Bahrul Ilmi
Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengalaman Pasien Gagal Jantung Kongestif Dalam Melaksanakan Perawatan Mandiri Anita Agustina; Yati Afiyanti; Bahrul Ilmi
Healthy-Mu Journal Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/hmj.v1i1.910

Abstract

Penyakit Gagal jantug kongestif (CHF) merupakan salah satu penyumbang kematian terbesar didunia. Pengalaman pasien dengan CHF menunjukkan sikap yang beragam dalam melaksanakan perawatan mandiri (self care). Berbagai dampak muncul akibat penyakit yang diderita, mempengaruhi peran dalam kehidupan sehari- hari baik di lingkungan masyarakat, maupun keluarga. Pentingnya perawatan mandiri yang dilakukan oleh individu yang terdiagniosis merupakan faktor pendukung dalam proses pengobatan, Lingkungan sosial seperti keluarga dan masyarakat juga memiliki peran penting guna meningkatkan motivasi bagi klien selain informasi dari para pemberi layanaan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran serta mengungkapkan arti dari pengalaman Pasien Dengan Gagal Jantung Kongestif Dalam Melaksanakan Perawatan Mandiri (Self Care). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap 5 orang partisipan yang pernah dirawat minimal 2 kali dan melakukan kunjungan ulang dipoli klinik jantung Dirumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjamasin, pengambilan data dilakukan dikediaman partisipan masing-masing.Terdapat 4 Tema yang teridentifikasi dalam penelitian ini yaitu : (1). Melaksanakan Perawatan mandiri (2). Dukungan yang diperoleh (3). Harapan Pasien (4). Usaha Mendapatkan Bantuan pengobatan
Metode Fenomenologi: Pengalaman Keluarga Merawat Anggota Keluarga Dengan Gangguan Jiwa Di Wilayah Kerja Puskesmas Paminggir Khairatonnisa Khairatonnisa; Bahrul Ilmi; Muthmainnaah Muthmainnaah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.408

Abstract

Di Indonesia, keluarga memegang peran sentral dan menjadi tulang punggung utama dalam perawatan anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Meskipun sistem layanan kesehatan modern terus berkembang, tanggung jawab ini sering kali diemban oleh keluarga dengan menanggung beban emosional dan fisik yang berat. Keterbatasan sumber daya, stigma masyarakat, dan kurangnya pemahaman yang mendalam tentang kondisi pasien menjadi tantangan besar. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa pengalaman keluarga dalam menghadapi situasi ini sangatlah kompleks dan membutuhkan perhatian serius dari tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam pengalaman subjektif keluarga dalam menjalani proses perawatan anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Fokusnya adalah memahami bagaimana keluarga memaknai, menghadapi, dan beradaptasi dengan kondisi ini dari waktu ke waktu, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi koping yang mereka gunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Partisipan berjumlah tujuh orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan catatan lapangan (field notes) untuk menangkap nuansa pengalaman partisipan secara utuh. Analisis data dilakukan menggunakan metode Colaizzi yang terdiri dari tujuh tahapan, dimulai dari transkripsi wawancara hingga identifikasi tema-tema yang esensial. Berdasarkan analisis, ditemukan enam tema utama. 1) Beban psikologis merawat keluarga gangguan jiwa, 2) Tantangan merawat keluarga dengan gangguan jiwa, 3) Dukungan sosial keluarga dalam perawatan, 4) stigma masyarakah, 5) Keterampilan keluarga merawat keluarga ganguan jiwa 6) Makna merawat anggota keluarga dengan ganguan jiwa.Temuan ini menegaskan perlunya integrasi perspektif holistik dalam praktik keperawatan, dengan mengedepankan pendekatan yang berpusat pada keluarga. Hasil penelitian ini juga menjadi landasan untuk mengembangkan intervensi yang berfokus pada keluarga, meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan terhadap kebutuhan keluarga, dan memperkuat kolaborasi antara tenaga kesehatan dengan keluarga dalam sistem pelayanan yang lebih inklusif dan suportif.