This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agronomika
Irma Wardani
Program Studi Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Duta Bangsa Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFISIENSI SALURAN PEMASARAN KACANG BUNCIS ( Phaseolus Vulgaris) DI DESA BUBAKAN KECAMATAN GIRIMARTO KABUPATEN WONOGIRI Jumadi; Tria Rosana Dewi; Irma Wardani
AGRONOMIKA Vol 19 No 2 (2021): JURNAL AGRONOMIKA AGUSTUS 2021
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menganalisis saluran penjualan sayur kacang buncis di Desa Bubakan. (2) Menganalisis margin penjualan sayur kacang bubcis di Dea Bubakan. (3) Menganalisis efesiensi masing-masing saluran penjualan sayur kacang buncis di Desa Bubakan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode diskriptif analisis dengan pengambilan sampel secara sensus. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis kualitatif dan kuantitatif, dengan menggunakan rumus margin tataniaga. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa saluran pemasaran kacang buncis di Dea Bubakan Kecamatan Girimarto Kabupaten Wonogiri dibagi menjadi tiga saluran pemasaran, yaitu: 1. Saluran I : Petani → Pedagang Pengecer → Konsumen. 2. Saluran II : Petani → Pedagang Pengumpul → Agen. 3. Saluran III : Petani → Pedagang Pengumpul → Pedagang besar → Pedagang Pengecer → Konsumen. Margin keuntungan yang terbesar terdapat pada saluran III sebesar Rp. 2.587/kg dan margin terkecil terdapat pada saluran I dan II masing-masing yaitu Rp. 936/kg dan Rp 921/kg Perbedaan margin keuntungan pada saluran I, II dan III disebabkan perbedaan biaya pemasaran yang dikeluarkan, margin pemasaran, volume pembelian dan adanya lembaga pemasaran yang terlibat dalam saluran. Efesiensi penjualan kacang buncis di Desa Bubakan Kecamatan Girimarto Kabupaten Wonogiri yang paling efisien yaitu pada saluran I yaitu sebesar 1,06%. Hal ini dikarenakan biaya yang dikeluarkan oleh pedagang pengecer untuk memasarkan sawi hijau sebesar Rp. 64 sedangkan nilai total produk yang diterima pedagang pengecer adalah sebesar Rp.5.000.