Maimunah
Universitas Islam Indragiri

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengadaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Oleh Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Huda Parit Surau Desa Jaya Bhakti Kecamatan Enok Nur Kumaya Sari; Asmariani; Maimunah
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksistensi penelitian ini untuk mengetahui bagaimana ketua yayasan melaksanakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Huda Parit Surau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah ketua yayasan dan seksi sarana dan prasarana. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yayasan pondok pesantren miftahul huda parit surau belum mampu secara maksimal melakukan pengadaan sarana dan prasarana  dalam prosesnya yayasan pondok pesantren miftahul huda parit surau telah melakukan pembelian dengan cara mengumpulkan pengajuan kebutuhan dari lembaga-lembaga pendidikan, selanjutnya membuat sendiri barang yang dibutuhkan dengan menggunakan metode guna susun (kanibalisme) yaitu dengan memanfaatkan barang-barang yang rusak untuk dijadikan barang baru, selain itu yayasan pondok pesantren miftahul huda parit surau juga melakukan cara sewa menyewa untuk barang-barang yang anggarannya mahal dan tidak dipakai secara rutin, serta menerima hibah dari pihak lain dan dalam keadaan mendesak yayasan pondok pesantren miftahul huda parit surau menggunakan metode pinjam meminjam untuk memenuhi pengadaan sarana dan prasarana  pendidikan. Faktor yang mendukung berjalannya pengadaan sarana dan prasarana tersebut diantaranya: dukungan penuh dari dewan pengurus yayasan, jaringan dan relasi yang kuat, reputasi dan kepercayaan publik, ketersediaan sdm yang kompeten, visi dan misi yang jelas, partisipasi aktif masyarakat dan wali santri dan transparansi dan akuntabilitas. Sedangkan faktor yang menghambat berjalannya pengadaan sarana dan prasarana tersebut diantaranya: anggaran terbatas, lokasi yang terpencil, kualitas infrastruktur umum, keterbatasan ahli lokal, harga barang yang naik-turun, usia aset yang tua dan tantangan menjaga kualitas barang bantuan.  
Sistem Sirkulasi Perpustakaan Di SMA Negeri 1 Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Rika; Asmariani; Maimunah
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana bagaimana sistem sirkulasi perpustakaan di SMA Negeri 1 keritang dan Untuk mengetahui Bagaimana Kendala yang dihadapi dalam Pelayanan Sirkulasi Perpustakaan Di SMA Negeri 1 Keritang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah triangulasi. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepala perpustakaan dengan mencari bagaimana sistem sirkulasi perpustakaan di SMA Negeri 1 keritang. Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh sistem sirkulasi perpustakaan adalah, pertama, Perpustakaan menyediakan buku catatan untuk mencatat peminjaman untuk mendukung kelancaran layanan dan ketertiban administrasi, kedua, Melakukan pengecekan kartu anggota ketika keluar dari perpustakaan untuk memastikan bahwa buku yang dibawa sudah tercatat dalam buku peminjaman, Ketiga, Menyediakan formulir pendaftaran bagi siswa baru, Keempat, Data anggota perpustakaan dicatat secara manual, Kelima, Perpustakaan mencatat anggota yang terlambat mengembalikan buku, Keenam, Sanksi disampaikan secara bertahap baik secara langsung maupun tertulis, Ketujuh, Perpustakaan memberikan peringatan kepada peminjaman yang belum mengembalikan buku, Kedelapan, Perpustakaan memiliki kebijakan mengenai buku yang hilang maka wajib diganti, Kesembilan, Buku-buku di perpustakaan disusun sesuai berdasarkan sistem klasifikasi desimal dewey, Kesepuluh, Siswa atau petugas mengembalikan buku ke tempat semula setelah digunakan, Kesebelas, Perpustakaan membuat laporan mengenai data peminjaman dan pengembalian. Adapun kendala yang dihadapi dalam sistem sirkulasi perpustakaan yaitu: Keterbatasan sarana teknologi, seperti komputer dan jaringan internet, yang belum sepenuhnya mendukung sistem otomasi perpustakaan.
