Hasil studi pendahuluan dari 15 remaja puteri, 7 orang mengatakan tidak minum secara teratur karena rasanya yang tidak enak, menimbulkan rasa mual saat meminumnya, lupa minum TTD dan kurang merasa penting meminumnya.5 orang mengatakan minum multivitamin lain yang rasanya lebih enak berupa syrup dan 3 orang lainnya minum TTD sesuai aturan minum yang dianjurkan. Kondisi ini menggambarkan pengetahuan remaja puteri yang masih kurang terhadap pentingnya konsumsi TTD. Program pemberian TTD dapat berhasil apabila remaja puteri patuh mengkonsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran. Namun masih banyak remaja putri yang tidak patuh mengkonsumsi TTD karena beberapa faktor, yaitu pengetahuan, sikap, dukungan guru dan orang tua. Metode Pengabdian masyarakat yang digunakan yaitu pembentukan kader kesehatan remaja sebagai perwakilan kelas dan pelatihan kader kesehatan remaja dan guru UKS dalam memberikan edukasi pada remaja puteri SMPIT Ukhuwah agar meningkatkan kesadaran remaja puteri dalam kebiasaan minum TTD. Luaran PKM adalah siswi remaja remaja bisa meningkatkan pengetahuannya tentang anemia sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya anemia pada remaja sebagai kelompok yang rentan anemia, mengurangi dan meningkatkan kepatuhan mereka meminum tablet tambah darah untuk mencegah anemia, terbentuknya kader kesehatan remaja puteri SMP IT Ukhuwah pada masing-masing kelas, peningkatan kebiasaan remaja puteri SMP IT minum TTD, Publikasi artikel ilmiah dan terbentuknya kelompok Giat Remaja Sehat Peduli Anemia. Juga dengan adanya keder kesehatan remaja dalam setiap kelas diharapkan bisa memudahkan para siswi mendapatkan informasi tentang anemia melalui teman sebaya. Mereka juga lebih mudah mengemukakan keluhan –keluhan yang menjadi tanda-tanda anemia dengan temannya