Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENCEGAHAN DAN PENANGANAN CEDERA OLAHRAGA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 10 CAWANG James Wilson Hasoloan Manik; Maksimus Bisa; Beriman Rahmansyah
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jfrwhs.v5i1.133

Abstract

Cedera olahraga apabila tidak ditangani dengan cepat dan benar dapat mengakibatkan gangguan atau keterbatasan fisik, baik dalam melakukan aktifitas hidup sehari - hari maupun melakukan aktivitas olahraga yang bersangkutan. Penelitian ini dilakukan bersamaan memberikan dengan sosialisasi kepada siswa SMKN 10 cawang tentang pencegahan dan penanganan cidera Olahraga. Dalam pelaksanaan penyuluhan siswa diajarkan bagaimana pencegahan serta penanganan cidera olahraga dengan mempraktekkan langsung. Data hasil skor kuesioner yang diambil sebelum diberikan penyuluhan menunjukan bahwa tingkat pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan cedera olahraga lebih tinggi pada siswa yang tidak pernah mengalami cedera olahraga. Booklet tentang pencegahan dan penanganan cidera olahraga juga diberikan kepada siswa dan guru sebagai buku pegangan/ panduan dalam pencegahan dan penanganan cedera olahraga. Dari pengolahan data evaluasi kuesioner dengan menganalisa rerata hasil kuesioner sebelum penyuluhan dan sesudah penyuluhan terdapat peningkatan nilai rerata setelah siswa SMKN 10 mendapatkan penyuluhan.
Pemeriksaan Kondisi Gerak dan Fungsi dan Penanganan Fisioterapi Pada Lansia di Gereja Bethel Indonesia Jemaat Danau Bogor James Wilson Hasoloan Manik; Beriman Rahmansyah; Lucky Anggiat; Weeke Budhyanti; Novlinda Susy A Manurung; Rosintan M Napitupulu; Citra Puspa Juwita; Maksimus Bisa; Lisnaini -
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 1 No. 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kondisi gerak dan fungsi lansia merupakan salah satu kondisi kesehatan yang menunjang aktivitas lansia dalam kehidupan sehari-hari. Dalam rangka mengupayakanpeningkatan kesejahteraan lansia maka Pengurus Gereja Bethel Indonesia (GBI) Danau Bogor Raya dan program studi fisioterapi fakultas vokasi Universitas Kristen Indonesiamelaksanakan kerja sama dalam bentuk pengabdian kepada masyarakatpada tanggal 15 Maret 2019 di GBI Bogor. Hasil dari pemeriksaan menunjukkan bahwa keluhan paling banyak terjadi pada gangguan sendi dan otot pada bagian pinggang dengan diikuti keluhan padapernafasan dan saraf.Kegiatan pemeriksaan umum dilakukan dengan mengukurtekanan darah, denyut nadi dan anamnesa serta dilanjutkan dengan memberikan terapis melalui modalitas terapi sinar infra merah, terapi ultrasonik, terapi latihan, terapi manual, terapi pijat, terapi stimulasi elektris dan latihan di rumah. Kegiatanterapis menerapi satu oranglansia dengan satu terapis. Pengabdian kepada masyarakat ini juga memberikan intervensi fisioterapi yang tepat dan homeprogram yang dapat dilakukan lansia setelah dirumah. Sebagian besar lansia mau mengikuti program pengabdian masyarakat ini, sehingga manfaat dari pemeriksaan dan intervensi fisioterapi dapat memberi manfaat yang baik pada masyarakat. Kata Kunci: lansia, fisioterapi, gerak, fungsi. Abstract The condition of movement and body function of elderly people were one of the most supporting factors in activity of daily living. In the purpose of improving the wellnessof elderly in Gereja Betel Indonesia (GBI), the committee of GBI and Program Studi Fisioterapi UKI made collaborationin community service for the elderly on 15 March 2019. The result of the community service revealed thatthe elderly have some problems of joints and muscle, especially in lower back, also with some problemsin respiratoryand neurology. The activitieswere general health screening with measuring the blood pressure, pulse rate and physical and function anamnesis and continuedto physiotherapy treatment using modalities like infrared rays, ultrasound therapy, exercise therapy, manual therapy, massage therapy, electrical stimulation and home exercise. The therapists treatthe elderly personally.This community service provides intervention based problem of elderly with home program that they can do at home. Almost all elderly want to join this community service, so the impact of assessment and physiotherapy intervention can give good effects to the community. Keywords : Elderly, physiotherapy, movement, function
PENAMBAHAN LATIHAN NEURAC TERHADAP RESISTANCE TUBE EXERCISE TIDAK LEBIH MENINGKATKAN KETEPATAN TENDANGAN PADA PEMAIN SEPAK BOLA James W H Manik; I Putu Adiatmika; Muh. Irfan; Luh Made Indah Sri Handari Adiputra; I Putu Adiartha Griadhi; S. Indra Lesmana
Sport and Fitness Journal Volume 5, No.2, 2017
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.394 KB)

