p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Warta Perkaretan
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TEKNOLOGI DAN ANALISIS USAHATANI KOPI SEBAGAI TANAMAN SELA DI PERKEBUNAN KARET Andrea Akbar; Hajar Asywadi; Sahuri Sahuri
Warta Perkaretan Vol. 41 No. 2 (2022): Volume 41, Nomor 2, Tahun 2022
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v41i2.910

Abstract

Pendapatan rumah tangga petani karet saat ini sedang menurun. Hal ini berdampak pada rendahnya daya beli, kemampuan menabung, pembentukan modal usaha tani, tingkat kesehatan dan pendidikan keluarga petani karet. Petani memerlukan pendapatan yang relatif stabil sepanjang siklus penanaman karet. Petani saat ini dapat menanam tanaman sela diantara tanaman karet. Tanaman kopi (Coffea canephora) dapat menjadi opsi tanaman sela diantara tanaman karet (Hevea brasiliensis). Penanaman tanaman sela perlu mempertimbangkan faktor kompetisi antar komoditi sehingga diperlukan penyesuaian jarak tanam. Jarak tanam yang digunakan adalah jarak tanam ganda (JG) 19 m + (4 m x 2 m) dengan populasi karet 435 pohon/ha. Kopi ditanam diantara jarak tanam lebar dengan jarak tanam 2 m x 2 m dan jarak antara tanaman kopi dan karet adalah 5 m. Kajian ini ditulis dengan metode studi pustaka dengan mengumpulkan data sekunder dari buku, jurnal dan penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya. Hasil analisis pendapatan usaha tani tumpang sari tanaman karet dan kopi menunjukkan hasil positif. Pendapatan usaha tani karet monokultur sebesar Rp9.717.159,52 per tahun per hektar, sementara rata-rata pendapatan untuk usaha tani kopi sebagai tanaman sela sebesar Rp38.814.285 per tahun per hektar dan rata-rata penerimaan usaha tani karet dan kopi sistem JG sebesar Rp48.531.444. Nilai NPV sistem karet monokultur layak pada tingkat bunga investasi 5%, masing-masing sebesar Rp5,603,746,- untuk sistem jarak tunggal (JT) dan Rp2.819.424,- untuk sistem jarak ganda (JG).
KARAKTERISTIK STOMATA DAN KUTIKULA TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis Muell Arg.) ASAL EMBRIOGENESIS SOMATIK Andrea Akbar; Fetrina Oktavia
Warta Perkaretan Vol. 45 No. 1 (2026): Volume 45, Nomor 1, Tahun 2026
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v45i1.1265

Abstract

Embriogenesis somatik adalah proses pembentukan embrio tanaman yang berasal dari sel somatik (sel tubuh), bukan dari hasil pembuahan (zigot), dan biasanya terjadi secara in vitro dalam kondisi kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi kerapatan stomata dan ketebalan kutikula pada beberapa klon tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) hasil embriogenesis somatik dibandingkan klon PB 260, IRR 112, dan RRIC 100. Sampel daun diambil dari kebun entres Pusat Penelitian Karet pada Juli 2025. Preparasi stomata dilakukan menggunakan metode replika, sedangkan preparasi kutikula menggunakan metode irisan tangan. Pengamatan dilakukan menggunakan mikroskop cahaya CX33 dan kamera digital Olympus EP50. Kerapatan stomata dihitung per mm², sementara ketebalan kutikula diukur dengan aplikasi EPview 1.2. Hasil menunjukkan semua klon memiliki stomata bertipe anomositik dengan distribusi hipostomatik. Kerapatan stomata tertinggi terdapat pada klon RRIC 100 (231/mm²), diikuti IRR 112 (198/mm²), SE (176/mm²), dan PB 260 (175/mm²). Sebaliknya, ketebalan kutikula tertinggi ditemukan pada klon SE (10,27 µm), diikuti PB 260 (9,48 µm), RRIC 100 (9,44 µm), dan IRR 112 (7,64 µm). Variasi anatomi ini menunjukkan perbedaan karakter fisiologis antar klon, tetapi hubungan dengan efisiensi penggunaan air atau toleransi cekaman tidak diuji dalam penelitian ini. Oleh karena itu, temuan ini hanya memberikan indikasi awal bahwa kerapatan stomata dan ketebalan kutikula berpotensi memengaruhi respons tanaman terhadap kondisi lingkungan, yang memerlukan konfirmasi melalui penelitian lanjutan di bawah kondisi cekaman terkontrol.