Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH OTORITER ORANG TUA DENGAN PERILAKU SOPAN SANTUN SISWA DI SMA BUNDA HATI KUDUS KOTA WISATA Tessalonika Geraldyne; Melda Rumia Simorangkir; Evi Deliviana
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 5 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v5i2.5010

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perilaku sopan sopan santun pada siswa/ siswi dan mengetahui pola asuh otoriter pada siswa/ siswi, selain itu untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dengan perilaku sopan santun pada siswa di SMA Bunda Hati Kudus. siswa mengatakan ketika tidak ingin mengikuti mata pelajaran tertentu atau jika gurunya adalah guru baru, siswa berencana untuk berpura-pura ke toilet atau ke UKS, salah satu faktor penyebab siswa berperilaku seperti itu adalah karena mendapatkan pola asuh yang otoriter, orang tua yang memilihkan sekolah meskipun siswa tersebut tidak ingin bersekolah atas pilihan orang tuanya tetapi siswa harus mengikuti keinginan orang tuanya. Ini berhubungan dengan faktor yang memberi pengaruh pada perilaku sopan santun Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode penelitian korelasional. Teknik sampel adalah purposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 52 siswa. Uji validitas yang telah dianalisis skala pola asuh otoriter adalah 0,327-0,90 dan skala perilaku sopan santun adalah 0,293-0,710. Analisis uji reliabilitas diperoleh skala X 853 dan skala Y 899. Analisis uji normalitas data dihasilkan berdistribusi normal yaitu 200 dan uji linearitas data yang dihasilkan linear yaitu 707. Uji korelasi memiliki nilai signifikansi yaitu 226. hipotesis pada penelitian ini Ho diterima artinya tidak ada hubungan signifikan antara pola asuh otoriter dan perilaku sopan santun
PROFIL AKTUALISASI DIRI PADA SISWA (STUDI DESKRIPTIF PADA SISWA SMK SINT YOSEPH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN PRIBADI) NOVIANTI, VERONIKA SARA; EVI DELIVIANA; ANDREAS RIAN NUGROHO
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 5 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v5i2.5120

Abstract

ABSTRAK Pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri merupakan tingkat kebutuhan yang tertinggi dari teori maslow. Ketika seorang sudah tercukupi dalam fase ke 4 kebutuhan dibawahnya maka seseorang pun akan membutuhkan aktualisasi diri dimana ia dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. Kebutuhan aktualisasi diri akan menimbulkan kepuasan dari individu tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa profil aktualisasi diri siswa-siswi SMK Sint Yoseph. Media yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk kuesioner dibagikan kepada siswa. Kuesioner yang disusun terdapat 80 item, setelah dilakukan uji validitas terdapat 70 item yang valid dan 10 item yang gugur. Ada 5 aspek aktuaslisasi yang dituliskan pada penelitian ini untuk dijadikan instrument penelitian menurut Maslow (Riyanti dan Apsari, 2020) dan (kurnia dan sinta, 2015), yaitu: kreativitas, moralitas, penerimaan diri, penolakan terhadap penyeragaman, minat sosial, penyelesaian masalah, dan spontanitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat aktualisasi diri siswa SMK Sint Yoseph berada dalam tingkat tinggi. Item yang dinyatakan rendah akan dibuat atau disusun topik-topik mengenai bimbingan pribadi Kata kunci : aktualisasi diri, siswa-siswi SMK Sint Yoseph, topik-topik bimbingan pribadi ABSTRACT Fulfillment of self-actualization needs is the highest level of needs from Maslow's theory. When a person has fulfilled the 4th phase of the needs below, then a person will also need self-actualization where he can develop his potential. The need for self-actualization will lead to satisfaction from the individual. The purpose of this research is to find out and analyze the self-actualization profile of the Sint Yoseph Vocational High School students. The media used in this study was in the form of a questionnaire distributed to students. The questionnaire compiled consisted of 80 items, after the validity test was carried out there were 70 valid items and 10 failed items. According to Maslow (Riyanti and Apsari, 2020) and (Kurnia and Sinta, 2015), there are 5 aspects of actualization written in this study, namely: creativity, morality, self-acceptance, rejection of uniformity, social interest, problem solving, and spontaneity. The results showed that the level of self-actualization of SMK Sint Yoseph students was at a high level. Items that are declared low will be created or arranged topics regarding personal guidance Keywords: self-actualization, Sint Yoseph Vocational School students, personal guidance topics
HUBUNGAN FOMO DENGAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK SMA BUNDA HATI KUDUS KOTWIS Silvia Sumardi; Melda Rumia Simorangkir; Evi Deliviana
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 5 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v5i3.5184

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini yaitu terdapat gejala FoMO yang dirasakan peserta didik yaitu sering memeriksa akun platform digital dan menghabiskan uang untuk mengikuti trend. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana gambaran FoMO dan motivasi belajar pada peserta didik SMA Bunda Hati Kudus, dan mengetahui adakah hubungan Fear of Missing Out (FoMO) dengan motivasi belajar peserta didik SMA Bunda Hati Kudus. Populasi pada penelitian ini 451 dan sampel 212 dengan teknik random sampling. Hasil didapati uji normalitas nilainya sig 0,186, uji linearitas didapati hasil 0,530, uji homogenitas dengan hasil 10,266, uji hipotesis dengan hasil 0,002, hasil uji korelasi pearson yaitu 0, 216. Kesimpulannya terdapat korelasi antara FoMO dengan motivasi belajar tetapi lemah, data pada penelitian ini terdistribusi secara normal, terdapat hubungan antara FoMO dengan motivasi belajar namun tidak signifikan, FoMO pada peserta didikSMA Bunda Hati Kudus sedang dan gambaran motivasi belajar peserta didik tinggi.
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK DENGAN PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK DI SMA IGNATIUS SLAMET RIYADI JAKARTA TIMUR Tesalonika Damayanti; Andreas Rian Nugroho; Evi Deliviana
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 6 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v6i2.5831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat intensitas pengunaan media sosial tiktok, mendeskripsikan tingkat prokrastinasi akademik, dan menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan media sosial tiktok dengan perilaku prokrastinasi akademik pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Ignatius Slamet Riyadi Jakarta Timur dengan teknik sampling yang digunakan aadalah Purposive Sampling, dengan kriteria sampel yang dicari adalah siswa kelas X SMA Ignatius Slamet Riyadi Jakarta Timur yang menggunakan media sosial TikTok, siswa yang menggunakan aplikasi TikTok lebih dari 3 jam/sehari. Adapun total sampel yang digunakan ada 39 siswa. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif, uji normalitas, uji reliabilitas dan uji korelasi. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai signifikan 0.001 (sig < 0.0.5) dan nilai rhitung: 0.667. Mengacu pada pengambilan hipotesis maka Ha diterima, yang berarti bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial TikTok dengan prokrastinasi akademik dengan variabel intensitas TikTok memberikan sumbangsih sebanyak 44.5% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Dapat disimpulkan semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial TikTok maka semakin tinggi juga tingkat prokrastinasi akademik siswa, begitupun sebaliknya.