Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Terapi Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post SC H-1 Di Ruang Fatimah RSI Sunan Kudus Astria Farista Oktavia; Sukarmin; Edy Soesanto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2146

Abstract

Persalinan dengan operasi caesar (SC) semakin meningkat secara global. Di Indonesia, berdasarkan data Riskesdas 2023, angka persalinan SC berada pada angka 17,6%, dengan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Operasi caesar menjadi pilihan yang tidak terhindarkan dalam beberapa kasus untuk menyelamatkan ibu dan janin, tetapi prosedur ini juga memiliki dampak negatif, salah satunya adalah nyeri pascaoperasi yang signifikan (WHO, 2021; Riskesdas, 2023). Penelitian yang dilakukan oleh Wong et al. (2020) menunjukkan bahwa 80% pasien post-SC melaporkan nyeri sedang hingga berat dalam 24 jam pertama pascaoperasi. Penanganan nyeri yang adekuat pada pasien post-SC sangat penting untuk mendukung pemulihan yang optimal. Salah satu terapi non farmakolgi adalah relaksasi benson. Terapi relaksasi Benson telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam mengelola nyeri pada berbagai kondisi medis. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh terapi relaksasi benson terhadap penurunan nyeri pada pasien post Sc H-1 di Ruang Fatimah RSI Sunan Kudus. Metode penelitian ini praeksperimen (pre experimental designs) dengan one group pretest and posttest. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus yang akan dilakukan bulan Januari- Februari tahun 2025. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 49 responden. Instrumen SOP Terapi Relaksasi Benson dan Numerical Rating Scale (NRS). uji hipotesis penelitian ini menggunakan wilxocon. Hasil penelitian yang dilakukan pada bulan februari 2025 di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus didapatkan hasil nilai p 0,000 (< 0,05) secara statistik dapat disimpulkan terdapat pengaruh terapi relaksasi benson terhadap penurunan nyeri pada pasien post SC H-1 Di Ruang Fatimah Rsi Sunan Kudus.
Effectiveness Of Spiritual Emotional Freedom Technique (Seft) - Murrotal Therapy On Blood Pressure Of Hypertension Patients At Juwana Public Health Center Vera Fahreza; Sukarmin; Diana Tri Lestari
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 5 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v5i3.433

Abstract

Scabies is a significant public health issue in densely populated environments like Islamic boarding schools, where high transmission rates are linked to poor hygiene and limited awareness. This study aimed to describe the levels of knowledge, attitudes, and behaviors of students regarding scabies at the Al-Firdaus Dormitory, Buntet Islamic Boarding School, Cirebon Regency. A quantitative descriptive design with a cross-sectional approach was used. The study population consisted of 130 students, from which a sample of 98 was selected using simple random sampling. Data were collected using a validated questionnaire and physical examinations, and were analyzed using univariate analysis. The findings revealed that a majority of students had good knowledge (73.5%), a good attitude (56.1%), and good behavior (53.1%) toward scabies. Despite these positive indicators, 16.3% of the students were found to have scabies, suggesting a gap between awareness and consistent practice. The study concludes that while most students possess a high level of knowledge and a positive attitude, behavioral and environmental factors remain crucial challenges. Targeted interventions focused on practical hygiene training and improved living conditions are essential to effectively reduce scabies prevalence.
Effectiveness of The Riliv Mindfulness App on Anxiety Among Hypertensive Patients: A Quasi-Experimental Study Nur Banati Ritriana; Diana Tri Lestari; Sukarmin
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v9i1.4882

Abstract

Hypertension affects both physical and psychological health, including increasing anxiety, which can further worsen patients’ conditions. The Riliv application offers a practical solution for managing anxiety independently and effectively. The purpose of this study was to determine the effect of implementing the Riliv mindfulness application on anxiety levels in hypertensive patients. This study employed a quantitative approach with a pretest–posttest control group design using a quasi-experimental method. The sample was selected through purposive sampling and consisted of 30 respondents, divided into 15 respondents in the intervention group and 15 respondents in the control group. The intervention was conducted over a period of 10 days with 10 sessions using the Riliv mindfulness application. Anxiety levels were measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) as the primary instrument. Data analysis was performed using paired t-test and independent t-test. The results showed that in the intervention group, the mean anxiety score decreased from 18.27 to 15.73 (p < 0.001). While the control group showed an increase in the mean anxiety score from 18.27 to 18.67 (p = 0.189). The independent t-test results indicated a statistically significant difference in anxiety levels between the intervention group and the control group, with a p-value of 0.005 (p < 0.05). The Riliv mindfulness app significantly reduced anxiety scores in hypertensive patients after 10 days of intervention.
Cardiopulmonary Responses to Ramadan Fasting in Hypertensive Patients: A Multigroup Comparative Study Sukarmin; Edy Soesanto; Yulisetyaningrum; Ratna Aryani
Journal of Public Health Sciences Vol. 4 No. 03 (2025): Journal of Public Health Sciences
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.jphs.001331

