Penerjemahan merupakan sebuah aspek yang seringkali dilupakan dalam perkembangan industri pariwisata,
padahal penerjemahan memegang peranan kunci dalam peningkatan kualitas pariwisata sebuah negara. Tingkat
kepuasan akan ketersediaan informasi bagi wisatawan asing dapat terdongkrak dengan adanya media promosi
pariwisata bilingual yang berkualitas. Untuk menghasilkan terjemahan media promosi bilingual yang berkualitas,
penulis mengajukan beberapa teori penerjemahan yang relevan sebagai alat pengembangan kegiatan
penerjemahan dan penilaian terjemahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetapkan landasan teori
kegiatan penerjemahan dan penilaian terjemahan yang sesuai agar dapat dikembangkan menjadi sebuah alat
analisis induktif peningkatan kualitas terjemahan media promosi pariwisata bilingual. Penelitian ini merupakan
sebuah penelitian kajian pustaka. Berdasarkan kajian pustaka yang dilakukan, para penulis mengidentifikasi
bahwa teori strategi penerjemahan yang dikembangkan oleh Gerloff (1986), Krings (1986), Mondahl dan Jensen
(1996), Séguinot (1996), dan Lörscher (2005) dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas proses
penerjemahan, sedangkan teknik penerjemahan yang dikemukakan oleh Molina dan Albir (2002) dapat
diaplikasikan untuk mengevaluasi terjemahan penerjemah, dan teori penilaian kualitas terjemahan milik Nababan
(2004) berguna untuk menilai kualitas terjemahan. Sebagai simpulan, teori-teori tersebut bermanfaat untuk
menghasilkan sebuah landasan pembentukan alat analisis induktif penerjemahan media promosi pariwisata yang
dapat mendukung berkembangnya kualitas pariwisata di Indonesia.
Kata Kunci: Media Promosi, Penerjemahan, Pariwisata