Farida Pulansari
Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH JENIS KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP PENINGKATAN KONSENTRASI NITROGEN DIOKSIDA (NO2) DI SEKITAR BUNDARAN DOLOG Euis Nurul Hidayah; Muhammad Agus Ainur Rosyid; Farida Pulansari
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2021): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v13i1.107

Abstract

Karakteristik Bundaran Dolog yang dikelilingi oleh jalan, mengakibatkan kerentanan terjadi penumpukan kendaraan bermotor pada jam-jam tertentu. Emisi Nitrogen Dioksida (NO2) dari kendaraan bermotor tersebut menyebabkan risiko pajanan polutan terhadap masyarakat yang bermukim di Bundaran Dolog, yaitu memberi efek negatif pada kesehatan manusia, berupa gangguan pernapasan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh volume kendaraan di Bundaran Dolog terhadap konsentrasi NO2, yang merupakan polutan dari emisi bergerak/kendaraan bermotor di jalan raya. Lokasi penelitian berada pada Bundaran Dolog yang terdiri dari area Taman Pelangi dan permukiman Jemur Gayungan, dengan total 8 titik pengambilan sampel yang dilakukan selama 6 hari. Penelitian mengukur volume kendaraan bermotor yang diklasifikasikan menjadi jenis ringan (LV), berat (HV), dan sepeda motor (MC), serta mengukur suhu dan kecepatan angin. Hasil penelitian menujukkan rata-rata konsentrasi NO2 30,92 ug/m3, suhu 30,2℃ di area Taman Pelangi, serta konsentrasi NO2 41,07 ug/m3, suhu 30,7℃ di area permukiman Jemur Gayungan. Pemodelan regresi linier berganda menunjukkan nilai 0,739 yang memiliki arti bahwa terdapat hubungan yang kuat secara simultan antara volume tiga jenis kendaraan LV, HV, dan MC, serta variebel suhu dan kecepatan angin terhadap kenaikan konsentrasi polutan NO2.