Ishomuddin Ishomuddin
Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dynamics of the Islamic Education Curriculum in Madrasah: Study K-13 and Merdeka Curriculum Saiful Anwar; Ishomuddin Ishomuddin; Faridi Faridi
JIE (Journal of Islamic Education) Vol. 8 No. 2 (2023): JIE: (Journal of Islamic Education) Nop
Publisher : Yayasan Letiges Konsultan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/jie.v8i2.365

Abstract

Since the new order era, the Indonesian education curriculum has undergone eight revisions, from the 1968 curriculum to the most recent, the Merdeka Curriculum. Each curriculum has its unique characteristics, including the 2013 Curriculum and the Merdeka Curriculum which are currently being implemented. Madrasas are the subject and aim of the research, namely explaining the dynamics of madrasa curriculum development in 2013-2023. Using a qualitative approach with a type of literature review, data sources from relevant books and journal articles, and data analysis using condensation, presentation and conclusion. The results of the research show that in the 2013 curriculum and the Merdeka Curriculum there are certainly developments in terms of curriculum based on the continued development of science and technology. The 2013 curriculum is designed to improve character education, increase locally-focused education, and create a fun and friendly educational environment. The independent learning program is a flexible program focusing on essential material, character development and student abilities. The Islamic education subjects found in madrasas consist of four groups: Al-Qur’an Hadith, Fiqh, Aqidah Akhlak, and SKI, all of which are regulated by Minister of Religion regulations under the auspices of the Ministry of Religion.
PEMBAHARUAN KELEMBAGAAN PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM: TANTANGAN DAN PELUANG DALAM ERA MODERNISASI Hendra Hendra; Ishomuddin Ishomuddin; Faridi Faridi
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i2.2430

Abstract

Tantangan dan peluang yang dihadapi oleh perguruan tinggi keagamaan Islam dalam menghadapi era modernisasi. Perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia perlu melakukan pembaruan kelembagaan agar dapat bersaing dengan perguruan tinggi lainnya. Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain kurikulum yang belum dikembangkan berdasarkan landasan sejarah dan khazanah keilmuan IHE, paradigma keilmuan yang cenderung dikotomis, dan kendala administratif dan birokratis dalam transformasi institusi. Selain itu, perguruan tinggi keagamaan Islam perlu mengembangkan budaya multikultural yang inklusif dan mendorong toleransi antar mahasiswa dengan latar belakang agama dan pemahaman yang berbeda. Artikel ini juga membahas strategi yang dapat dilakukan oleh perguruan tinggi keagamaan Islam untuk memperkuat kelembagaan, seperti membangun budaya organisasi kompetitif, mempertimbangkan strategi pemasaran yang tepat, dan memperhatikan faktor internal dan eksternal lembaga dalam menentukan strategi keunggulan daya saing. Pembaruan kelembagaan perguruan tinggi keagamaan Islam diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia.