Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Praktik Sosial dalam Peralihan Mata Pencaharian Komunitas Pesisir di Teluk Gok I Dewa Made Satya Parama; Arif Nasrullah; Hafizah Awalia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1314

Abstract

Masyarakat pesisir kini menghadapi sejumlah tantangan seperti perubahan iklim, urbanisasi, kesejahteraan, intensifikasi budidaya perikanan dan kemiskinan. Tantangan tersebut perlu direspon dengan melakukan upaya resiliensi melalui strategi adaptif agar dapat mengurangi kondisi kerentanan. Terkadang strategi yang dipilih hanya sebatas bertujuan untuk bertahan hidup dan tidak mempertimbangkan upaya-upaya dalam melakukan mobilitas sosial ataupun memperbaiki posisi pada formasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pergerakan posisi agen-agen melalui relasinya dengan struktur pada komunitas pesisir di Teluk Gok, Lombok Barat. Teori praktik sosial milik Pierre Bourdieu menjadi alat analisis melalui konsep-konsep utamanya yaitu habitus, modal dan arena. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.  Penentuan informan penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik purposive. Hasil penelitian ini menemukan bahwa peralihan mata pencaharian dipengaruhi oleh adanya perubahan habitus pada agen yang bersumber dari pengalaman masa lalu dan masa kini yang mengakibatkan pergeseran persepsi atas sumber daya laut. Kondisi modal ekonomi, modal sosial dan modal budaya mengalami keterbatasan sehingga menjadi penghambat dalam menentukan strategi. Dinamika arena ditandai dengan adanya pelemahan pada sektor perikanan tradisional dan di sisi lain mulai tumbuhnya sektor pariwisata serta kondisi tempat tinggal yang terisolasi. Praktik sosial aktor di Teluk Gok dalam peralihan mata pencaharian menunjukkan bahwa struktur kelas cenderung stabil dan pergerakkan posisi-posisi aktor tidak mengalami perubahan yang signifikan.
LIFESTYLE DAN KESEJAHTERAAN: POTRET MATA PENCAHARIAN PADA MASYARAKAT PESISIR LOMBOK UTARA Hafizah Awalia; Arif Nasrullah; I Dewa Made Satya Parama
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v7i1.25358

Abstract

This study explores the transformation of lifestyle and well-being in Gili Air’s coastal community, North Lombok, driven by rapid tourism growth. Using a qualitative case study approach with in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, it uncovers socio-economic change patterns. Findings show tourism has shifted livelihoods from traditional fishing and dryland farming to service jobs like homestays, tour guiding, and souvenir trading, boosting income, promoting modern consumption (gadgets and branded goods), and improving material well-being. However, this threatens local customs, social structures, and cultural values, seen in declining communal solidarity (gotong royong) and rising individualism, plus environmental strains from overdevelopment like land conversion and beach erosion, risking long-term sustainability. Referencing Jean Baudrillard, the study highlights the paradox: economic gains often foster illusory prosperity via symbolic consumption. Solutions involve multi-stakeholder collaboration based on local wisdom and participation to create inclusive policies for sustainable development, cultural preservation, and equitable benefits, ensuring modernization maintains ecological and social balance.
Modal Sosial dan Resiliensi Sosial Masyarakat Pesisir: Analisis Kapasitas Adaptif Teluk Gok, Lombok Barat Arif Nasrullah; I Dewa Made Satya Parama; Hafizah Awalia
REFORMASI Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i3.7706

Abstract

 This study analyzes the role of social capital in shaping the social resilience of the coastal community in Teluk Gok, West Sekotong Barat, West Lombok, West Nusa Tenggara. The research uses a qualitative method with a case study approach. Data was collected through in-depth interviews, field observations, and document studies to explores the vulnerabilities experienced by the community in Teluk Gok, West Lombok, West Nusa Tenggara, and the adaptive strategies they have developed. Findings indicate that climate change and limited infrastructure such as road access, clean water, and health and education facilities exacerbate the community’s vulnerability. To survive, residents diversify livelihoods, optimize local resources, engage in labor mobility, and utilize social networks as coping mechanisms. Social capital functions importantly as bonding capital that facilitates access to jobs and collective support, while linking social capital remains limited, leaving access to external resources and structural opportunities vulnerable. The study emphasizes the need to strengthen transformative social capital, improve basic infrastructure, and implement policy interventions that enhance access to technology, capital, and public services to bolster the long-term resilience of the coastal community. Penelitian ini menganalisis peran modal sosial dalam membentuk resiliensi sosial komunitas pesisir di Teluk Gok, Sekotong Barat, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan  dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumen untuk menggali kerentanan yang dialami oleh masyarakat di Teluk Gok, serta strategi adaptif yang mereka kembangkan. Temuan pada penelitian ini  menunjukkan bahwa perubahan iklim dan keterbatasan infrastruktur seperti akses jalan, air bersih, fasilitas kesehatan dan pendidikan memperburuk kerentanan masyarakat Teluk Gok. Untuk bertahan, warga melakukan diversifikasi mata pencaharian, optimalisasi sumber daya, mobilitas tenaga kerja, dan memanfaatkan jaringan sosial sebagai mekanisme coping. Modal sosial berperan penting sebagai modal pengikat (bonding) yang memfasilitasi akses pekerjaan dan dukungan kolektif, namun kapasitas modal sosial penghubung (linking social capital) masih terbatas sehingga akses terhadap sumber daya eksternal dan peluang struktural tetap rentan. penelitian ini menekankan perlunya penguatan modal sosial transformatif, perbaikan infrastruktur dasar, serta intervensi kebijakan yang meningkatkan akses teknologi, pemodalan, dan layanan publik untuk meningkatkan ketahanan jangka panjang komunitas pesisir.