Abstract

Background: One of the things that greatly affect the capability and performance of lower trunk and lower extremity is core stability. Core stability is the ability to control the position and movement of the trunk to pelvic used to produce, transfer and control the power and motion to with the final segment of the integrated activities. Method: The study was a randomized experimental design with pre- and post-test control group design. 34 students from SMU Olahraga Ragunan Jakarta students between 16-19 years old which is participating as sample on 6 weeks research on Mei-June 2016. The group was divided into two groups-first group doing tube resistance exercise and second group doing combination of tube resistance exercise and neurac training. Measurement instruments used were kicking the ball into the goal using the method of measurement by Finnoff. Measurements were taken before treatment and after treatment. Result: The mean accuracy of the first group before treatment 9.882 ± 2.11, after treatment 11.058 ± 1:51 after tested with paired samples t-test has increased significantly (p = 0.03). The mean accuracy kick second group before treatment 10,588±3,624, after treatment 12,470±3,184, after being tested with paired samples t-test experienced a significant improvement (p = 0.002). The mean difference in accuracy kick of first group (9.882 ± 2.11) compared with second group (11.058 ± 1:51) tested by Mann Whitney U test has no significant difference p = 0.495 (p?0.05). Conclusion: The conclusions of this research is Replenishment of Neurac Exercise to Resistance Tube Exercise Not Increasing Kicking Accuration on Soccer Player of SMUN Olahraga Ragunan Jakarta Student
Determinan Penghindaran Pajak dengan Profitabilitas Sebagai Pemoderasi pada Perusahaan Manufaktur James Manik; Darmansyah Darmansyah
JRAP (Jurnal Riset Akuntansi dan Perpajakan) Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Magister Akuntansi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35838/jrap.2022.009.02.12

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine the potential factors represented by likuidity, sales growth and leverage that are suspected to affect Tax avoidance with Profitability as a moderating variable. Some predictor variables which used this study, liquidity, sales growth & leverage. This research was conducted at Manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015-2018. The number of samples was selected by purposive sampling method is 208 samples from 52 companies for four years. The type of data used is secondary data in the form of financial statements of Manufacturing companies. The data analysis technique used is Moderated Regression Analysis. The results showed that the Liquidity have negative effect on Tax avoidance while sales growth and leverage have significance effect on Tax avoidance. The contribution in this study is Profitability as moderating variable, able to moderate the effect of liquidity, sales growth and leverage on tax avoidance, because profitability is a profit owned by taxpayers which of course will have an impact on the amount of tax burden that must be paid by taxpayers which tends to be avoided. by the taxpayer to be paid. ABSTRAK Tindakan penghindaran pajak yang diproksikan dengan likuiditas, pertumbuhan penjualan dan leverage, terhadap penghindaran pajak dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi. Penelitian ini dilakukan pada manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2018. Jumlah sampel dipilih dengan metode purposive sampling adalah 208 sampel yang berasal dari 52 perusahaan selama empat tahun. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan manufaktur. Teknis analisis data yang digunakan yaitu Moderated Regression Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Likuiditas berpengaruh negatif terhadap penghindaran pajak, sedangkan pertumbuhan penjualan dan leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap penghindaran pajak. Kontribusi dalam penelitian ini adalah, bahwa variabel pemoderasi yaitu Profitabilitas mampu memoderasi pengaruh likuiditas, pertumbuhan penjualan dan leverage terhadap penghindaran pajak, karena profitabilitas merupakan laba yang dimiliki oleh wajib pajak yang tentunya akan berdampak terhadap jumlah beban pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak yang cenderung dihindari oleh wajib pajak untuk dibayar.
Edukasi Latihan Fisik Meningkatkan Kesimbangan Pada Lansia Citra Puspa Juwita; James Manik; Liswanto Dwi Saputra
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v5i2.5109

Abstract

Elderly generally has an imbalance that is at risk of falling, it's related to joint stabilization and posture. Prodi Physiotherapy Team collaborated with the head of the Puskesmas of Kramat Jati and Camat Kramat Jati, East Jakarta conducted education to participants Forum Komunikasi Lansia Usia (FKLU). The purposed of the community service is the participant can practice physical exercises of treatment of balance disorders well and correctly. There are three stages in achieving the goal, namely the provision of education on balance, physical exercise prevention and self-management disorder imbalance training strategies, and simulation of assessment of the level of imbalances in 42 elderlies. Balance Strategy training includes three moves, namely strategic legs, strategic hips, and strategic steps. As a result of the evaluation, it was found that 93% of the participants could stand without a penetration, the balance of one leg was largely well balanced by the right leg, and at step movements the most balance was achieved when the right foot was in front. Beneficial Balance Strategy Training Increases the risk of falling on the elderly.
HUBUNGAN SIKAP TUBUH TERHADAP RISIKO NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEKERJA PABRIK TAHU DAN TEMPE KOTA DEPOK: RELATIONSHIP BETWEEN BODY POSTURE AND THE RISK OF LOWER BACK PAIN IN TOFU AND TEMPE FACTORY WORKERS IN DEPOK CITY Manik, James
HelFin Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v2i1.6459

