Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Bullying di Kalangan Mahasiswa Akper Mappa Oudang Makassar Dewi Hestiani K; Rezeki Nur; Eka Wahyuni; Elihami Elihami
MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT Vol 5 No 2 (2023): MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT
Publisher : LP2M Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying adalah perilaku yang disengaja dan berulang yang bertujuan untuk menyakiti, merendahkan, atau mendominasi orang lain secara fisik, verbal, sosial, atau elektronik. Di lingkungan pendidikan tinggi, bullying dapat terjadi melalui intimidasi verbal, pelecehan online, penolakan sosial, penyebaran gosip, atau tindakan diskriminatif lainnya. Korban bullying sering mengalami dampak emosional, psikologis, dan bahkan fisik yang serius, seperti stres, kecemasan, depresi, dan penurunan kinerja akademik. Pencegahan bullying memerlukan upaya kolaboratif dari seluruh komunitas akademik untuk mengedukasi tentang norma-norma perilaku yang baik, dan memberdayakan individu untuk mengatasi perilaku bullying. Kegiatan ini merupakan bentuk peningkatan pengetahuan yang diberikan kepada mahasiswa baru Akper Mappa Oudang Makassar untuk mencegah terjadinya tindakan bullying di lingkungan kampus. Kegiatan berlangsung pada taggal 17 Agustus 2023, dilaksanakan dalam bentuk diskusi ilmiah secara luring yang dirangkaikan dengan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Akper Mappa Oudang Makassar tahun 2023. Rangkaian kegiatan berlangsung selama 3 jam meliputi pre-test, materi/ diskusi dan post-test. Hasil dari kegiatan adalah tercapainya peningkatan pengetahuan mahasiswa baru tentang bullying yang terlihat dari perbedaan hasil pretest dan posttest serta adanya kesiapan yang dinayatakan secara verbal untuk berkontribusi positif dalam pencegahan perilaku bullying demi tercapainya suasana akademik yang positif di lingkungan Akper Mappa Oudang.
EDUKASI KELUARGA BINAAN DALAM RANGKA MODIFIKASI GAYA HIDUP TIDAK SEHAT YANG DIHUBUNGKAN DEGAN PENYAKIT HIPERTENSI DI DESA DADEKO, KEC. LAROMPONG SELATAN, KAB. LUWU TAHUN 2023 Dewi Hestiani K; Rezeki Nur
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 1 No. 03 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah penyakit mematikan yang erat kaitannya dengan gaya hidup tidak sehat. Hipertensi, juga dikenal sebagai tekanan darah tinggi, adalah kondisi medis di mana tekanan darah dalam arteri manusia meningkat secara signifikan di atas batas normal atau lebih tinggi dari 120/80 mmHg. Perubahan gaya hidup yang sehat dapat memainkan peran penting dalam mencegah dan mengelola kondisi ini. Kesadaran tentang dampak hipertensi dan langkah-langkah pencegahan yang tepat adalah kunci untuk menjaga tekanan darah dalam kisaran normal dan mencegah konsekuensi serius yang mungkin terjadi. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat diselenggarakan adalah memberikan edukasi kepada keluarga binaan untuk membentuk perilaku hidup sehat serta memofikasi perilaku hidup tidak sehat sehingga dapat mencegah maupun mengatasi hipertensi. Metode pelaksanaan kegiatan adalah Home Visit yaitu mengunjungi rumah keluarga binaan sebanyak 4 KK dengan kriteria ada anggota keluarga yang menderita Hipertensi dan memiliki gaya hiduo tidak sehat yang dihubungkan dengan hipertensi di Desa Dadeko, Kec. Larompong Selatan, Kab. Luwu. Hasil dari kegiatan ini adalah keluarga binaan memahami gaya hidup tidak sehat yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya Hipertensi dan menujukkan kesiapan untuk menumbuhkan perilaku dan gaya hidup sehat.
Analysis of risk factor microflora colonization on pregnancy vagina in Makassar Fardi; Rezeki Nur; Dewi Hestiani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol. 13 No. 2 (2024): July - Desember
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa, South Sulawesi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiksh.v13i2.358

Abstract

Introduction: Worldwide infection rates based on estimated 20-30 % colonization at 35 weeks gestation. During normal pregnancy, colonization is transient, intermittent, or chronic infection, and the spectrum varies from asymptomatic colonization to sepsis. Intrapartum transmission of bacteria from mother to neonatal will cause the infection to develop into neonatal sepsis during childbirth. This study aimed to determine the proportion of gram-positive and negative bacteria colonization in pregnant women over 31 weeks of age. Research Methodology: This research uses vaginal swab samples from pregnant women and blood samples from babies who are born, then these samples will be examined in the Unhas Hospital laboratory. Vaginal swab samples via transport medium will be placed in BHIB medium and then incubated at 270 C for 24 hours. Result: Prevalence of gram-positive bacterium identified Streptococcus species (0.9%), S. Aureus (11.8%), and S. Epidermidis (78.4%). For gram-negative bacteria identified, Enterobacter Sp (32.3%), Providencia Sp (12.7%), Proteus Sp (8.8%), Acinetobacter sp (5.9%), and E. Coli (6.9%). Candida Sp was obtained on SDA culture and gram staining, followed by several 54 samples (55.1%). The symptom was to be Discharge Vagina in over 30% of cases. Of 76.6% were habitually antiseptic. Based on data and statistical analysis, it can be concluded that age has a significance level of 0:01 (ρ < 0.05), and contraceptives used to have a significance level of 0.038 (ρ < 0.05), had a relationship with a potential fetomaternal infection to the infant. Conclusion: Maternal age and history of contraceptive use are significantly associated with bacterial colonization in pregnant women. These findings underscore the need to consider demographic and behavioral factors when assessing and managing vaginal health during pregnancy. Effective educational interventions focusing on proper hygiene practices and the risks associated with antiseptic soap use, coupled with targeted monitoring of older pregnant women and those with a history of contraceptive use, are recommended to reduce the risks associated with vaginal microbial colonization.