Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsumsi Pangan Kaya Besi Hem untuk Mencegah Anemi pada Balita Stunting Dian Saraswati; Lilik Hidayanti; Nisatami Husnul
Jurnal Pasca Dharma Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2024): Mei 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pdpm.v5i1.63207

Abstract

Kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu indikator untuk mengukur kemajuan suatu bangsa, sehingga Indonesia menempatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai isu, program dan strategi pembangunan yang utama. Balita dengan anemia akan menjadi stunting, menjadi bagian dari sumber daya manusia yang tidak sesuai dengan sasaran pembangunan SDM. Anemia dapat dicegah dengan memprioritaskan asupan dari pangan kaya besi hem yang diperoleh dari protein hewani. Tasikmalaya merupakan salah satu wilayah di Provinsi Jawa Barat dengan kebiasaan makan masyarakat cenderung didominasi oleh pangan nabati. Berdasarkan hal tersebut, kami melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat skema Program Peningkatan Kesehatan Masyarakat (PbM-PPKM) Promosi Konsumsi Pangan Kaya Besi Hem untuk Mencegah Anemia pada Balita Stunting. Promosi pangan kaya besi hem merupakan upaya untuk mencegah agar balita tidak menderita anemia. Pelaksanaan kegiatan PbM-PPKM bekerjasama dengan dua Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Puskesmas Kahuripan Kota Tasikmalaya yaitu Posyandu Cempaka dan Edelweis sebagai mitra. Upaya pencegahan terjadinya anemi pada balita yang dilakukan adalah  berbagi cerita asupan besi hem pada balita melalui metode pemicuan, promosi makanan kaya besi hem, dan demonstrasi penyusunan menu makanan kaya besi hem. Pengabdian sudah dilaksanakan dengan dilakukan sebelumnya ada pre-test dengan hasil rata-rata skor 3,8 dan post test dengan nilai 4,7 dari 5.
Edukasi higiene sanitasi penjamah makanan di Pondok Pesantren Muara Bantarkalong Tahun 2024 Nisatami Husnul; Taufiq Firdaus Al-Ghifari Atmadja; Nur Arifah Qurota A'yunin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.26347

Abstract

AbstrakPondok pesantren merupakan institusi pendidikan yang menyediakan layanan penyelenggaraan makanan bagi santri yang tinggal di asrama. Kualitas makanan yang diberikan kepada santri, remaja yang masih dalam usia pertumbuhan, sudah selayaknya terjamin dari segi kebersihan dan keamanan pangan. Higiene dan sanitasi penjamah makanan sebagai syarat mutlak dalam penyelenggaraan makanan, khususunya bagi santri yang tinggal di pondok pesantren. Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Tujuan pengabdian ini yaitu memberikan edukasi higiene dan sanitasi pada penjamah makanan di Pondok Pesantren Muara Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya. Mitra sasaran yaitu Pondok Pesantren Muara Bantarkalong, dengan sebelas orang penjamah makanan sebagai peserta edukasi. Metode pelaksanaan pada kegiatan pengabdian ini yaitu mulai pengkajian, sosialisasi kegiatan, pembuatan bahan edukasi, pelaksanaan edukasi  dan evaluasi menggunakan pengisian formulir pre-post tes. Hasil dari pengabdian menunjukan adanya peningkatan pengetahuan mengenai higiene sanitasi pada penjamah makanan, dan peserta dapat mempraktekan cara mencuci tangan yang tepat. Kegiatan edukasi menjadi langkah pertama dalam pemberdayaan masyarakat ini, sehingga penjamah makanan di Pondok Pesantren Muara Bantarkalong dapat menyediakan makanan yang sehat dan bergizi. Kata kunci: higiene; penjamah makanan; pesantren; sanitasi; santri AbstractIslamic boarding schools are educational institutions that provide food service for students who live in dormitories. Students should get the quality of food, which hygiene and sanitation of food handlers are absolute requirements in food service, especially for students who live in Islamic boarding schools. This community service activity is part of Community-Based Empowerment, with the scope of Community Partnership Empowerment. The community service activity aims to increase food handlers's knowledge about hygiene and sanitation to provide food at the Muara Bantarkalong Islamic Boarding School, Tasikmalaya Regency. The target partner is the Muara Bantarkalong Islamic Boarding School, with eleven food handlers as education participants. The implementation method for this community service activity starts from assessment, activity socialization, making educational materials, implementing education, and evaluation using pre-post test form filling. The results of the community service show an increasing knowledge about hygiene and sanitation among food handlers, and they can practice the correct way to wash their hands. Educational activities are the first step in empowering this community so food handlers at the Muara Bantarkalong Islamic Boarding School can provide healthy and nutritious food. Keywords: food handlers; hygiene; islamic boarding school; sanitation; students