Pesatnya kemajuan teknologi informasi menuntut adanya digitalisasi dalam pelestarian budaya dan pariwisata, namun pengembangan aplikasi sering kali terhambat oleh desain antarmuka yang rumit dan tidak intuitif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi antarmuka pengguna (User Interface/UI) serta pengalaman pengguna (User Experience/UX) pada aplikasi Reog Ponorogo berbasis mobile guna meningkatkan aksesibilitas informasi budaya dan daya tarik wisata Kota Ponorogo. Metode yang digunakan adalah Lean UX, yang mencakup siklus iteratif berupa Declare Assumptions, Create an MVP, Run an Experiment, serta Feedback and Research. Data awal dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan praktisi, wisatawan, dan masyarakat umum untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna. Hasil penelitian ini berupa high-fidelity prototype yang mencakup fitur sejarah Reog, jadwal acara, lokasi wisata, serta dukungan multibahasa dan mode tampilan. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen System Usability Scale (SUS) yang melibatkan 25 responden diwakili masyarakat lokal dan wisatawan. Hasil pengujian menunjukkan skor rata-rata sebesar 88,9, yang menempatkan prototipe aplikasi dalam kategori "Excellent". Dengan demikian, penerapan metode Lean UX terbukti efektif dalam menghasilkan solusi desain yang adaptif, mudah digunakan, dan sesuai dengan harapan pengguna dalam mendukung pelestarian budaya digital.