Prasetyo Prasetyo
Program Studi Teknik Mesin, Politeknik Negeri Bandung, 40559

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Karakteristik Penyebaran Temperatur Pada Blower Lobe Kembar Type NRB-4 Karena Pembebanan Menggunakan Metode Termografi Geri Ryan Ramdhani; Prasetyo Prasetyo; Parno Raharjo
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v7i1.31940

Abstract

Kompresor blower lobe kembar merupakan salah satu jenis kompresor positive displacement. Gangguan atau kerusakan pada kompresor blower lobe kembar dapat diuji dengan menggunakan termografi. Objek yang digunakan adalah blower lobe kembar dengan spesifikasi daya 3,75 kWatt, putaran 1640 rpm, tekanan 0,1 bar, supply tegangan 3 fasa, dan debit 8 m3 /min. Pengambilan data menggunakan thermocam Flir i5. Pengujian dilakukan putaran tetap sebesar 30 Hz (1800 rpm) dengan variasi pembebanan pada katup buang (fully open, 20º, 40º). Waktu pemindaian pada operasi 30, 45, 60, 75, 90, 105, dan 120 menit. Titik pengukuran pada motor body, pulley driver, rotor, bearing non drive end, compressor body, bearing drive end, pulley driven. Analisanya menggunakan metode trending dan descriptive. Hasil yang didapat pada pengujian karakeristik penyebaran temperatur pada blower lobe kembar menunjukkan temperatur tertinggi terjadi pada pulley driver dengan rentang kenaikan 3 - 15 ºC, pulley driven dengan rentang kenaikan 2 – 13 ºC, bearing compressor non drive end 2 dengan rentang kenaikan 3 – 14 ºC, rotor 2 dengan rentang kenaikan 4 - 12 ºC, rotor 1 dengan rentang kenaikan 4 - 12 ºC, bearing compressor non drive end 1 dengan rentang kenaikan 3 - 11 ºC, bearing compressor drive end 2 dengan rentang kenaikan 3 - 6 ºC, motor body dengan rentang kenaikan 2 - 8 ºC, bearing compressor drive end 1 dengan rentang kenaikan 2 - 8 ºC, compressor body dengan rentang kenaikan 2 - 6 ºC. Kenaikan temperatur dipengaruhi oleh waktu operasi, putaran motor, dan pembebanan pada katup buang. Semakin lama waktu operasi, semakin besar putaran motor dan pembebanan pada katup buang, maka semakin besar pula kenaikan temperatur yang terjadi.