Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI LITERATUR: FAKTOR PERUBAHAN IKLIM DAN KAITANNYA DENGAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI INDONESIA Muhammad Rayhan Mahardika Prambudi; Vania Rahma Kurniawan; Dayinta Dewayani Hidayat; Hasbi Miftah Faridz; Chahya Kharin Herbawani
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 3 (2023): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i3.10482

Abstract

Abstrak: Studi Literatur: Faktor Perubahan Iklim Dan Kaitannya Dengan Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Indonesia. Demam berdarah dengue masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang terjadi di Indonesia. Perubahan iklim memiliki pengaruh yang besar terhadap kelembaban dan curah hujan, hal ini juga berdampak pada perkembangan nyamuk demam berdarah dengue (DBD) dan hal ini terjadi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor perubahan iklim dengan kejadian demam berdarah dengue di Indonesia. penelitian ini menggunakan studi literature review yang menggunakan artikel dari database Google Scholar, Garuda, Pubmed, dan ScienceDirect. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang dianggap memenuhi syarat untuk ditinjau secara sistematis sehingga didapatkan hasil akhir 15 artikel. Hasil dari penelitian ini adalah perubahan iklim memiliki pengaruh terhadap keadaan demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia. Beberapa provinsi di Indonesia menunjukkan adanya pengaruh dari karakteristik iklim seperti kelembaban, curah hujan, dan suhu. Kejadian DBD di beberapa provinsi Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh curah hujan dan kelembaban. Curah hujan sebagai variabel yang tidak dapat dikontrol menjadi faktor utama yang mempengaruhi suhu dan kelembaban sehingga faktor perkembangbiakan seperti breeding place dan penetasan telur nyamuk menjadi makin optimal. Oleh sebab itu, perilaku dalam manajemen lingkungan untuk mencegah DBD perlu dilakukan seperti gerakan 3M+ yang terdiri dari kegiatan menguras tampungan air, menutup tampungan air, mengubur barang bekas, penggunaan kelambu ber-insektisida, menaburkan bubuk abate di tampungan air, penggunaan obat nyamuk, menggantung pakaian kotor, dan pemasangan kawat kasa pada ventilasi rumah.
Pendampingan Pendaftaran Sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) Kepada Pelaku Usaha Bambang Waluyo; Rosalia Dika Agustanti; Chahya Kharin Herbawani
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.926

Abstract

Permasalahan mitra merujuk pada minimnya legalitas usaha, salah satunya adalah Sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Tujuan dari program Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Untuk memaksimalkan pertumbuhan ekonomi, maka pekerjaan yang layak dan lingkungan kerja yang sehat harus dijamin agar investasi dan konsumsi terus berjalan. Salah satu poin penting dalam pertumbuhan ekonomi adalah dengan pemenuhan legalitas oleh Pelaku UMKM industri rumah tangga dalam bentuk SPP-IRT. Metode yang digunakan adalah Community Development dengan melakukan upaya pengembangan pemberdayaan masyarakat dengan menjadikan masyarakat sebagai subyek dan sekaligus obyek pembangunan dan melibatkan masyarakat secara langsung dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat sebagai upaya meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan demi kepentingan masyarakat itu sendiri. Hasilnya, pelaku usaha berhasil untuk di dampingi dalam pendaftaran Nomor Induk Berusaha dan SPP-IRT. SPP-IRT menjadi ukuran bahwa pelaku usaha khususnya Industri Rumah Tangga telah memenuhi syarat dan standar keamanan tertentu dalam rangka produksi dan peredaran produk pangan