Ronaldo Supratman Silaban
Universitas Negeri Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Persepsi Masyarakat Terhadap Kinerja Wali Kota Medan Periode 2020 – 2024 Ronaldo Supratman Silaban; Putri Apriani Harahap; Anna Maudina Manurung; Julia Ivanna
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5639

Abstract

Abstract Public welfare is the goal of a country. The birth of regional autonomy gives regional governments the right and authority to manage their own regions with the aim of improving the welfare of the people. Regional Autonomy is the right, authority and obligation of autonomous regions to regulate and manage their own Government Affairs and the interests of local communities within the system of the Unitary State of the Republic of Indonesia. This research uses qualitative research with a case study approach. With the implementation of regional autonomy, the perception of the people of Medan City towards the performance of the Mayor of Medan has given rise to pros and cons. This can be seen from the effects felt by the community in accordance with the policies made by the Medan City government. Keywords: Community perception, Medan Mayor's performance, Regional autonomy Abstrak Kesejahteraan masyarakat merupakan tujuan suatu negara. Dengan lahirnya otonomi daerah memberikan hak dan wewenang pemerintah daerah untuk mengelolah daerahnya sendiri dengan tujuan untuk mensejahterakan rakyat. Otonomi Daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri Urusan Pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dengan penerapan otonomi daerah, persepsi masyarakat Kota Medan terhadap kinerja Wali Kota Medan menimbulkan pro dan kontrak hal ini dapat di lihat dari efek yang di rasakan masyarakat sesuai dengan kebijakan yang di buat pemerintah Kota Medan. Kata Kunci: Persespsi masyarakat, Kinerja Wali Kota Medan, Otonomi daerah
Persepsi Masyarakat Terhadap Kinerja Wali Kota Medan Periode 2020 – 2024 Ronaldo Supratman Silaban; Putri Apriani Harahap; Anna Maudina Manurung; Julia Ivanna
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5639

Abstract

Abstract Public welfare is the goal of a country. The birth of regional autonomy gives regional governments the right and authority to manage their own regions with the aim of improving the welfare of the people. Regional Autonomy is the right, authority and obligation of autonomous regions to regulate and manage their own Government Affairs and the interests of local communities within the system of the Unitary State of the Republic of Indonesia. This research uses qualitative research with a case study approach. With the implementation of regional autonomy, the perception of the people of Medan City towards the performance of the Mayor of Medan has given rise to pros and cons. This can be seen from the effects felt by the community in accordance with the policies made by the Medan City government. Keywords: Community perception, Medan Mayor's performance, Regional autonomy Abstrak Kesejahteraan masyarakat merupakan tujuan suatu negara. Dengan lahirnya otonomi daerah memberikan hak dan wewenang pemerintah daerah untuk mengelolah daerahnya sendiri dengan tujuan untuk mensejahterakan rakyat. Otonomi Daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri Urusan Pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dengan penerapan otonomi daerah, persepsi masyarakat Kota Medan terhadap kinerja Wali Kota Medan menimbulkan pro dan kontrak hal ini dapat di lihat dari efek yang di rasakan masyarakat sesuai dengan kebijakan yang di buat pemerintah Kota Medan. Kata Kunci: Persespsi masyarakat, Kinerja Wali Kota Medan, Otonomi daerah
STRATEGI SEKOLAH PARTAI SOLIDARITAS INDONESIA DALAM MEMENANGKAN PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF TAHUN 2024 DI KOTA MEDAN Ronaldo Supratman Silaban; Julia Ivanna
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7743

Abstract

Pada pemilihan umum legislatif tahun 2019 Partai Solidaritas Indonesia memperoleh dua kursi di DPRD Kota Medan. Dari perolehan jumlah kursi tersebut dapat dilihat bahwa strategi yang digunakan calon legislatif Partai Solidaritas Indonesia tahun 2019 kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi Sekolah Partai Solidaritas Indonesia dalam memenangkan pemilihan umum legislatif tahun 2024 di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian yaitu calon legislatif DPRD Partai Solidaritas Indonesia Kota Medan berjumlah 5 orang. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini bahwa strategi yang digunakan calon legislatif Partai Solidaritas Indonesia dalam pemilihan legislatif DPRD Kota Medan menggunakan strategi marketing yang dikombinasikan menjadi 7P pertama product, merupakan platform partai, rekam jejak, dan karakteristik personal. Kedua promotion, yaitu alat promosi dan publikasi calon legislatif kepada masyarakat. Ketiga, price yaitu biaya kampanye, kenyamanan, citra positif calon legislatif bagi masyarakat. Keempat, place yaitu menentukan tempat kampanye. Kelima, push marketing yaitu kampanye melalui pertemuan keagamaan dan organisasi masyarakat. Keenam, pull marketing, yaitu melalui media cetak dan media elektronik. Ketujuh, pass marketing, yaitu melibatkan tokoh masyarakat.