Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Korelasi Persentase Lemak Tubuh, Asupan Energi, Zat Gizi Makro, dan Zat Besi dengan Kebugaran Kardiorespirasi Pada Remaja Siswa SMP N 2 Pati Azizul Wildan Ramadhani; Trioni Widyastuti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5079

Abstract

Latar Belakang: Kebugaran kardiorespirasi merupakan salah satu dari komponen kebugaran fisik dan kapistas sistem akrdiovaskular. Banyak faktor yang mempengaruhi kebugaran kardiorespiasi, anatar lain asupan makan, status gizi, jenis kelamin, komposisi tubuh, dan latihan fisik. Asupan makan merupakan menjadi penunjang serius untuk mempertahankan kebugaran fisik dengan memiliki tingkat kebugaran kardiorespirasi yang baik. Selain itu, komposisi tubuh menjadi gambaran dari asupan makan dan mempengaruhi kebugaran kardiorespirasi. Tubuh dengan persentase lemak yang rendah diketahui berkaitan dengan tingkat kebugaran kardiorespirasi Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengamati korelasi antara persentase lemak tubuh, asupan energim zat gizi makro (Protein, lemak, dan karbohidrat), dan zat gizi mikro (Zat Besi) dengan kebugaran kardiorespiasi pada remaja siswa SMP N 2 Pati Metode: Jenis penelitian ini yaitu observasional dengan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari – Maret 2025. Sampel penelitian sebanyak 75 responden yang merupakan siswa SMP N 2 Pati. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan untuk data asupan makan yaitu Recall 24H, data antropometri menggunakan timbangan digital dan microtoise, persentase lemak tubuh menggunakan alat BIA, dan kebugaran kardiorespirasi menggunakan penilaian VO2Max dengan Multistage Fitness Test bolak balik 20M dengan mengikuti audio suara bleep. Analisis Data menggunakan software SPSS 22 untuk melihat korelasi menggunakan uji rank spearman. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa persentase lemak tubuh dengan nilai p=0,907, asupan protein dengan nilai p=0,200, dan asupan lemak dengan nilai p=0,050 tidak terdapat hubungan signifikan dengan kebugaran kardiorespirasi (p>0,05). Pada asupan energi dengan nilai p=0,005, asupan karbohidrat dengan nilai p=0,003, dan asupan zat besi dengan nilai p=0,004 ditemukan hubungan signifikan dengan kebugaran kardiorespiasi (p<0,005). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara asupan energi, protein, dan asupan zat besi dengan kebugaran kardiorespirasi pada remaja siswa SMPN 2 Pati. Rata-rata asupan makan termasuk dalam kategori defisit berat (tidak memadai), sehingga asupan makan remaja perlu diperhatikan lagi untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran kardiorepirasi
Meta-Analisis: Pengaruh Waktu Tunggu Terhadap Kepuasan Pasien di Pelayanan Rawat Jalan di Fasilitas Kesehatan Tria Fora Delfita; Trioni Widyastuti; Khairunnisa Khairunnisa
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 16 No 1 (2025): November 2025
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33657/jurkessia.v16i1.1109

Abstract

Patient satisfaction is considered a key indicator of a healthcare facility’s success. Optimizing patient waiting times is crucial to improving patient satisfaction. This study aims to analyze the effect of waiting time on the satisfaction of outpatients in hospitals. This research is a systematic review and meta-analysis study using the PRISMA diagram and PICO model. Population: outpatient patient. Intervention: short waiting time. Comparison: long waiting time. Outcome: patient satisfaction. Data were sourced from Google Scholar, PubMed, Science Direct, and Springer Link which were published from 2015-2025 using keywords waiting time AND patient AND satisfaction AND outpatient AND AOR. The result of this study from 9 primary studies were used to analyze waiting time and patient satisfaction with health services. Patient who experienced short waiting times 3,02 times more satisfied with health services compared with long waiting times (aOR=3,02; CI 95%=2,22 to 4,10; P=0.86). Conclusion: Patients with shorter wait times reported 3.02 times higher levels of satisfaction than those with longer wait times. This finding suggests that service efficiency, particularly in wait time management, is a critical component in improving patient experience and satisfaction.
Edukasi Gizi Seimbang dan Pangan Lokal Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular Pada Ibu Rumah Tangga Kelurahan Alalak Utara Trioni Widyastuti; Nurul Hekmah; Amelia Banowati; Rina Muliana
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/rfczp373

