Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Tiga Skema Kombinasi Hyper Parameter Convolutional Neural Networks dalam Klasifikasi Biji Kopi Hasil Roasting Luther Alexander Latumakulita
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 7, No 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v7i3.7580

Abstract

Abstrak - Indonesia merupakan negara kelima dengan konsumen kopi tertinggi di dunia. Selain enak, kopi juga bermanfaat untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Nilai konsumen kopi yang bertambah harus dibarengi dengan peningkatan mutu hasil roasting biji kopi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membangun sistem kecerdasan buatan yang dapat melakukan klasifikasi biji kopi robusta setelah proses roasting menggunakkan algoritma Convolutional Neural Network (CNN). Sebanyak 450 data biji kopi dari 3 class klasifikasi dilatih menggunakan 3 skema dengan kombinasi nilai epoch, batch size, dan learning rate yang berbeda. Hasil ekseprimen menunjukan bahwa skema dengan kombinasi hyper parameter dengan nilai epoch sebesar 200, batch size sebesar 16, dan learning rate sebesar 0,0001 menghasilkan akurasi testing tertinggi 96% dibandikan dengan kedua skema lainnya yang menghasilkan akurasi testing berturut-turut sebesar 95% dan 93%. Model klasifikasi yang dihasilkan menunjukan performansi system yang sangat baik menandakan model yang ditemukam dalam research ini dapat dipakai untuk mensortir kualitas biji kopi hasil roasting sehingga dapat berdampak positip dalam memajukan industry rosting kopi Indonesia..Kata kunci: CNN, Deep Learning, Klasifikasi, Biji Kopi Robusta Abstract - Indonesia is the fifth country with the highest coffee consumers in the world. Apart from being delicious, coffee is also useful for increasing the body's metabolism. The increasing consumer value of coffee must be accompanied by an increase in the quality of roasted coffee beans. The aim of this research is to build an artificial intelligence system that can classify robusta coffee beans after the roasting process using the Convolutional Neural Network (CNN) algorithm. A total of 450 coffee bean data from 3 classification classes were trained using 3 schemes with different combinations of epoch, batch size and learning rate values. The experimental results show that the scheme with a combination of hyper parameters with an epoch value of 200, a batch size of 16, and a learning rate of 0.0001 produces the highest testing accuracy of 96% compared to the other two schemes which produce testing accuracy of 95% and 93% respectively.  The resulting classification model shows very good system performance, indicating that the model found in this research can be used to sort the quality of roasted coffee beans so that it can have a positive impact in advancing the Indonesian coffee rosting industry.Keywords : CNN, Deep Learning, Classification, Robusta Coffee Beans
Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Lambung Menggunakan Metode Forward Chaining Dan Certainty Factor Scheryl Pongantung; Marline Sofiana Paendong; Luther Alexander Latumakulita
Indonesian Journal of Intelligence Data Science Vol 3 No 2 (2024): Volume 3 No 2 2024
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/ijids.v3i2.50076

Abstract

Limited knowledge about the early symptoms of stomach diseases has motivated the author to develop a system that helps the community obtain information. This system aims to provide assistance to the public in obtaining information, consultation, and early treatment for stomach diseases without having to have direct meetings with experts. The expertise of a medical professional in diagnosing stomach diseases can be implemented into an application. In this Expert System, Forward Chaining method is used for reasoning and the Certainty Factor method is used to calculate confidence levels. Based on data processing from one of the users, the research results show that GERD is the most likely diagnosis, with a Certainty Factor value of 96.5%.
Pemilihan Ukuran Kail Optimal Berbasis Karakteristik Ikan Laut Menggunakan Metode AHP-SAW: Studi Kasus di Perairan Sekitar Kota Manado Sanriomi Sintaro; Frangky Jessy Paat; Luther Alexander Latumakulita
Jurnal Komputasi Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Jurusan Ilmu Komputer Fakultas MIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/komputasi.v13i1.289

Abstract

Keberhasilan kegiatan penangkapan ikan dengan metode pancing sangat dipengaruhi oleh pemilihan ukuran dan jenis kail yang sesuai. Setiap spesies ikan memiliki karakteristik biologis yang berbeda, seperti berat tubuh dan ukuran mulut, yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan kail agar aktivitas penangkapan menjadi lebih efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pengambilan keputusan yang sistematis dalam pemilihan ukuran kail optimal untuk berbagai spesies ikan. Metode yang digunakan adalah kombinasi Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot kriteria dan Simple Additive Weighting (SAW) untuk merangking alternatif ukuran kail berdasarkan kriteria tersebut. Empat kriteria utama yang dipertimbangkan meliputi kesesuaian ukuran mulut ikan, kapasitas berat maksimum kail, kekuatan bahan kail, dan ketersediaan kail di pasaran. Proses SAW dilakukan secara spesifik untuk setiap spesies ikan, dengan mempertimbangkan karakteristik biologis masing-masing ikan sebagai tahap penyaringan awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran kail optimal sangat bervariasi tergantung pada spesies ikan target. Ikan berukuran besar seperti Tuna dan Marlin direkomendasikan menggunakan ukuran kail besar (9/0, 8/0), sementara ikan kecil seperti Roa dan Baronang lebih sesuai dengan ukuran kail kecil. Model AHP-SAW yang dibangun terbukti efektif dalam memberikan rekomendasi ukuran kail yang lebih objektif, sistematis, dan aplikatif. Temuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan praktik penangkapan ikan di lapangan. Ke depan, validasi lapangan bersama komunitas nelayan direncanakan untuk menguji efektivitas model ini di praktik penangkapan nyata. Selain itu, pengembangan sistem rekomendasi otomatis berbasis aplikasi diharapkan dapat meningkatkan penerapan model ini secara praktis di kalangan pelaku perikanan.