Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI MADRASAH DALAM MERESPONS DINAMIKA PERILAKU BELAJAR SISWA DARI KELUARGA BROKEN HOME Wawan Mulyadi Purnama; Helmi Najamudin; Saharudin
Dar el-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol. 13 No. 1 (2026): April-September
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v13i1.12685

Abstract

Fenomena keluarga broken home merupakan realitas sosial yang berkaitan erat dengan dinamika perilaku belajar siswa di madrasah, khususnya pada jenjang pendidikan dasar yang berada pada fase perkembangan emosional yang rentan. Ketidakharmonisan keluarga berdampak pada ketidakstabilan emosi, penurunan motivasi, serta melemahnya keterlibatan akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis dinamika perilaku belajar siswa dari keluarga broken home,  faktor-faktor psikologis dan sosial yang melatarbelakanginya, serta mengkaji strategi madrasah dalam merespons kondisi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di MI NW Penakak, melibatkan 5 siswa kelas IV dan V dari keluarga broken home, orang tua siswa, guru kelas, serta kepala madrasah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan adanya kecenderungan penurunan motivasi belajar, kesulitan konsentrasi, perilaku menunda tugas, dan ketidakstabilan emosi di kelas. Faktor penyebab meliputi kurangnya dukungan sosial, pola asuh yang tidak konsisten, minimnya perhatian orang tua, serta lingkungan belajar rumah yang kurang kondusif. Madrasah merespons melalui penciptaan lingkungan melalui kegiatan ekstrakurikuler untuk memperkuat regulasi belajar siswa. Oleh karena itu, kebijakan pendidikan dasar perlu mengintegrasikan dukungan sosial-emosional dalam tata kelola madrasah guna menjamin stabilitas belajar siswa dari keluarga broken home.
Edukasi Pengelolaan Sampah Melalui Penerapan Eco-Enzyme di Lingkungan Ponpes Darunnasikah NW Pringgasela Nishfiya Ramdoniati; Andri Afriani; Helmi Najamudin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Al-Amin Vol. 4 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STAI Al-Amin Gersik Kediri Lombok Barat-NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54723/jpa.v4i2.668

Abstract

Islamic boarding schools are educational institutions that generate organic waste daily, primarily from kitchen and canteen activities as well as leftover food from students. Improperly managed organic waste leads to various negative impacts, such as environmental pollution, unpleasant odors, the proliferation of pathogenic microorganisms, the emission of methane gas (which contributes to global warming), and adverse effects on human health. Eco-enzyme is a liquid produced by fermenting organic waste—such as fruit peels and vegetable scraps—with a mixture of sugar and water over a period of approximately three months. The methodology employed in this community service activity comprised four stages: 1) planning, 2) implementation, 3) observation, and 4) evaluation. The activity involved 15 participants, consisting of 10 students and 5 supervising teachers. The results indicate an improvement in the participants' knowledge and skills regarding organic waste management through the use of eco-enzymes, evidenced by the increase in average pre-test and post-test scores. Observations also showed that the participants actively engaged throughout the activity.