Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LIMBAH JAGUNG HIBRIDA DAN FESES SAPI SEBAGAI SUMBER PUPUK ORGANIK UNTUK MENDUKUNG PRODUKSI TANAMAN JAGUNG Murnita Murnita; Afrijon Afrijon; Gusriati Gusriati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3309-3316

Abstract

Potensi  limbah jagung  hibrida dan feses  sapi di  Nagari IV Koto Mudiek, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan belum termanfaatkan  secara optimal. Teknologi pengomposan sederhana  dapat dimanfaatkan  sebagai  bahan  pembuatan pupuk organik dari bahan baku limbah jagung dan feses sapi. Tujuan dari kegiatan ini adalah: (1) mensosialisasikan upaya petani memanfaatkan limbah jagung hibrida dan feses sapi sebagai bahan baku pupuk organik, (2) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan limbah jagung hibrida dan feses sapi sebagai bahan baku pupuk organik. (3)  meningkatkan produktivitas lahan tanaman  jagung dengan menggunakan pupuk organik yang mereka produksi. Metode yang digunakan adalah: Pembekalan, Koordinasi, Mengantarkan mahasiswa ke lokasi, Sosialisasi dan  Penyuluhan, Praktik, Pemantauan, Penilaian dan Tindak lanjut.  Dampak pengabdian kepada masyarakat adalah: (1) kegiatan pengabdian kepada masyarakat terlaksana dengan baik, mitra aktif mengikuti pelatihan dan berkomitmen untuk terus mempertahankan produksi pupuk organik dari limbah jagung hibrida dan feses sapi  ≥ 81%, (2) mitra memiliki pemahaman yang baik tentang aspek-aspek berikut: pengertian, kelebihan, kekurangan, fungsi pupuk organik, dan memiliki keterampilan dalam  memanfaatkan limbah jagung hibrida dan feses  sapi  untuk membuat dan menggunakan pupuk organik ≥ 71% dan (3) hasil tanaman jagung akan meningkat dan berkelanjutan karena mitra ≥ 78% menggunakan kombinasi pupuk anorganik dan organik dari limbah jagung dan feses sapi.
REHABILITASI LAHAN PASCA BANJIR BERBASIS PEMANFAATAN LIMBAH DAPUR SEBAGAI SUMBER HARA ALTERNATIF DI NAGARI IV KOTO MUDIEK Gusriati Gusriati; Murnita Murnita; Wawan Sumarno
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.%p

Abstract

Kondisi tanah yang menjadi sakit dan keras pasca banjir membuat tanaman sulit tumbuh. Jika terus dibiarkan tanpa upaya pemulihan, hasil panen akan merosot dan kesejahteraan petani menjadi taruhannya. Di sisi lain, harga pupuk kimia yang kian melambung seringkali menjadi beban tambahan bagi petani di tengah situasi yang sulit setelah bencana. Salah satu solusi untuk mengembalikan kekuatan tanah, bahannya ada di sekitar petani bahkan seringkali terbuang begitu saja di dapur setiap hari yaitu air cucian beras dan kulit bawang merah yang dapat dijadikan pupuk organik cair (POC). Tujuan kegiatan ini: Memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kualitas tanah setelah terjadinya banjir dan cara mudah untuk meningkatkan kesuburannya, Memperkenalkan kepada masyarakat bahwa air bekas mencuci beras dan kulit bawang merah bisa digunakan sebagai sumber nutrien alternatif bagi tanaman, Mengerjakan kepada masyarakat bagaimana cara mengolah dan menggunakan air cucian beras serta kulit bawang merah dengan cara yang sederhana untuk membantu memulihkan lahan setelah banjir, dan Mengajak untuk memanfaatkan bahan- bahan yang mudah ditemukan di rumah sebagai solusi yang murah dan ramah lingkungan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, pelatihan, praktek, monitoring dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa: Peserta kegiatan telah memahami kondisi tanah pasca banjir dan cara sederhana untuk memperbaiki kesuburannya, Peserta kegiatan telah memahami bahwa air cucian beras dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi alternatif untuk tanaman, Pesarta kegiatan mampumengolah dan menggunakan air cucian beras untuk pemulihan lahan pasca banjir, dan Peserta mampu memanfaatkan limbah dapur sebagai solusi murah dan ramah lingkungan untuk memperbaiki kesuburan tanah