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) di provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan prevalensi asma sebesar 1,7%, kanker 0,8%, diabetes melitus 1,4%, penyakit jantung 0,66%, hipertensi 34,1%, stroke 9,5%, dan penyakit ginjal kronis 0,10%. Berdasarkan data tersebut, semakin meningkatnya usia semakin besar prevalensi PTM. Penyakit tidak menular dapat disebabkan oleh faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku (pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, obesitas, merokok, dan konsumsi alkohol). Gizi Seimbang merupakan kombinasi menu makanan yang dikonsumsi sehari-hari yang mengandung seluruh zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Pada dasarnya, tidak ada bahan makanan yang mengandung seluruh zat gizi, sehingga harus mengonsumsi aneka ragam makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi mikro dan gizi makro. Meningkatkan konsumsi pangan lokal sekaligus dapat menerapkan prinsip gizi seimbang yaitu mengonsumsi makanan beragam.. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait gizi seimbang dan pangan lokal upaya pencegahan penyakit tidak menular pada ibu rumah tangga di Kelurahan Alalak Utara RT 45. Metode pada kegiatan ini yaitu ceramah dan penyebaran leaflet edukasi pada 32 peserta Ibu Rumah Tangga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi sebesar 33,7%. Setelah diberikan edukasi, diharapkan masyarakat dapat menerapkan gizi seimbang dan pangan lokal sebagai pencegahan PTM.
Edukasi Pembatasan Ultra-Processed Foods yang diberikan dalam Menu Makanan Balita Pada Ibu Balita di Posyandu Assyfa Trioni Widyastuti; Fatimah Azzahra; Marsela Marsela
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/bptxqv05

Abstract

Produk ultra-processed foods semakin banyak diberikan ke dalam menu makanan anak-anak, yang dapat menyumbang 59% dari total konsumsi energi. Produk ini diproduksi melalui proses industri yang diperkaya dengan gula berlebih, lemak jenuh, dan garam yang tinggi, serta kurangnya zat gizi penting untuk anak, sehingga dapat menimbulkan masalah kesehatan yang signifikan dan menjadi lebih serius dengan intervensi berlebihan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait pembatasan UPFs yang diberikan dalam menu makanan pada balita. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu ceramah dengan pendekatan face to face dengan media yang digunakan yaitu leaflet. Sasaran kegiatan ini yaitu ibu atau pendamping balita yang hadir. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Januari bertempat di posyandu assyfa Kelurahan Guntung Manggis. Berdasarkan hasil kegiatan dilakukan pretest dan posttest dengan rata-rata pretest sebesar 57,7% dan post-test sebesar 88%. Terdapat peningkatan sebesar 30,3% setelah diberikan edukasi. Berdasarkan hal tersebut, edukasi dinyatakan berhasil untuk meningkatkan pengetahuan ibu.Setelah kegiatan edukasi ini dilakukan, diharapkan ibu/pendamping dapat membatasi pemberian produk UPFs pada balita agar pertumbuhan dan perkembangannya tidak terganggu dan dapat membentuk pola makan sehat sedini mungkin demi masa depan anak.
The Influence of Digital Food Marketing on Children's and Adolescents' Food Choices Prananingrum Kinasih; Miftahul Jannah; Wahyu Aulia Hasibuan; Dame Afrina Sihombing; Trioni Widyastuti
Journal of Nutrition Explorations Vol. 4 No. 3 (2026): August
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/jone.v4i3.770

Abstract

The prevalence of overweight and obesity among children and adolescents continues to rise, partly driven by high consumption of foods high in fat, sugar, and salt. The evolution of the digital landscape has shifted food marketing toward social media, algorithm-based advertising, influencer content, and advergames, thereby increasing exposure to such marketing. This narrative review aims to synthesize the evidence on how digital food marketing strategies influence food choices and consumption behaviors among children and adolescents. Literature searches were conducted on the ScienceDirect and SpringerLink databases and limited to english language articles published between 2020 and 2026. Fifteen articles including primary and secondary research studies and reviews met the inclusion criteria and were analyzed using a narrative review approach. The results of the synthesis indicate that children and adolescents are heavily exposed to digital food marketing across various platforms. This marketing is delivered through increasingly personalized AI based techniques, influencer support, and peer-to-peer marketing. Such exposure has consistently been linked to higher brand awareness, strong food cravings, and a stronger preference for foods high in fat, sugar, and salt. This drives demand for unhealthy food products. Digital food marketing can influence children’s and adolescents’ responses to food, including brand awareness, food cravings, preferences, and food intake. Strengthening regulations on digital food marketing, along with digital media literacy and nutrition education, is necessary to create a healthier digital food environment.