Abstract

Keluhan Muskuloskeletal adalah keluhan pada bagian-bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan yang sangat ringan sampai berat. Jika dalam hal ini otot menerima beban statis secara berulang dan dalam waktu yang lama, maka dapat menyebabkan kerusakan pada otot, saraf, tendon, persendian, kartilago, dan discus invertebrata. Salah satu gangguan akibat keluhan muskuloskeletal ialah nyeri punggung bawah. Nyeri punggung bawah merupakan salah satu masalah umum kesehatan yang sering ditemukan pada masyarakat. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara postur kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah pada pekerja pabrik tahu dan tempe. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional jenis korelasi dengan menggunakan kuesioner dan juga Rapid Entire Body Assesment (REBA) untuk mengukur postur kerja. Subjek penelitian yaitu pekerja pabrik tahu dan tempe yang berada di kota X dengan jumlah sebanyak 47 pekerja. Hasil: Berdasarkan hasil dari olah data dengan SPSS didapatkan hasil uji korelasi menggunakan Chi Square yaitu didapat tidak ada hubungan yang signifikan (p value= 0.012). Kesimpulan: bahwa terdapat hubungan antara postur tubuh dengan risiko terjadinya nyeri pinggang bawah.
MANFAAT STRETCHING DAN TERAPI LATIHAN PADA KONDISI PARKINSON (STUDI KASUS) James Manik; Kirana Wardhani
HelFin Journal Vol. 1 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v1i1.5358

Abstract

Latar belakang: Parkinson merupakan salah satu penyakit neurodegeneratif progresif yang menyebabkan penurunan fungsi otak dan sistem saraf. Kondisi ini memunculkan gangguan motorik berupa tremor, rigiditas, bradikinesia, dan instabilitas postural. Tujuan: untuk mengetahui manfaat fisioterapi dalam meningkatkan kekuatan otot, daya tahan otot, dan keseimbangan pada penderita Parkinson yang mengalami instabilitas postural. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Subjek merupakan seorang pasien pria berusia 77 tahun yang diagnosa medis Parkinson dengan keluhan gangguan keseimbangan berjalan. Pengumpulan data dilakukan dengan anamnesis (secara auto dan hetero), observasi, dan pemeriksaan. Instrumen pemeriksaan yang digunakan yaitu manual muscle testing (MMT), berg balance scale (BBS), dizziness handicap inventory (DHI), dan time up & go test (TUG). Intervensi yang diberikan yaitu stretching dan terapi latihan; bridging exercise, diagonal moving cone, latihan berjalan melintasi cone, postural control direct, lempar tangkap bola di atas trampolin, serta mengoper bola dengan rotasi kepala & trunk. Hasil: setelah dilakukan terapi sebanyak 7 kali ditemukan peningkatan total skor Berg Balance Scale (BBS) dan Timed Up and Go test (TUG) yang merupakan pengukuran tingkat keseimbangan serta risiko jatuh. Peningkatan skor BBS dari 36 menjadi 40 dengan interpretasi risiko jatuh sedang. Pada pengukuran TUG, terdapat perubahan waktu dari 20 detik (risiko jatuh sedang) menjadi 16 detik (risiko jatuh ringan). Kesimpulan: Pemberian intervensi stretching dan berbagai terapi latihan dapat meningkatkan keseimbangan dan mengurangi risiko jatuh pada penderita Parkinson. Kata kunci : parkinson, stretching, terapi latihan, gait training, vestibular exercise.
HUBUNGAN SELF MANAGEMENT DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN PADA KONDISI HEMIPARESE PASCA STROKE: THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF MANAGEMENT AND THE LEVEL OF INDEPENDENCE IN POST STROKE HEMIPARESE CONDITIONS James Manik; Beriman Rahmansyah; Cory Apolena Amelia Saud
HelFin Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v3i1.7137

Abstract

Latar Belakang: Stroke termasuk satu dari beberapa pemicu utama kematian dan kecacatan di dunia, yang berdampak besar pada kemandirian dan kualitas hidup para penderitanya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan guna mengkaji hubungan antara kemampuan pengelolaan diri atau self management dan tingkat kemandirian pada pasien yang mengalami hemiparesis pasca stroke. Metode: Metode yang dipergunakan pada penelitian ini yaitu metode korelasional kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, data dikumpulkan dari 30 pasien pasca stroke yang mendapatkan pelayanan fisioterapis di Klinik Mandiri Center pusat dan cabang Jakarta. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Southampton Stroke Self-Management Questionnaire (SSSMQ) dan Functional Independence Measurement (FIM) melalui penggunaan uji korelasi spearman. Hasil: Hasil penelitian self management dan tingkat kemandirian sebesar r= 0,564, dengan nilai signifikan p= 0,001 berarti adanya hubungan positif yang signifikan antara self management dengan tingkat kemandirian, yang berarti kemampuan self management yang lebih baik berkaitan dengan kemandirian yang lebih tinggi dalam aktivitas sehari-hari setelah stroke. Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan self management untuk mendukung hasil yang lebih baik terhadap kemandirian pada pasien pasca stroke.