatan jiwa masih rendah, dan upaya penjangkauan sangat diperlukan. Orang dengan masalah kejiwaan memiliki berbagai faktor risiko yang memungkinkan mereka menjadi orang dengan gangguan jiwa. Data micro mereka sangat diperlukan untuk menjangkau keduanya. Penyediaan data mikro dapat melibatkan lingkungan sosial terdekat, seperti tetangga dan komponen masyarakat lainnya. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat desa atau kelurahan bahwa data mikro penting untuk membantu orang dengan masalah kejiwaan dan dan orang dengan gangguan jiwa mengakses layanan. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk webinar yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat desa atau kelurahan. Tiga diantaranya telah melakukan pencatatan data mikro, dalam kegiatan ini mereka berbagi pengalaman. Hasil dari kegiatan ini, sedikitnya 14 orang perwakilannya menyadari pentingnya data mikro bagi penderita gangguan jiwa.
Membangun Resiliensi ‘I Have’ Mantan Anak Binaan Melalui Supplemental Family: Studi Pada Program Transition Home Di Free and Safe Indonesia Foundation Resti Kinanti Sekarsari; Maulana Irfan; Lenny Meilany
JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jxkzk266

Abstract

This study aims to analyze how social institutions fulfill the role of a “supplemental family” in providing the “I Have” source of resilience for former juvenile offenders who are beneficiaries of the Transition Home Program at the Free and Safe Indonesia Foundation. “I Have” is a source of resilience referring to external support. This study employs a phenomenological approach to understand the experiences of former juvenile offenders in perceiving the Free and Safe Indonesia Foundation as a source of support during the process of social reintegration. Data were collected through interviews, observation, literature review, and document analysis involving two main informants and three supporting informants. Data analysis was conducted thematically, drawing on the five elements of the ‘I Have’ resilience framework. The research findings indicate that the Free and Safe Indonesia Foundation functions as a supplemental family—specifically, a type of voluntary kin that complements the role of the biological family, which remains present but cannot function optimally—by fulfilling the five elements of the “I Have” sources of resilience: trusting relationship, structure and rules at home, role models, encouragement to be autonomous, and access to services. The research findings indicate that the relationship formed between beneficiaries and the Transition Home environment is no longer perceived as a formal service relationship, but rather as a familial bond that provides a sense of belonging, a sense of ownership, and sustains social support. This study confirms that social institutions can serve as a legitimate source of ‘I Have’ resilience for former juvenile offenders and contribute to the process of social reintegration through an approach based on relationships and a sense of community.