Putra, Hijrah Purnama
Program Studi Teknik Lingkungan, FTSP, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Sampah Plastik Multilayer sebagai Campuran pada Bahan Bangunan Ramah Lingkungan dengan Produk Batako, Paving Blok dan Roster Hijrah Purnama Putra; Muhammad Zian Sulthon; Niesa Hanum Mistoro; Malik Mushtofa; Fadhilah Ramadhana; Reza Surya Ibrahim; Dieska Shafira Cahyadhy; Andri Pangestu Ashari
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 3 (2026): May 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.3.672-687

Abstract

Peningkatan timbulan sampah plastik multilayer yang sulit didaur ulang mendorong perlunya inovasi pemanfaatan material alternatif pada sektor konstruksi non-struktural. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan plastik multilayer sebagai substitusi parsial agregat halus pada batako, paving blok, dan empat motif roster beton melalui lima variasi campuran (V1–V5). Metode penelitian dilakukan melalui pendekatan eksperimental laboratorium yang mencakup proses pencampuran, pencetakan, curing, serta pengujian kuat tekan, penyerapan air, dan ketahanan aus (khusus paving blok). Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian simultan terhadap tiga jenis produk menggunakan sumber plastik dan kerangka evaluasi yang sama. Pada batako V2, kuat tekan berada pada kisaran 26.42kg/cm² tetapi memiliki penyerapan air sebesar 67,01%, sehingga tidak terdapat variasi dengan penambahan plastik yang memenuhi standar baku mutu. Paving blok V2 memiliki kuat tekan 8,62 MPa, penyerapan air 7,88%, serta ketahanan aus 0.46 mm/menit, memenuhi persyaratan standar baku mutu D. Produk roster menunjukkan karakteristik berbeda berdasarkan geometri. Roster motif 2 menunjukkan kuat tekan 22,01–33,76 kg/cm² dengan penyerapan air 10,45–13.67%, sedangkan motif 4 menghasilkan kuat tekan rata-rata 25,11 kg/cm² dengan nilai antar benda uji berkisar antara 12,94–47,48 kg/cm² dan penyerapan air rata-rata 11,22–13,68% pada variasi V2–V3. Akumulasi potensi teoritis pemanfaatan plastik mencapai 544,90 kg/hari, dengan nilai terbesar terdapat pada paving blok V2 sebesar 468,00 kg/hariTemuan ini menunjukkan adanya potensi pemanfaatan plastik multilayer pada produk konstruksi non-struktural berdasarkan skenario kapasitas produksi. Namun, manfaat lingkungannya belum dinilai secara menyeluruh melalui analisis daur hidup, pengukuran emisi, maupun konsumsi energi.
Penguatan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat melalui Pendekatan Klaster Sumber dan Kawasan di Kelurahan Margodadi, Kecamatan Sayegan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta Hijrah Purnama Putra; Isag Yudhanta
Open Community Service Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v5i2.192

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan sampah rumah tangga di Kelurahan Margodadi ditandai dengan rendahnya pemilahan di sumber dan keterbatasan sistem tata kelola komunal.Tujuan: Pengabdian ini bertujuan mewujudkan sistem pengelolaan sampah mandiri yang efektif dan partisipatif melalui pendekatan klaster.Metode: Metode pelaksanaan dibagi menjadi dua fokus utama: Klaster 1 (optimalisasi sumber) dan Klaster 2 (optimalisasi kawasan) yang dilaksanakan oleh enam unit mahasiswa KKN (total terdapat 48 orang mahasiswa yang terlibat).Hasil: Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan awal terhadap kesadaran warga dalam pemilahan sampah melalui inovasi "Bank Botol Pintar" dan "Sedekah Sampah Masjid". Implementasi teknologi tepat guna berupa Lubang Resapan Biopori (LRB) dan Biopori Jumbo terbukti efektif mereduksi volume sampah organik di tingkat rumah tangga dan komunal. Selain itu, pengembangan sistem "Hidrosiklus" berbasis hidroponik memberikan nilai ekonomi sirkular bagi kelompok PKK. Penguatan kelembagaan melalui penyusunan SOP dan digitalisasi administrasi menjamin keberlanjutan program secara mandiri. Kesimpulannya, integrasi antara edukasi perilaku, penyediaan sarana fisik, dan penguatan struktur sosial mampu menciptakan ekosistem pengelolaan sampah desa yang berkelanjutan.