S B Waluya
Pascasarjana Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kemampuan Literasi Matematika Siswa dengan Model Pembelajaran Missouri Mathematics Project dengan pendekatan RME Kiki Komalia; S B Waluya; Tri Sri Noor Asih
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam artikel ini akan diberikan beberapa konsep mengenai kemampuan literasi matematika, model pembelajaran Missouri Mathematics Project dan RME pada pembelajaran matematika. Kemampuan Literasi Matematika merupakan sebuah pengetahuan untuk mengetahui dan menerapkan dasar matematika dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat tujuh komponen kemampuan literasi matematika diantarannya kemampuan individu untuk mengkomunikasikan masalahan yang dihadapi, kemampuan individu untuk mematematikakan suatu fenomena, kemampuan menyajikan kembali suatu objek atau permasalahan matematika yang ada dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan penalaran dalam matematika, kemampuan menggunakan strategi pemecahan masalah , kemampuan menggunakan simbol, bahasa formal, dan bahasa teknis dalam proses pemecahan masalah, serta kemampuan menggunakan alat-alat matematika. Model pembelajaran yang dapat membantu untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa adalah model pembelajaran Missouri Mathematics Project. Model pembelajaran Missouri Mathematics Project merupakan salah satu model pembelajaran matematika yang dirancang untuk menggabungkan kemandirian dan kerja sama antar kelompok yang dapat melatih siswa menjadi mandiri dalam menyelesaikan permasalahan, dan dapat berpikir kreatif dalam menyelesaikan permasalahan matematika. RME adalah salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengembangkan literasi matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran Missouri Mathematics Project dimana siswa dapat belajar matematika berdasarkan kegiatan yang mereka alami dalam kehidupan sehari – hari sehingga siswa memiliki kesempatan besar untuk membangun pengetahuan mereka sendiri
Peran DAPIC Problem Solving Process dalam PBL pada Pencapaian Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa berdasarkan Adversity Quotient L W Paramita; S B Waluya; Masrukan Masrukan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pembelajaran matematika dalam Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menegah salah satunya adalah memiliki kemampuan pemecahan masalah. Berdasarkan hasil studi PISA 2015 yang berisi soal-soal pemecahan masalah, Indonesia menduduki peringkat 62 dari 70 negara dalam bidang matematika dengan skor di bawah rata-rata OECD. Hal ini menunjukkan kemampuan pemecahan masalah masih rendah. PBL (Problem Based Learning) adalah model pembelajaran yang menggunakan masalah nyata sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuan pemecahan masalah. Kemampuan pemecahan masalah juga dapat didukung dengan langkah pemecahan masalah, yaitu DAPIC problem solving process yang berisi tentang bagaimana siswa menentukan suatu masalah (define), menilai seberapa besar masalah yang ada (asses), merencanakan menyelesaikan masalah yang diberikan (plan), menerapkan rumus yang diperoleh guna menyelesiakan masalah (implement), dan mengomunikasikan hasil yang diperoleh (communicate). Siswa memiliki sikap dan kemampuan yang beragam ketika dihadapkan pada soal pemecahan masalah hal ini berkaitan dengan adversity quotient (AQ) yang merupakan kemampuan siswa dalam bertahan menghadapi kesulitan belajar dan cara mengatasinya di kelas. Oleh karena itu, uraian kajian artikel konseptual ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran DAPIC problem solving process dalam PBL berdasarkan adversity quotient pada pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.