Regina Putri Rahmawati
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Krisis Energi Uni Eropa: Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Pasokan Energi yang Terbatas Dina Siti Logayah; Regina Putri Rahmawati; Daine Zahra Hindami; Bella Rizky Mustikasari
Hasanuddin Journal of International Affairs Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Department of International Relations, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjirs.v3i2.27052

Abstract

The energy crisis is one of the biggest challenges facing the world today. In recent decades, energy demand has increased dramatically due to global population growth, industrial developments, and increasing living standards. The conflict between Russia and Ukraine started in 2014 when Russia annexed the Sevastopol region of Ukraine. This conflict was neglected for years until it finally reached its peak in 2022. This conflict became one of the factors in the energy crisis that occurred in Europe. Several countries in Europe have declared an energy crisis. Some of these European countries include Germany, Sweden, the Netherlands, Austria and Denmark. The purpose of writing this article is to find out what are the challenges and opportunities faced due to the energy crisis in Europe. The method used in writing this article is to use a literature review approach by selecting the database source to be used, downloading and processing text and citation files with Mendeley. The results of this study from the existence of an energy crisis in Europe can have an impact both in the economic field and in the lives of its people. The opportunities that arise are investment in renewable energy, the emergence of energy-saving attitudes, further development of energy infrastructure, the emergence of energy technology innovations, and finally, increased international cooperation.   Krisis energi adalah salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dunia saat ini. Dalam beberapa dekade terakhir, permintaan energi telah meningkat secara dramatis karena pertumbuhan populasi global, perkembangan industri, dan peningkatan standar hidup. Konflik antara Rusia dan Ukraina dimulai pada tahun 2014 ketika Rusia mencaplok wilayah Sevastopol di Ukraina. Konflik ini terbengkalai selama bertahun-tahun hingga akhirnya mencapai puncaknya pada tahun 2022. Konflik tersebut menjadi salah satu faktor terjadinya krisis energi yang terjadi di Eropa. Beberapa negara di Eropa telah menyatakan adanya krisis energi. Beberapa negara di Eropa tersebut diantaranya Jerman, Swedia, Belanda, Austria, dan Denmark. Tujuan dari penulisan artikel ini yaitu untuk mengetahui apa saja tantangan serta peluang yang dihadapin akibat terjadinya krisis energi di eropa ini. Adapun metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu dengan menggunakan pendekatan literature review dengan memilih database sumber yang akan digunakan, mengunduh dan memproses teks dan file kutipan dengan Mendeley. Hasil dari penelitian ini Dari adanya krisis energi di Eropa dapat memunculkan dampak baik di segi ekonomi dan kehidupan masyarakatnya. Adapun peluang yang muncul yaitu investasi terhadap energi terbarukan, munculnya sikap hemat energi, mengembangkan lagi infrastruktur energi, munculnya inovasi teknologi energi, dan yang terakhir yaitu meningkatnya kerjasama internasional.
PERAN PROGRAM KAMPUS MENGAJAR DALAM MITIGASI PERUBAHAN IKLIM MELALUI KEGIATAN BUTO IJO (BUDAYA TANAMAN HIJAU) DI SDN MAJA SELATAN 6 Regina Putri Rahmawati; Ariz Najib; Dina Siti Logayah
INDONESIAN JOURNAL OF ENVIRONMENT AND DISASTER Vol. 3 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Environment and Disasters
Publisher : Disaster Research Center, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/eyht8b09

Abstract

Perubahan iklim, baik alami maupun disebabkan oleh manusia, telah menjadi fokus perhatian global karena dampaknya yang merugikan. Di Indonesia, perubahan iklim menyebabkan berbagai masalah seperti banjir, kekeringan, dan kenaikan suhu. Mitigasi perubahan iklim menjadi sangat penting, dengan kegiatan penghijauan sebagai salah satu upaya efektif. Kegiatan Buta Ijo di SDN Maja Selatan VI merupakan implementasi penghijauan di lingkungan sekolah. Melalui partisipasi siswa dan metode Participatory Action Research (PAR), kegiatan ini memperkuat kesadaran lingkungan dan menjaga ekosistem. Penerapan Buta Ijo melibatkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tantangan seperti kesadaran siswa dan kesulitan teknis diatasi dengan memberikan tanggung jawab kepada siswa, memilih tanaman yang tepat, dan melakukan monitoring secara berkala. Dampak nya meliputi lingkungan sekolah yang lebih hijau dan sehat serta peningkatan kesadaran lingkungan siswa. Manfaat jangka panjang mencakup penyediaan lingkungan yang sehat, mitigasi perubahan iklim, dan konservasi sumber daya. Kegiatan Buta Ijo bukan hanya berdampak lokal, tetapi juga mendukung upaya global dalam mengatasi perubahan iklim.