Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBENTUK TESLET UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN GENERIK SAINS MAHASISWA Mar’attus Solihah; Mohammad Agus Prayitno
Jurnal Education and Development Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.733 KB) | DOI: 10.37081/ed.v10i1.3385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrument penilaian berbentuk teslet untuk mengukur keterampilan generik sains (KGS) mahasiswa. Pengembangan dilakukan mengikuti model four-D Thiagarajan dengan langkah pengembangan define, desain, develop dan diseminasi. Berdasarkan hasil analisis pustaka diputuskan untuk mengembangkan instrumen KGS berbentuk soal pilihan ganda yang dikemas dalam butir teslet. Analisis indikator KGS dan kompetensi mata kuliah kimia dasar menghasilkan kesimpulan untuk mengembangkan instrumen berdasar pada empat indikator KGS yakni keterampilan kesadaran akan skala, bahasa simbolik, konsistensi logis, dan pemodelan. Pembuatan produk awal instrumen menghasilkan 15 butir teslet dimana tipa-tiap teslet terdiri dari 3 butir soal pilihan ganda. Produk awal kemudian divalidasi oleh ahli media, ahli materi dan 3 orang reviewer dosen kimia/pendidikan kimia. Validasi oleh ahli media dan ahli materi dilakukan secara berkesinambungan hingga menghasilkan instrumen yang layak untuk dilanjutkan pada proses uji coba. Ada 3 kemungkinan keputusan butir teslet yang diambil yakni valid tanpa revisi, valid dengan revisi, dan tidak valid. Butir yang dinyatakan valid dengan revisi diperbaiki hingga dinyatakan layak dipakai tanpa revisi oleh validator. Review oleh reviewer berupa angket terbuka untuk masing-masing butir teslet dan butir soal baik dari aspek konstruksi, materi, maupun bahasa. Hasil validasi baik oleh validator ahli maupun oleh reviewer dipakai untuk memperbaiki instrumen secara terus menerus hingga instrumen dinyatakan valid dan layak dilanjutkan ke tahapan pengembangan yang selanjutnya. Hasil evaluasi oleh ahli dan reviewer menghasilkan instrumen KGS berbentuk teslet pilihan ganda berjumlah 15 butir.
Perspectives on Green Chemistry and the Application of Nvivo 12 Software: A Case Study of Pandemic Period in Chemistry Education Sri Mulyanti; Julia Mardhiya; Mar'attus Solihah
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 11, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v11i1.10280

Abstract

This case study aims to identify chemistry education students’ perspectives on attitudes and implementation of the principles of green chemistry during the COVID-19 pandemic. The participant of this study was 64 chemistry education students who, from the beginning, have conducted online learning, including practicum. The instrument of this research was an online questionnaire to gain the required information. The data were analyzed using NVivo 12 software and presented in percentages based on 12 principles of green chemistry: (1) potential waste generation reduction, (2) efficient use of raw materials, (3) application of environmentally safe production methods, (4) environmentally friendly chemicals, (5) safer additives, (6) minimal use of heat, (7) natural ingredients, (8) reaction products with minimal by-products, (9) the use of effective catalysts, (10) easily biodegradable products for the environment, (11) time management of hazardous products, and (12) anticipation for physical contact with hazardous materials. Moreover, 85% of the students agree that the 12th principle must be well applied. The research findings serve a discourse for lecturers to convince the students to understand and implement the principles of green chemistry in practicum activities, especially during the pandemic.
Efektivitas Pembelajaran Kimia Berbasis Proyek Greenpreneurship Terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif Mahasiswa Mohammad Agus Prayitno; Sri Haryani; Sri Wardani; Nanik Wijayati; Mar’attus Solihah
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan abad 21 tidak hanya melibatkan aspek pengetahuan, tetapi juga menekankan aspek keterampilan, seperti keterampilan berpikir kritis, keterampilan berpikir kreatif, komunikasi, dan kolaborasi. Keterampilan berpikir kreatif dapat dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran kontekstual. Salah satu jenis pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran kimia berbasis proyek greenpreneurship (progreship). Pembelajaran kimia berbasis progreship melatih siswa untuk mampu berpikir kreatif dalam merancang ide, membuat produk, merancang kemasan, dan melakukan pemasaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan pembelajaran kimia dengan pendekatan progreship terhadap keterampilan berpikir kreatif mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 6 program pendidikan kimia. Sampel penelitian terdiri dari 37 mahasiswa yang mengambil mata kuliah greenpreneurship. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kimia berbasis proyek greenpreneurship efektif terhadap keterampilan berpikir kreatif mahasiswa. Nilai rata-rata keterampilan berpikir kreatif mahasiswa mengalami peningkatan dari 64,54 menjadi 73,10.
The effect of Android Learning Media (MLR Redox) Based on Multiple Level Representation on Increasing Student Learning Outcomes in Redox Reaction Material Sitti Isra Fauzia M. Tukwain; Mar'attus Solihah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 4 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v6i4.81428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran Android (Redoks MLR) berbasis multiple level representation terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi reaksi redoks. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan yaitu quasi eksperiment dengan desain nonequivalent control group design dan pengambilan sampel dilaksanakan dengan teknik cluster random sampling. Peningkatan rata-rata hasil belajar dengan penghitungan nilai N-Gain dari kelas eksperimen dan kelas control bertutut-turut adalah 0,738 dengan kategori tinggi dan 0,582 dengan kategori sedang. Berdasarkan hasil uji t-independent pada N-Gain hasil belajar memperoleh nilai sig (1-tailed) sebesar 0,000 < (⍺) yang berarti bahwa Haditerima, kemudian untuk melihat seberapa besar pengaruh perbedaannya digunakan uji lanjut effect size d’ cohen yang didapatkan nilai sebesar 1,0 yang menunjukkan bahwa pengaruhnya termasuk dalam kategori tinggi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaraan Android (Redoks MLR) berbasis multiple level representation berpengaruh meningkatkan hasil belajar siswa pada materi reaksi redoks
APPLICATION OF THE INQUIRY BASED ICARE LEARNING MODEL TOWARD COGNITIVE LEARNING OUTCOMES ON SALT HYDROLYSIS MATERIAL Sabila Fatkhi, Sakina Elok; Solihah, Mar'attus
INSECTA: Integrative Science Education and Teaching Activity Journal Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Science Education, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/insecta.v4i2.7170

Abstract

The implementation of chemistry learning that is teacher centered and the lessons are in the last hour making students lack concentrated so that it is difficult to understand the material delivered by the teacher, one of which is salt hydrolysis. This makes the test results of many students who have not reached the minimum completeness criteria (KKM) of the school is 70. Therefore, the purpose of this study is to find out differences in cognitive learning outcomes between students SMA N 01 Godong who used the inquiry-based ICARE model and the conventional model on salt hydrolysis material after being controlled by initial abilitiy (pre test). This study used a randomized pretest-posttest control group design and cluster random sampling. Data collection techniques using tests, observation, documentation, and interviews. The research data were analyzed using covariance analysis (anakova). Based on the results of the study, it was found that there were differences in cognitive learning outcomes that significant between the application of the inquiry-based ICARE learning model with conventional models after controlling the initial ability (pre-test) indicated from the sig value. 0.000. The value is smaller from 0.05 so that Ha of the study was accepted. The results can be concluded that the inquiry-based ICARE learning model can be used to make students' cognitive learning outcomes better than conventional learning models.