Suko Istijanto
Universitas 17 Agustus 1945

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Menciptakan Memori Sejarah Secara Linier dengan Menggunakan Penerapan Arsitektur Historicism: Museum Daerah Bojonegoro Birra Firmansyah; Suko Istijanto
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 7 No. 1 (2023): JAUR Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v7i1.9572

Abstract

The museum is one of the places where these stories from the past are brought together in dioramas and their collections, so that these stories live on and can be interpreted in depth and detail by future generations. The museum itself is a place of discovery of relics of the past, where people can explore and travel through history, remembering the past in their hearts and minds. The Bojonegoro region has a history that is important enough to be remembered by the Bojonegoro people themselves. Therefor Bojonegoro needs the Museum to become a facility for protecting historical items to always remind the struggle of the Bojonegoro region itself and can become a means of recreation and edutourism for the Bojonegoro region.
Analisis Kelengkapan Fasilitas Terminal Tipe B Landungsari Berdasarkan Standar Regulasi di Indonesia Eka Sari Cahyaningrum; Suko Istijanto; Dadoes Soemarwanto
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 4 No. 1 (2025): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v4i1.714

Abstract

Transportasi adalah sarana pendukung mobilitas bagi manusia dan barang. Salah satu komponen sistem transportasi ialah terminal yang berperan sebagai area singgah sejenak kendaraan umum serta pengendali dan pengatur arus lalu lintas penumpang maupun barang. Penelitian ini berfokus pada fasilitas Terminal Landungsari. Tujuan dari penelitian ini sebagai bahan evaluasi kesesuaian fasilitas pada Terminal Landungsari berdasarkan standar yang tercantum pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 24 Tahun 2021. Pendekatan kualitatif deskriptif merupakan metode yang digunakan dengan studi kasus yang melibatkan pengumpulan data primer melalui observasi, wawancara serta data sekunder mellalui studi literatur. Pada Terminal Landungari sudah tersedia fasilitas utama dan penunjang, namun terdapat beberapa fasilitas yang belum sesuai dengan standar. Hal ini menyebabkan penggunaan fasilitas terminal yang terbatas jika tidak dilakukannya pengoptimalan. Kesimpulan penelitian ini menekankan perlunya penambahan serta pengembangan fasilitas terminal agar sesuai dengan standar yang ditetapkan serta dapat meningkatkan kenyamanan dan kemudahan pengguna dalam beraktivitas di Terminal Landungsari.
Analisis Potensi Agrowisata Belimbing Karangsari Sebagai Daya Tarik Di Kota Blitar Nisa Najla Shalsabila; Suko Istijanto; Ibrahim Tohar
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 4 No. 1 (2025): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v4i1.717

Abstract

Kota Blitar yang dikenal dengan ikon wisata kebangsaannya, oleh karena itu memerlukan pengembangan objek wisata pendukung untuk meningkatkan daya tarik wisatawan. Salah satu destinasi potensial adalah Agrowisata Belimbing Karangsari, berada di Kel. Karangsari, Kec. Sukorejo, sekitar 2 km dari pusat kota Blitar. Destinasi ini mengusung konsep wisata berbasis pertanian dan edukasi, menawarkan pengalaman unik berupa kegiatan memetik dan mencicipi buah belimbing langsung dari pohonnya. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif untuk mengevaluasi potensi wisata kawasan tersebut sebagai daya tarik utama. Analisis dilakukan dengan mengacu pada tiga aspek, meliputi hal-hal yang dapat dilihat, hal-hal yang dapat dilakukan, dan hal-hal yang dapat dibeli. Hasil analisis menunjukkan bahwa perkebunan belimbing yang asri, aktivitas wisata seperti petik buah dan menikmati fasilitas, serta produk olahan belimbing menjadi daya tarik utama kawasan ini. Diharapkan bahwa peningkatan kualitas daya tarik wisata ini dapat memperbesar tingkat kepuasan pengunjung, menarik lebih banyak wisatawan, dan memperluas popularitas kawasan hingga ke tingkat internasional.