Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Anti-Inflammatory Effect of Isolate Compounds from Ethyl Acetate Fraction of Piper crocatum Ruiz and Pav Leaves on Lipopolysaccharide-induced RAW 264.7 Cells Nilda Lely; . Dachriyanus; Yufi Aldi; . Almahdy; Fatma Sri Wahyuni
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 30 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.30.1.28-34

Abstract

Red betel (Piper crocatum Ruiz and Pav) is a traditional Indonesian plant. The ethyl acetate fraction of red betel leaf has the potential as an anti-inflammatory. This research aimed to determine the anti-inflammatory effect of isolate compound from ethyl acetate fraction of Piper crocatum leaves on the production of cytokine pro-inflammatory TNF-α and ICAM-1 in lipopolysaccharide-induced RAW 264.7 cells. Cell viability was determined by the MTT method in the concentration range of 1.25; 2.5; 5; 10; 20, and 40 µg/ml. The TNF-α and ICAM-1 level was determined by the TNF-α and ICAM-1 assay kit as measured by an ELISA plate reader. Cell viability test of isolate compound from ethyl acetate fraction, the concentrations that gave viability percentages above 80% were 10; 5; 2.5 and 1.25 ug/ml. Isolate compound at concentrations of 10, 5, 2.5 and 1.25 ug/ml significantly inhibited TNF-α and ICAM-1 production with p<0.05 (p = 0.000).
POTENSI INTERAKSI WARFARIN SEBAGAI ANTIKOAGULAN PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PALEMBANG Hendik Riawan; Arie Firdiawan; Nilda Lely; Novi Nurleni
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 1 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i1.1391

Abstract

Latar Belakang: Warfarin adalah obat antikoagulan oral yang digunakan untuk profilaksis dan pengobatan tromboemboli. Tromboemboli merupakan penyakit dan penyebab kematian yang paling sering terjadi. Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien, profil penggunaan obat dan potensi interaksi obat pada pasien rawat inap yang mendapatkan terapi warfarin. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Data diambil dari 210 rekam medik pasien rawat inap RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode 2021-2023. Hasil: Hasil data penggunaan obat pasien didapatkan keluhan terbanyak nyeri dada (41,63%), diagnosa terbanyak CHF (53,33%), lama pemberian >7 hari (66,67%), dosis <35 mg (73,33%), tanpa kejadian efek samping (91,55%), penyakit penyerta terbanyak Hipertensi (18,75%) dan Diabetes Melitus (18,75%), terapi yang digunakan terbanyak antihipertensi (26,10%), nilai INR 3-4,9 (93,33%). Potensi interaksi obat terjadi pada (99,05%) pasien dan tanpa potensi (0,95%). Potensi interaksi obat berdasarkan mekanisme yaitu interaksi farmakokinetik (73,21%) dan farmakodinamik (26,79%). Potensi interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan yaitu moderat (42,68%), minor (37,69%) dan major (19,63%). Potensi interaksi obat berdasarkan tingkat risiko yaitu C (47,98%), B (37,92%), dan D (15,11%). Saran: Peneliti selanjutnya  untuk melakukan penelitian secara prospektif agar data yang didapatkan lebih akurat dan diharapkan kolaborasi dokter dan apoteker dalam memonitoring interaksi obat terhadap pasien yang mendapatkan terapi warfarin untuk meningkatkan efek pengobatan. Kata Kunci : Antikoagulan, Warfarin, Interaksi Obat