Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Komunikasi Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) dalam Mencegah Perundungan bagi Siswa/i SMKS YPK 1 Pariwisata Biak Anjeli Yarangga; Mohamad Sudi
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 4 No 2 (2022): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perundungan di lingkungan sekolah merupakan masalah serius yang berdampak negatif pada kesehatan mental dan akademik korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan oleh Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) dalam mencegah perundungan bagi siswa SMKS YPK 1 Pariwisata Biak. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 10 informan (ketua, sekretaris, anggota tim PPKS, guru, dan siswa), serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana melalui pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori strategi komunikasi dari Pace, Peterson, dan Burnett yang mencakup tiga indikator utama: to securing understanding (memastikan pemahaman), to establishing acceptance (membangun penerimaan), dan to motivating action (memotivasi tindakan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tim PPKS menerapkan strategi komunikasi yang efektif melalui sosialisasi intensif, penggunaan media visual dan digital, pembentukan agen perubahan dari kalangan siswa, pelatihan komunikasi empatik dan resolusi konflik, serta kolaborasi dengan pihak eksternal. Strategi to securing understanding diwujudkan melalui komunikasi yang jelas dan pendekatan sesuai latar belakang siswa. Strategi to establishing acceptance diimplementasikan melalui pelatihan, pembagian tugas, dan dorongan proaktif. Strategi to motivating action direalisasikanmelalui pendekatan persuasif dan kolaboratif yang membangun rasa memiliki terhadap program.Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa strategi komunikasi tim PPKS yang bersifat edukatif,partisipatif, dan kolaboratif terbukti efektif dalam mencegah perundungan di lingkungan sekolah.Disarankan penguatan kapasitas tim PPKS, integrasi program anti-perundungan ke dalam kurikulum, serta keterlibatan aktif orang tua
Peran Komunikasi Internal dalam Memproduksi dan Memasarkan Inokson Sebagai Warisan Budaya Biak Papua Lokal di Toko Syowi Artshop Lamekh Edowai; Mohamad Sudi
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 6 No 2 (2024): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Noken (Inokson) merupakan tas tradisional khas Papua yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda yang Memerlukan Perlindungan Mendesak pada tahun 2012. Di Biak Papua, Inokson tidak hanya berfungsi sebagai alat pembawa barang, tetapi juga sebagai simbol identitas, kearifan lokal, dan ketahanan budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi internal dalam memproduksi dan memasarkan Inokson sebagai warisan budaya Biak Papua melalui Usaha Kecil dan Menengah (UKM) lokal di Toko Syowi Artshop. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap 7 informan (pemilik UKM, penanggung jawab toko, dan pengrajin), serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi internal memainkan peran krusial dalam mengoordinasikan kerja kolektif para pengrajin, mulai dari pengambilan bahan baku (pohon Warmas dan Mandwam), proses pengeringan, pemintalan serat, hingga tahap pemasaran. Komunikasi yang terjalin secara intensif dan partisipatif menciptakan kerja sama yang solid antara pemilik usaha, penanggung jawab, dan pengrajin. Hambatan utama meliputi ketergantungan pada kondisi cuaca (produktivitas menurun dari 5 menjadi 2 noken per hari saat hujan) serta rendahnya minat generasi muda terhadap produk warisan budaya. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi internal yang efektif merupakan kunci keberhasilan UKM dalam melestarikan warisan budaya sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal. Disarankan penguatan komunikasi internal, pelatihan desain inovatif, serta promosi digital untuk menarik minat generasi muda.