Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kurikulum merdeka dan lingkungan keluarga terhadap pembentukan karakter siswa serta menguji peran kepemimpinan kepala sekolah sebagai variabel moderasi dalam hubungan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain explanatory research yang menggunakan pendekatan survei. Populasi penelitian adalah siswa kelas VI SD se-Kecamatan Sumowono dengan jumlah sampel sebanyak 107 responden yang diambil melalui teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan IBM SPSS v31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum merdeka berpengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter siswa dengan koefisien regresi sebesar 0,677 dan signifikansi 0,000. Lingkungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter siswa dengan koefisien regresi sebesar 0,840 dan signifikansi 0,000. Kepemimpinan kepala sekolah terbukti mampu memoderasi pengaruh kurikulum merdeka terhadap pembentukan karakter siswa, namun tidak mampu memoderasi pengaruh lingkungan keluarga terhadap pembentukan karakter siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berperan dalam memperkuat implementasi kurikulum merdeka dalam pembentukan karakter siswa, sedangkan pengaruh lingkungan keluarga terhadap pembentukan karakter siswa bersifat mandiri dan tidak dipengaruhi secara signifikan oleh kepemimpinan kepala sekolah.