Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Civronlit Unbari

Simulasi Dengan Program EPA SWMM Versi 5.1 Untuk Mengendalikan Banjir pada Jaringan Drainase Kawasan Jati Yolla Fransiska; Junaidi Junaidi; Bambang Istijono
Jurnal Civronlit Unbari Vol 5, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/civronlit.v5i1.56

Abstract

Salah satu wilayah di Kota Padang yang dilanda banjir adalah kawasan Jati Kota Padang. Berdasarkan data banjir 22 Maret 2016, indikasi permasalahan yang ada di kawasan Jati yaitu kurangnya kapasitas saluran drainase. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mensimulasikan kemampuan Jaringan Drainase Kawasan Jati dengan menggunakan program EPA SWMM versi 5.1 dan menentukan alternatif penanganan masalah banjir yang tepat di kawasan tersebut. Model EPA SWMM 5.1 ini mampu  menghitung kuantitas dan kualitas limpasan permukaan dari setiap daerah tangkapan hujan, debit aliran, kedalaman aliran, dan kualitas air di setiap pipa dan saluran selama periode simulasi. Data-data yang digunakan pada penelitian ini adalah peta tata guna lahan untuk penentuan persentase impervious area, data hujan dan data dimensi saluran drainase pada kawasan Jati. Seri data hujan yang digunakan merupakan data hujan jam-jaman, karena tidak adanya data hujan jam-jaman pada stasiun hujan di lokasi penelitian, maka penentuan distribusi hujan jam-jaman dilakukan dengan mengubah lengkung Intensitas-Durasi-Frekuensi (IDF) untuk periode ulang 5 tahun menjadi Hyetograph hujan rencana dengan menggunakan Alternating Block Method (ABM). Setelah semua parameter input EPA SWMM 5.1 ditentukan dan diinputkan, simulasi dapat dilakukan. Simulasi yang dilakukan untuk mengatasi banjir di kawasan ini yaitu dengan 3 (tiga) skenario yaitu dengan mengubah dimensi saluran, perencanaan sumur resapan, dan mengubah arah aliran ke kanal banjir Jati. Dari 3 skenario simulasi yang dilakukan masih terdapat saluran yang meluap, tetapi dari 3 skenario ini, skenario yang lebih berpengaruh dalam mengatasi banjir di kawasan Jati adalah skenario 3.
Analisa Perubahan Garis Pantai di Wilayah Pantai Antara Muara Batang Air Dingin dan Muara Batang Anai Provinsi Sumatera Barat Boy Setiawan; Junaidi Junaidi; Ahmad Junaidi
Jurnal Civronlit Unbari Vol 5, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/civronlit.v5i1.61

Abstract

Garis pantai antara Muara Batang Air Dingin dengan Muara Batang Anai terletak sebagian di kota padang dan sebagian di Kabupaten Padang Pariaman, Propinsi Sumatera Barat. Sebelum tahun 2012 terjadi abrasi, hempasan ombak pada saat terjadi badai, dapat mencapai rumah-rumah penduduk. Pada tahun 2012, Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS V) dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Propinsi Sumatera Barat membangun groin untuk menanggulangi abrasi. Untuk mengetahui dampak dibangun groin ini, penulis tertarik untuk meneliti dan menganalisa perubahan garis pantai di wilayah pantai antara muara Batang Air Dingin dan muara Batang Anai. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengetahui posisi akresi dan abrasi sepanjang garis pantai di tempat penelitian serta membuat simulasi arah gelombang  sehingga dapat diketahui arah laju partikel (sedimen) akibat adanya bangunan  pengaman pantai. Untuk membuat simulasi perubahan garis pantai, penulis menggunakan software GENESIS. Dari penelitian ini diketahui bahwa pada lokasi yang telah dibangun groin, terjadi akresi di sepanjang lokasi pantai tempat penelitian. Pertambahan garis pantai mencapai 25 m dan laju akresi mencapai 4,2 meter/tahun. Pada daerah yang belum dibangun groin, terjadi abrasi akibat pengaruh berkurangnya pasokan sedimen karena telah ditangkap oleh groin yang berada pada sisi kirinya. Laju abrasi pertahun adalah 1,2 m/thn yang berada di lokasi pasie jambak Kota Padang. Berdasarkan simulasi Genesis 10 tahun kedepan dari tahun 2017.  Terjadi pergerakan sedimen yang bergerak dari kiri kekanan saat pengamat menghadap kelaut. Pemasangan groin yang efektif dalam memajukan garis pantai, namun berdampak negatif pada daerah yang belum dibangun groin seperti mundurnya garis pantai akibat berkurangnya pasokan sedimen.