Azizul Wildan Ramadhani
Universitas Negeri Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH LATIHAN BOOMERANG RUN DAN LATIHAN LADDER DRILLS TERHADAP KETERAMPILAN DRIBBLING SEPAKBOLA PEMAIN Azizul Wildan Ramadhani; Kriswantoro Kriswantoro
Unnes Journal of Sport Sciences Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujoss.v7i1.60139

Abstract

The problem with this research is that dribbling techniques have an important effect on soccer games. Is there any effect of boomerang run and ladder drills training on dribbling skills? The purpose of this study was to determine 1. The effect of boomerang run training on dribbling skills, 2. The effect of ladder drills training on dribbling skills, and 3. Which of the two exercises is more effective on dribbling skills. The research method uses an experiment with a matched subject research design. The sample of this research is 22 people. The sampling technique used purposive sampling. The research variables are boomerang run and ladder drills. The data collection method used a dribbling skill test instrument. The results of the 1. Boomerang run exercise analysis obtained tcount 4,187 > ttable 2,228. 2. Ladder drills exercise obtained tcount 5,093 > ttable 2,228, meaning that both exercises have an effect on dribbling skills. 3. From the results of the subsequent analysis, it was found that the ladder drills exercise was more than the boomerang run exercise but it was not significant. The results of the study concluded that both exercises have an influence on dribbling skills. Suggestions to the coach to use the 2 training methods are because they are proven to be able to improve dribbling skills
Korelasi Persentase Lemak Tubuh, Asupan Energi, Zat Gizi Makro, dan Zat Besi dengan Kebugaran Kardiorespirasi Pada Remaja Siswa SMP N 2 Pati Azizul Wildan Ramadhani; Trioni Widyastuti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5079

Abstract

Latar Belakang: Kebugaran kardiorespirasi merupakan salah satu dari komponen kebugaran fisik dan kapistas sistem akrdiovaskular. Banyak faktor yang mempengaruhi kebugaran kardiorespiasi, anatar lain asupan makan, status gizi, jenis kelamin, komposisi tubuh, dan latihan fisik. Asupan makan merupakan menjadi penunjang serius untuk mempertahankan kebugaran fisik dengan memiliki tingkat kebugaran kardiorespirasi yang baik. Selain itu, komposisi tubuh menjadi gambaran dari asupan makan dan mempengaruhi kebugaran kardiorespirasi. Tubuh dengan persentase lemak yang rendah diketahui berkaitan dengan tingkat kebugaran kardiorespirasi Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengamati korelasi antara persentase lemak tubuh, asupan energim zat gizi makro (Protein, lemak, dan karbohidrat), dan zat gizi mikro (Zat Besi) dengan kebugaran kardiorespiasi pada remaja siswa SMP N 2 Pati Metode: Jenis penelitian ini yaitu observasional dengan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari – Maret 2025. Sampel penelitian sebanyak 75 responden yang merupakan siswa SMP N 2 Pati. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan untuk data asupan makan yaitu Recall 24H, data antropometri menggunakan timbangan digital dan microtoise, persentase lemak tubuh menggunakan alat BIA, dan kebugaran kardiorespirasi menggunakan penilaian VO2Max dengan Multistage Fitness Test bolak balik 20M dengan mengikuti audio suara bleep. Analisis Data menggunakan software SPSS 22 untuk melihat korelasi menggunakan uji rank spearman. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa persentase lemak tubuh dengan nilai p=0,907, asupan protein dengan nilai p=0,200, dan asupan lemak dengan nilai p=0,050 tidak terdapat hubungan signifikan dengan kebugaran kardiorespirasi (p>0,05). Pada asupan energi dengan nilai p=0,005, asupan karbohidrat dengan nilai p=0,003, dan asupan zat besi dengan nilai p=0,004 ditemukan hubungan signifikan dengan kebugaran kardiorespiasi (p<0,005). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara asupan energi, protein, dan asupan zat besi dengan kebugaran kardiorespirasi pada remaja siswa SMPN 2 Pati. Rata-rata asupan makan termasuk dalam kategori defisit berat (tidak memadai), sehingga asupan makan remaja perlu diperhatikan lagi untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran kardiorepirasi