Abstract

Hypertension remains a major global health challenge, prompting exploration of culturally relevant interventions such as Ramadan fasting. This study evaluated the effects of varying Ramadan fasting intensities on cardiovascular parameters among hypertensive patients. An observational design was applied to 159 participants in a community-based management program in Pati Regency, Indonesia, categorized into non-fasting, partial fasting, and full fasting groups. Systolic blood pressure (SBP) slightly increased in the non-fasting group (164.38 ± 19.12 to 166.04 ± 20.29 mmHg; p = .019), whereas both partial and full fasting groups showed significant SBP reductions (partial: 169.76 ± 16.96 to 163.86 ± 14.30 mmHg; p < .001; full: 171.79 ± 12.78 to 161.07 ± 13.15 mmHg; p < .001). A similar pattern was observed in diastolic blood pressure (DBP), with no significant change in the non-fasting group (p = .182), but significant decreases in the partial (99.28 ± 5.36 to 93.25 ± 6.27 mmHg; p < .001) and full fasting groups (102.86 ± 5.99 to 95.00 ± 6.38 mmHg; p < .001). Only the full fasting group showed a significant reduction in heart rate (97.54 ± 5.81 to 84.25 ± 4.54 bpm; p < .001), while oxygen saturation remained stable across all groups. These findings suggest that full Ramadan fasting provides substantial cardiovascular benefits, supporting its potential as a culturally grounded, non-pharmacological approach hypertension management.
Pengaruh Pemberian Kompres Air Hangat terhadap Kejadian Mata Kering (Dry Eye) di Rumah Sakit Aisyiyah Kudus : The Effect of Warm Compresses on Dry Eye Syndrome at Aisyiyah Hospital in Kudus Hevi Umayasari; Edy Soesanto; Sukarmin
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.293

Abstract

Latar Belakang: Berbagai studi populasi besar dengan jumlah peserta lebih dari 500 orang menunjukkan bahwa mata kering merupakan masalah kesehatan mata umum yang terus meningkat kejadiaannya. Tindakan yang murah dan mandiri sangat diperlukan untuk mengurangi gejala dengan menggunakan kompres hangat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap keluahan mata kering. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi ekperimen dengan pre dan post intervensi dengan grup kontrol. Penelitian melibatkan 62 responden dengan 31 responden sebagai kelompok intervensi dan 31 responden kelompok kontrol. Intervensi kompres hangat dilakukan selama 15 menit di unit rawat jalan RS Aisyiyah Kudus. Kompres hangat pada mata menggunakan kain wash lap dengan suhu air 36-400C. Penilain mata kering menggunakan instrument OSDI (Ocular Surface Disease Index). Hasil: Penelitian menunjukkan ada perbedaan signifikan skor OSDI pre dan post intervensi pada kelompok intervensi (p <0.001) dan tidak terdapat perbedaan signifikan OSDI pada kelompok kontrol (p 0.489). Kesimpulan: Kompres hangat dapat menjadi terapi mandiri perawat yang murah dan efisien serta dapat dimandirikan kepada pasien menjadi terapi yang dapat dipergunakan sewaktu-waktu.    
Efektivitas Intervensi Peer Support terhadap Peningkatan Kepatuhan Pencegahan Penularan Tuberculosis di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Aisyiyah Kudus: The Effectiveness of Peer Support Interventions in Improving Adherence to Tuberculosis Transmission Prevention Measures in the Inpatient Ward of Aisyiyah Kudus Hospital MOCH KHOIRUL NIFA; Sukarmin; Edy Soestanto
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 4 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i4.350

