Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tantangan Komunikasi di Era Digital: Memahami Generasi Z Yulianti Fajar Wulandari; Mareta Puri Rahastine; Heri Afianto; Yan Bastian; Murtiadi Murtiadi
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 4 No 1 (2023): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v4i1.4058

Abstract

The aim of this research is to analyze Communication Challenges in the Digital Era and Understanding Generation Z. This research is a Literature review. Data collection using documentation from Google School. Data analysis using Systematic Literature Review (SLR). Communication challenges in the current digital era, especially in interacting with Generation Z, is a very wide expansion of the communication field through various digital platforms, such as social media, instant messaging, and online content. Generation Z has unique characteristics that influence the way they communicate, such as a preference for short messages, images and videos that are effective in conveying messages. Understanding and adapting your communication style to them is important for building strong and effective relationships. In addition, it must be acknowledged that Generation Z has a high level of technological awareness, which can raise privacy and security issues that must be managed wisely in an effort to establish successful communication with this generation.
Tantangan Komunikasi di Era Digital: Memahami Generasi Z Yulianti Fajar Wulandari; Mareta Puri Rahastine; Heri Afianto; Yan Bastian; Murtiadi Murtiadi
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 4 No. 1 (2023): AL-Mikraj Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v4i1.4058

Abstract

The aim of this research is to analyze Communication Challenges in the Digital Era and Understanding Generation Z. This research is a Literature review. Data collection using documentation from Google School. Data analysis using Systematic Literature Review (SLR). Communication challenges in the current digital era, especially in interacting with Generation Z, is a very wide expansion of the communication field through various digital platforms, such as social media, instant messaging, and online content. Generation Z has unique characteristics that influence the way they communicate, such as a preference for short messages, images and videos that are effective in conveying messages. Understanding and adapting your communication style to them is important for building strong and effective relationships. In addition, it must be acknowledged that Generation Z has a high level of technological awareness, which can raise privacy and security issues that must be managed wisely in an effort to establish successful communication with this generation.
Analisis Gaya Komunikasi Mertua terhadap Menantu dalam Film Catatan Harian Menantu Sinting Siska Pasaribu; Mareta Puri Rahastine; Anggie Ayu Astria Latuperissa
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.590

Abstract

Hubungan antara mertua dan menantu merupakan salah satu bentuk komunikasi keluarga yang memiliki dinamika kompleks karena melibatkan perbedaan nilai, kebiasaan, dan harapan. Dinamika tersebut direpresentasikan dalam film Catatan Harian Menantu Sinting melalui berbagai bentuk interaksi verbal dan nonverbal. Penelitian ini bertujuan menganalisis gaya komunikasi mertua terhadap menantu dalam film Catatan Harian Menantu Sinting berdasarkan teori gaya komunikasi Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui observasi nonpartisipan terhadap adegan-adegan yang menampilkan interaksi antara tokoh mertua dan menantu, dokumentasi berupa dialog serta unsur komunikasi nonverbal, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh gaya komunikasi Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss ditemukan dalam film, yaitu the controlling style, the structuring style, the dynamic style, the equalitarian style, the relinquishing style, dan the withdrawal style. Gaya komunikasi yang paling dominan adalah the controlling style, yang tampak melalui kecenderungan tokoh mertua mengatur, mengarahkan, dan terlibat dalam berbagai keputusan rumah tangga anak dan menantunya. Temuan ini menunjukkan bahwa representasi komunikasi keluarga dalam film tidak hanya menampilkan konflik interpersonal, tetapi juga memperlihatkan perubahan pola komunikasi menuju hubungan yang lebih terbuka dan suportif. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian komunikasi keluarga dan analisis media film.
Analisis Gaya Komunikasi Mertua terhadap Menantu dalam Film Catatan Harian Menantu Sinting Siska Pasaribu; Mareta Puri Rahastine; Anggie Ayu Astria Latuperissa
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.590

Abstract

Hubungan antara mertua dan menantu merupakan salah satu bentuk komunikasi keluarga yang memiliki dinamika kompleks karena melibatkan perbedaan nilai, kebiasaan, dan harapan. Dinamika tersebut direpresentasikan dalam film Catatan Harian Menantu Sinting melalui berbagai bentuk interaksi verbal dan nonverbal. Penelitian ini bertujuan menganalisis gaya komunikasi mertua terhadap menantu dalam film Catatan Harian Menantu Sinting berdasarkan teori gaya komunikasi Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui observasi nonpartisipan terhadap adegan-adegan yang menampilkan interaksi antara tokoh mertua dan menantu, dokumentasi berupa dialog serta unsur komunikasi nonverbal, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh gaya komunikasi Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss ditemukan dalam film, yaitu the controlling style, the structuring style, the dynamic style, the equalitarian style, the relinquishing style, dan the withdrawal style. Gaya komunikasi yang paling dominan adalah the controlling style, yang tampak melalui kecenderungan tokoh mertua mengatur, mengarahkan, dan terlibat dalam berbagai keputusan rumah tangga anak dan menantunya. Temuan ini menunjukkan bahwa representasi komunikasi keluarga dalam film tidak hanya menampilkan konflik interpersonal, tetapi juga memperlihatkan perubahan pola komunikasi menuju hubungan yang lebih terbuka dan suportif. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian komunikasi keluarga dan analisis media film.