Manajemen Pemasaran Pendidikan Dalam Meningkatkan Jumlah Peserta Didik Di MTS Darul Rahman Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir Umi Mudrikah; Maimunah; Nur Komariah
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen pemasaran pendidikan dalam meningkatkan jumlah peserta didik di MTs Darul Rahman Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir serta faktor penghambat dan faktor pendukungnya, jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data Observasi, wawancara dan dokumentasi. Pertama: Manajemen pemasaran pendidikan di MTs Darul Rahman Tembilahan berjalan efektif dengan strategi identifikasi target pasar yang tepat, yakni masyarakat yang mengutamakan pendidikan islami dan pembinaan karakter. Kepala madrasah membangun citra positif melalui pelayanan berkualitas, keterbukaan, dan prestasi siswa, serta mengoptimalkan media sosial dan media cetak sebagai sarana promosi. Keunikan layanan berupa integrasi kurikulum nasional dan diniyah, pembiasaan ibadah, serta pengembangan keterampilan hidup menjadi daya tarik tersendiri. Branding konsisten serta peran aktif siswa dan alumni memperkuat pengenalan madrasah. Evaluasi rutin dan program loyalitas siswa mendukung peningkatan jumlah dan retensi peserta didik. Kerja sama dengan berbagai instansi memperkuat kualitas dan citra madrasah. Kedua, Faktor pendukung meliputi dukungan komite madrasah dan wali murid, kualitas guru, fasilitas memadai, komunikasi internal yang baik, serta testimoni positif alumni. Namun, keterbatasan anggaran promosi, persepsi masyarakat yang masih stereotip terhadap madrasah, persaingan dengan sekolah lain, dan kurangnya tenaga pemasaran digital menjadi faktor penghambat. Dengan strategi tersebut, MTs Darul Rahman berhasil meningkatkan jumlah peserta didik secara signifikan.
Manajemen Pengembangan Guru Di Madrasah Aliyah Miftahul Huda Parit Surau Desa Jaya Bhakti Kecamatan Enok Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau Nur Kholis; Maimunah; Suryani
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Manajemen Pengembangan Guru dan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor penghambat dan pendukung dalam Manajemen Pengembangan Guru Di Madrasah Aliyah Miftahul Huda Parit Surau Desa Jaya Bhakti Kecamatan Enok. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya data tersebut dituangkan dalam bentuk deskriptif. Kesimpulan penelitian yaitu: Pertama: Langkah-langkah yang Kepala Madrasah sampaikan mencakup aspek evaluasi, perumusan target, komunikasi, dukungan, monitoring, dan evaluasi. Melibatkan tim manajemen dan staf akademik dalam proses perumusan target, Kepala Madrasah memastikan adanya keterlibatan dan pemahaman kolektif terhadap tujuan strategis madrasah, kepala madrasah melakukan pelatihan itu secara mandiri yang di adakan sekolah tersebut sedangkan untuk pelatihan yang di adakan oleh pemerintah kabupaten itu di berikan kepada guru secara bergiliran agar semua merasa pelatihan dan pengembangan diri tersebut, selanjutnya yang berangkat itu menyampaikan kepada yang tidak berangkat bagaimana dan apa saja yang di sampaikan di pelatihan tersebut. Kedua, Faktor pendukung adalah Kebijakan yang jelas akan memberikan panduan dan kerangka kerja bagi semua pihak terkait dalam melaksanakan program pengembangan, Kolaborasi dan kerjasama dengan institusi pendidikan, lembaga pelatihan, dan komunitas profesional lainnya juga berperan penting dalam manajemen pengembangan guru, Evaluasi program pengembangan dan memberikan umpan balik kepada guru-guru adalah langkah yang kritis dalam meningkatkan efektivitas program tersebut. Sedangkan faktor penghambatnya adalah Pemanfaatan sumber daya eksternal yang kurang baik, Fleksibilitas dalam waktu yang kurang tepat, Pengembangan kebijakan dan prosedur yang kurang jelas, Peningkatan dukungan kepemimpinan yang kuran baik.
Manajemen Karakter Dalam MeningkatkanMutu Pendidikan Di SMPN 3 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir Syafria Dodi; Maimunah; Suryani
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui manajemen karakter dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMPN 3 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Adapun metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengelolaan dan analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahapan, yaitu: kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun pengujian keabsahan data melalui triangulasi sumber, teknik, dan teori. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen karakter dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMPN 3 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau dilaksanakan dengan efektif dan efesien, adapun berbagai proses tersebut yaitu proses perencanaan, proses pelaksanaan dan proses pengevaluasian. Adapun faktor yang menjadi penghambat pelaksanaan manajemen pendidikan karakter dalam peningkatan mutu pembelajaran di SMPN 3 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau adalah, kurangnya motivasi belajar siswa dan kurangnya peran orang tua dalam pembentukan karakter siswa di lingkungan keluarga dan adapun faktor yang menjadi pendukung dalam pelaksanaan manajemen pendidikan karakter yaitu guru sering mengikuti pelatihan, sering melakukan kegiatan keagamaan, dan mempunyai sarana yang memadai. Adapun implikasi penelitian ini yaitu diharapkan kepala madrasah agar lebih mengawasi serta memberi arahan dan dukungan baik secara materil maupun dari segi peningkatan kemampuan semua guru melalui pelatihan-pelatihan, sehingga kualitas layanan pembelajaran menjadi lebih efektif dan efesian sehingga terciptanya peningkatan mutu pembelajaran.