Aulia Khamas Heikhmakhtiar
Universitas Pertahanan Republik Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Skema Otentikasi Ringan Untuk Perangkat IoT Dengan Menggunakan Metode Rivest Shamir Adleman Boy Sampetua Sipahutar; Aulia Khamas Heikhmakhtiar; Rinaldi Munir; Akhmad Farid Wadjdi
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol 6 No 2 (2023): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/intecoms.v6i2.7765

Abstract

Internet of Things (IoT) menghubungkan berbagai jenis perangkat ke internet, menciptakan sistem yang cerdas dan terintegrasi. Namun, keamanan menjadi tantangan yang signifikan dalam pengembangan IoT, karena perangkat yang terhubung ke internet rentan terhadap serangan cyber. Untuk mengatasi masalah keamanan pada IoT, skema otentikasi menjadi salah satu solusi yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan skema otentikasi ringan menggunakan enkripsi RSA untuk perangkat IoT. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental, dengan mengembangkan dan menguji implementasi skema otentikasi pada perangkat IoT. Data yang digunakan adalah data primer dari pengujian implementasi skema otentikasi pada perangkat IoT. Hasil pengujian implementasi skema otentikasi menunjukkan bahwa skema ini dapat memberikan tingkat keamanan yang memadai untuk perangkat IoT dengan overhead yang rendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah skema otentikasi ringan menggunakan enkripsi RSA dapat menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan keamanan pada perangkat IoT. Penelitian ini memberikan kontribusi untuk pengembangan teknologi IoT dengan menawarkan skema otentikasi yang aman dan efisien untuk perangkat IoT.
Dinamika Kematangan Digitalisasi Pemerintahan dan Fenomena Konvergensi SPBE di Indonesia: Pendekatan Ekonometrika Data Panel 2021–2024 Harry Pratomo Bagaskoro; Aulia Khamas Heikhmakhtiar; Rudy Agus Gemilang Gultom
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8988

Abstract

Akselerasi transformasi digital melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) berisiko memperlebar kesenjangan digital (digital divide) jika peningkatan skor tidak diimbangi oleh konvergensi kapasitas antarwilayah. Belum ada studi empiris longitudinal berbasis ekonometrika data panel yang menguji dinamika kematangan e-government secara nasional serta membuktikan keberadaan fenomena β-konvergensi pada era transisi GovTech di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemodelan longitudinal kinerja SPBE, menguji disparitas spasial (Jawa vs Luar Jawa), serta membuktikan ada/tidaknya pola β-konvergensi pada tingkat Pemerintah Daerah. Penelitian kuantitatif ini menerapkan pemodelan data panel seimbang (balanced panel dataset) pada N = 369 Pemerintah Daerah selama kurun waktu 2021–2024 (T = 4, total 1.476 observasi panel) dari Keputusan Menteri PANRB. Pemodelan ekonometrika data panel dan uji konvergensi beta dipilih karena mampu mengontrol heterogenitas yang tak terobservasi (unobserved heterogeneity) antar instansi serta mengukur kelajuan efek catch-up secara empiris. Hasil statistik menunjukkan kenaikan rata-rata indeks dari 2,24 (2021) menjadi 3,17 (2024). Namun, uji spasial mengonfirmasi adanya kesenjangan struktural di mana skor Pemda Jawa (rata-rata = 3,85) signifikan lebih tinggi dibandingkan Luar Jawa (rata-rata = 2,84) dengan t = 14,85 (p < 0,001). Uji beda laju pertumbuhan (2021–2024) juga membuktikan bahwa Pemda Jawa mengalami akselerasi yang signifikan lebih cepat (t = 3,69, p < 0,001). Terjadi divergensi spasial alih-alih konvergensi, menunjukkan efek Matthew Effect ('the rich get richer') dalam TIK pemerintah. Transformasi digital e-government Indonesia mengalami akselerasi kuantitatif namun secara bersamaan menderita ketimpangan spasial yang semakin melebar. Direkomendasikan adanya skema alokasi dana perimbangan TIK afirmatif dan redistribusi kapasitas SDM siber ke daerah Luar Jawa.