Abstract

T Latar Belakang: Meningkatnya kasus TBC membutuhkan perilaku serius dari pasien untuk patuh dalam pencegahan penularan, salah satunya dengan tindakan peer support. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas intervensi peer support terhadap peningkatan kepatuhan pencegahan penularan tuberculosis. Penelitian dilakukan diruang rawat inap rumah sakit Aisyiyah Kudus. Metode: Desain penelitian ini adalah eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien TB paru yang rawat inap di rumah rumah sakit Aisyiyah Kudus berjumlah 36 pasien. Sampel sebanyak 36 responden yang dibagi menjadi dua kelompok intervensi dan control masing-masing 16 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner pencegahan penularan yang sudah melalui uji validitas dan reliabilitas. Uji bivariat menggunakan uji mann whitney test. Hasil: Penelitian mengindikasikan bahwa pada kelompok intervensi rerata skor kepatuhan pencegahan penularan TB paru mengalami kenaikan yang signifikan selisih penurunan sebesar 15 poin sedangkan pada kelompok kontrol dengan selisih sebesar 3,9 poin, dengan p value 0,000.  Kesimpulan : Intervensi Peer support efektif terhadap peningkatan kepatuhan pencegahan penularan tuberculosis.
Faktor-Faktor Berhubungan dengan Kualitas Pelayanan Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Aisyiyah Kudus : Factors Related to the Quality of Nursing Care Services at Aisyiyah Hospital in Kudus EDWIN PRATAMA; Edy Soesanto; Sukarmin
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 4 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i4.353

Abstract

Latar belakang: Kualitas layanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sangat berperan penting dalam menjamin keselamatan dan kepuasan pasien. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas layanan keperawatan di rumah sakit ‘Aisyiyah Kudus dalam konteks kegawatdaruratan. Tujuan penelitian melihat hubungan keterampilan perawat, profesionalisme perawat, empati perawat dan komunikasi perawat dengan kualitas pelayanan keperawatan di ruang IGD rumah sakit Aisyiyah Kudus. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuatintatif analitik dengan pendekatan potong lintang. Terdapat 154 responden yang terpilih melalui teknik simple random sampling dari total populasi 250 pasien di IGD. Alat yang dipakai dalam penelitian ini adalah kuesioner keterampilan perawat, kuesioner profesionalisme perawat, kuesioner empati perawat, kuesioner komunikasi perawat, kuesioner kualitas pelayanan di IGD dengan skala likert yang sudah melalui uji validitas dan reliabilitas untuk setiap variabel. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi karakteristik dan variabel penelitian, analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Nilai p-value < 0,05 yang menyatakan ada hubungan variabel keterampilan perawat, profesionalisme perawat, empati perawat dan komunikasi perawat dengan kualitas pelayanan keperawatan di ruang IGD rumah sakit Aisyiyah Kudus. Kesimpulan: Semakin baik keterampilan, profesionalisme, empati, dan komunikasi perawat, maka semakin baik pula kualitas pelayanan keperawatan yang dirasakan oleh pasien.
Hubungan Pendidikan, Sumber Informasi, dan Kepanikan Emosional dengan Respon Ibu dalam Menghadapi Kejang Demam pada Anak di RS Aisyiyah Kudus: Corellation between Education, Information Sources, and Emotional Panic with Mothers' Responses to Fever Seizures in Children at Aisyiyah Hospital, Kudus Tlaga Mustika; Sukarmin; Dewi Hartinah
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 5 (2026): EDISI MEI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i5.381

Abstract

Latar Belakang: Kejang demam merupakan kondisi neurologis akut yang sering terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun dan kerap memicu kepanikan emosional pada ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pendidikan, sumber informasi, dan kepanikan emosional dengan respon ibu dalam menghadapi kejang demam pada anak.      Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional dan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian melibatkan 60 ibu yang memiliki anak dengan riwayat kejang demam, dengan jumlah sampel 52 responden dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner data demografi, instrumen Pediatric Inventory for Parents (PIP), dan Parental Response to Febrile Seizure Questionnaire (PRFSQ). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank (ρ). Hasil: Hasil uji Spearman Rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna dan kuat antara pendidikan (p=0,001, r=--0,679), sumber informasi (p=0,001, r=0,541), kepanikan emosional ibu (p=0,001, r=0,628), dengan respon ibu dalam menghadapi kejang demam pada anak. Kesimpulan: Penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk memberikan edukasi kepada ibu dalam penanganan pasien kejang demam pada anak