Sartika Sartika
Universitas Halu Oleo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBEDAAN SIKAP DAN MOTIVASI GURU SETELAH DI BERIKAN PENYULUHAN DENGAN MEDIA POSTER TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT INFEKSI DIARE PADA MURID SEKOLAH DASAR DI SD IT AL WAHDAH KENDARI Sartika Sartika; Hartati Bahar; Hariati Lestari
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v4i2.43281

Abstract

Diare merupakan penyakit yang menyebabkan keluarnya feses lebih dari 3 kali dengan konsistensi yang cair dapat disertai darah atau lendir dan frekuensi yang lebih sering daripada keadaan normal. Penyakit diare merupakan penyebab utama kematian anak, di seluruh dunia terdapat 1,7 miliyar terjadi kasus penyakit diare pada anak setiap tahun dan menyebabkan kematian sekitar 525.000 pada anak seluruh dunia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Kendari menunjukkan bahwa kasus diare pada tahun 2022 sebanyak 2.334 kasus yang terjadi pada kelompok semua umur. Berdasarkan data profil puskesmas Mokoau, jumlah penderita diare pada tahun 2020 sebanyak 61 kasus. Salah satu upaya untuk mencegah diare adalah memberikan penyuluhan kesehatan kepada tenaga pendidik untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan motivasi guru menggunakan media promosi kesehatan seperti poster. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap dan motivasi guru setelah diberikan penyuluhan dengan media poster tentang pencegahan penyakit infeksi diare pada murid Sekolah Dasar di SD IT Al Wahdah Kendari tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah Pre-Eksperimental dengan rancangan penelitian one group pre test-post test. Sampel penelitian sebanyak 33 orang dengan teknik pengambilan total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan poster. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai p-value dari uji wilcoxon terhadap sikap 0,000 dan p-value motivasi 0,000. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan perbedaan sikap dan motivasi guru setelah diberikan penyuluhan dengan media poster tentang pencegahan penyakit infeksi diare karena p-value < 0,05.
Tuturan Tari Mangaru di Desa Nepa Mekar Kecamatan Lakuko Kabupaten Buton Tengah Sartika Sartika; La Niampe; La Ode Marhini; La Ode Muhammad Sardiin
LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya Vol 7 No 2 (2024): Volume 7 No 2, Desember 2024
Publisher : Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Univeritas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lisani.v7i2.2977

Abstract

Tari Mangaru menggambarkan keberanian para lelaki yang berperang di masa lampau. Tarian ini menampilkan dua orang laki-laki yang berperan sebagai pejuang di medan perang. Keduanya menjadi elemen penting dalam pertunjukan karena merepresentasikan semangat dan suasana pertempuran. Dalam pertunjukan Tari Mangaru, keris digunakan sebagai alat utama. Sebagai tarian yang melambangkan keberanian, penggunaan senjata seperti keris menjadi unsur wajib bagi setiap penari. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Tari Mangaru di Desa Nepa Mekar, dengan fokus pada: (1) fungsi dan makna Tari Mangaru; (2) pola pewarisan tradisi lisan Tari Mangaru di Desa Nepa Mekar, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah. Informan dalam penelitian ini ditentukan melalui metode purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan empat tahapan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi dan makna Tari Mangaru bagi masyarakat Desa Nepa Mekar, Kecamatan Lakudo, adalah sebagai simbol kesatria atau laki-laki perkasa. Tari Mangaru merupakan tarian perang yang awalnya digunakan untuk melawan penjajah yang berusaha menguasai wilayah Buton. Namun, saat ini Tari Mangaru difungsikan sebagai sarana hiburan dan penyambutan tamu dalam berbagai acara adat. Pewarisan Tari Mangaru dilakukan oleh tokoh adat melalui beberapa metode, di antaranya: (1) sosialisasi dan (2) pelatihan kepada generasi muda.