Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Survei Pendataan Anggota Keluarga untuk Mengikuti Pemilihan Umum Tahun 2024 Stivani Ayuning Suwarlan; Anderson Arvando; Muhammad Hafizi; Figo Fernando; Glenn Marcel Kalalo; Selina Tan; Servia Servia; Rahmawati Rahmawati; Febrianti Saniapon; Nabila Indah Syahfitri; Nasuwa Aulya; Yenni Tanisya; Melfy Joria; Josua Yoprisyanto; Herlina Herlina; Riyaldi Walvinson; Ihsan Havin; Veren Apriana Jolie; Jesslyn Natalia; Hendry Widjaya Ong
National Conference for Community Service Project (NaCosPro) Vol 5 No 1 (2023): The 5th National Conference for Community Service Project 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/nacospro.v5i1.8252

Abstract

Pemilihan umum adalah salah satu pilar utama dalam sistem demokrasi yang memungkinkan warga negara untuk berpartisipasi dalam menentukan pemimpin dan perwakilan mereka. Oleh karena itu, penting untuk memiliki data yang akurat tentang anggota keluarga yang memenuhi syarat untuk memberikan suara dalam pemilihan umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan survei pendataan anggota keluarga guna memastikan seluruh warga yang memenuhi syarat terdaftar sebagai pemilih pada pemilihan umum tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode survei lintas-seksi dengan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah dirancang secara cermat. Survei ini dilakukan oleh lembaga pemerintah atau kelompok masyarakat terkait dengan dukungan dari pihak-pihak yang terlibat dalam pemilihan umum. Data yang dikumpulkan meliputi informasi dasar tentang setiap anggota keluarga, seperti nama, tanggal lahir, alamat, nomor identitas, dan status kewarganegaraan. Hasil dari survei ini akan digunakan untuk menyusun dan memperbarui daftar pemilih untuk pemilihan umum tahun 2024. Dengan memiliki daftar pemilih yang tepat, diharapkan tingkat partisipasi dalam pemilihan umum akan meningkat, dan hasilnya akan lebih mewakili keinginan dan aspirasi seluruh warga negara. Namun, penelitian ini juga menghadapi beberapa tantangan, termasuk kesulitan dalam mendapatkan data yang valid dan lengkap dari sebagian masyarakat yang mungkin tidak memiliki akses ke teknologi atau informasi. Oleh karena itu, pendekatan partisipatif dengan melibatkan komunitas lokal dan pihak-pihak terkait sangat penting dalam mengatasi hambatan tersebut.
THE IMPACT OF FEMALE DIRECTORS, PROFITABILITY, AND CEO AGE ON CARBON EMISSION DISCLOSURE: THE MODERATING ROLE OF INSTITUTIONAL OWNERSHIP IN INDONESIA Erna Wati; Sheila Septiany; Febrianti Saniapon
Global Financial Accounting Journal Vol. 10 No. 1 (2026): Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Accounting Department, Faculty of Business and Management, Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/gfa.v10i1.11668

Abstract

This study investigates the effect of female directors, defined as women serving on the board of directors within Indonesia's two-tier governance system, profitability, and CEO age on carbon emission disclosure, with institutional ownership assessed as a moderating variable. The research is driven by the persistently limited transparency of carbon emissions in Indonesia and the need to understand how governance attributes contribute to environmental accountability. A quantitative approach is applied using secondary data from non-financial firms listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2020–2024 period. The analysis employs fixed-effect panel regression with robust standard errors, incorporating logarithmic transformations to ensure model stability and interpretability. The empirical results show that female directors on the board of directors have a significant negative effect on carbon emission disclosure, while profitability and CEO age exhibit no direct influence. The moderation analysis indicates that institutional ownership weakens the effect of profitability, strengthens the influence of CEO age, and shows no moderating role in the relationship between female directors on the board of directors and disclosure. These findings imply that institutional investors in Indonesia remain financially driven, although they tend to reinforce the long-term orientation of senior CEOs in promoting transparency. Overall, this study underscores the importance of aligning governance mechanisms with stakeholder expectations to advance carbon emission disclosure as a substantive component of corporate sustainability. .