Makbul A.H. Din
Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Institut Agama Islam Negeri Ternate

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Harmoni Dalam Keanekaragaman: Upaya Membangun Moderasi Beragama di Desa Susupu Kabupaten Halmahera Barat Makbul A.H. Din; Mubaddilah Rafa'al; Rakhmat
BARAKTI: Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : PT. Sangadji Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muncul gerakan keagamaan yang radikal, tidak moderat, adalah refleksi dari ketidakpuasan atas keadaaan kebangsaan kita. Radikal tentu dilatari banyak hal, faktor utamanya adalah ketidakadilan, termasuk idiologi yang dipahami berlebihan. Radikal tentu dilatari banyak hal, faktor utamanya adalah ketidakadilan, termasuk idiologi yang dipahami berlebihan. Pentingnya memahami moderasi beragama bagi masyarakat desa Susupu, hal ini diperlukan untuk menghindari konflik dan meningkatkan harmoni sosial, mencegah penyebaran radikalisme dan ekstremisme, meningkatkan ketahanan mental terhadap informasi hoax. Metode pelaksanaannya yaitu metode ceramah dengan memberikan materi tentang moderasi beragama. Pelaksanan kegiatan ini dilakukan secara tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Keterangan informan di atas memberikan indikasi bahwa menanamkan pengetahuan tentang moderasi beragama hendaknya dilakukan secara terus menerus dengan melibatkan dua komunitas berbeda agama. Hal ini dimaksudkan guna menanamkan dan atau membentuk pengetahuan yang berimplikasi pada sikap masyarakat dalam kehidupan sosial, budaya dan keagamaa. Kesadaran untuk tidak berkonflik adalah tujuan yang paling mulia. membangun kesadaran beragama adalah tujuan dari moderasi beragama. Moderasi mengajarkan setiap orang bersikap moderat, tidak mengedepankan perbedaan, tetapi menjunjung tinggi perbedaan. dapat disimpulkan bahwa upaya desa Susupu membangun moderasi beragama menunjukkan komitmen masyarakat untuk menciptakan kerukunan dan menghargai perbedaan agama.
Pembinaan Keagamaan: Refleksi Pembinaan Ummat di Era Digital pada Desa Galo-Galo Kabupaten Pulau Morotai Makbul A.H. Din; Burhan; Enang Y. Nurjaman; Mubaddilah Rafa'al
BARAKTI: Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : PT. Sangadji Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pandangan Syekh Said Ramadhan al-Bouty, ada beberapa manfaat dan pentingnya mempelajari sejarah hidup Nabi Muhammad SAW. Diantaranya adalah sebagai berikut; dengan mempelajari sejarah hidup Nabi Muhammad SAW, kita bisa memahami tentang kepribadian kenabian Nabi Muhammas SAW, melalui celah kehidupan dan kondisi yang pernah dihadapinya. Desa Galo-Galo adalah salah satu desa yang ada di kecamatan Morotai Selatan, kabupaten Pulau Morotai yang juga merupakan desa binaan dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate. Ada desa binaan yang dimiliki oleh IAIN Ternate salah satu tujuan adalah untuk pemberian manfaat kepada masyarakat lokal. Metode pelaksanaan meliputi: (a) Penunjukkan panitia dan peserta, (b) Tahapan dan waktu pelaksanaan, dan (c) Peserta, pemateri, dan moderator. Hasil dan pembahasan dari kegiatan PkM yaitu Refleksi historis atas perjuangan dakwah Rasulullah SAW, dalam pembentukan masyarakat islam menjadi titik awal dan menandai adanya reformasi masyarakat Arab, dari dunia kebadawian ke sesuatu yang lebih berada. Kini tugas kita adalah meneladani apa yang dilakukan beliau. Dakwah, menyampaikan Islam , ber amar ma'ruf nahi munkar adalah kewajiban setiap muslim. Berdakwah memang bukan hal yang mudah, apalagi di zaman saat ini. Namun setidaknya, ketika amanah dakwah ini terasa begitu pilu dan sulit ingatlah segera perjuangan Rasulullah. Pembinaan umat di era digital meliputi: pesan dakwah di era digital dalam perspektif ummatan wasatho, pembinaan kelompok kerja 2 pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga melalui diskusi supaya sadar pendidikan keluarga di era digital, pergeseran nilai-nilai agama, bahasa, dan tradisi di era digital, teacher competence in utilizing digital media literacy in education, dan penguatan dakwah islam aswaja pada generasi muda di era digital. Kesimpulannya Perjuangan beliau juga menunjukkan bahwa dakwah bukanlah perjalanan yang mudah, tetapi melalui dedikasi dan ketulusan, hasil yang besar dapat dicapai. Dalam pembinaan umat di era digital, penting untuk memperhatikan nilai-nilai agama, pendidikan keluarga, literasi media digital, dan penguatan dakwah.