Adelia Andjani Putri Nawanto
Universitas Negeri Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOLUSI PENGELOLAAN DAN PEMBIAYAAN KEUANGAN di PEDESAAN MELALUI BUMDES SUKSES BERSAMA SUGIHWARAS Nur Amiril; Suprihatin Suprihatin; Adelia Andjani Putri Nawanto
Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 1 No. 2 (2023): Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/neraca.v1i2.172

Abstract

Pedesaan merupakan bagian penting dari perekonomian suatu negara, namun seringkali menghadapi tantangan dalam pengelolaan pendanaan dan pembiayaan keuangan. Untuk mengatasi masalah ini, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sukses Bersama Sugihwaras hadir sebagai solusi inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan kontribusi Bumdes Sukses Bersama Sugihwaras dalam mengelola pendanaan dan pembiayaan keuangan di pedesaan serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat setempat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pihak terkait seperti pengelola Bumdes, anggota Bumdes, dan masyarakat yang menjadi penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bumdes Sukses Bersama Sugihwaras memberikan solusi yang efektif dalam mengelola pendanaan dan pembiayaan keuangan di pedesaan. Bumdes ini berhasil mengumpulkan dana dari sumber-sumber yang beragam seperti simpan pinjam, tabungan, dan usaha yang dijalankan oleh Bumdes sendiri. Dana ini kemudian digunakan untuk memberikan pembiayaan kepada masyarakat dalam bentuk kredit usaha, pinjaman modal, dan bantuan pendidikan. Kontribusi Bumdes Sukses Bersama Sugihwaras terhadap kesejahteraan masyarakat sangat signifikan. Melalui program-programnya, Bumdes telah mendorong pertumbuhan ekonomi di pedesaan, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan akses terhadap pendanaan, serta memberikan pelatihan dan pendampingan untuk pengembangan usaha. Sebagai hasilnya, pendapatan masyarakat meningkat, tingkat kemiskinan menurun, dan kesejahteraan umum meningkat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Bumdes Sukses Bersama Sugihwaras memberikan solusi yang efektif dalam pengelolaan pendanaan dan pembiayaan keuangan di pedesaan. Model ini dapat diadopsi oleh desa-desa lain sebagai alternatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Namun, tantangan yang perlu diatasi antara lain pengembangan SDM, penguatan kerja sama dengan instansi terkait, dan peningkatan kapasitas keuangan Bumdes.
Analisis prediksi financial distress menggunakan arus kas operasi dan corporate governance pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023 Adelia Andjani Putri Nawanto
Jurnal Ilmu Manajemen Vol. 13 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jim.v13n4.p944-959

Abstract

Competition among companies forces company management to manage finance and corporate governance well in order to avoid the risk of bankruptcy. This study aims to determine the impact of operating cash flow on current liability, operating cash flow on net income, proportion of independent commissioners, the size of board of directors, the size of audit committee, institutional ownership, and management ownership on the likelihood of financial distress in the infrastructure sector during the period from 2019 to 2023. The population in this study includes 67 infrastructure sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The sample used consists of 33 companies, with a purposive sampling method. The data obtained were analyzed using Stata 17 software with logistic regression analysis. The results of the study indicate that institutional ownership and management ownership have a negative effect on the likelihood of financial distress. Meanwhile, operating cash flow to current liabilities, operating cash flow to net income, independent commissioners, the size of the board of directors, and the size of the audit committee do not affect the likelihood of financial difficulties. Therefore, infrastructure sector companies are advised to pay attention to institutional ownership and management ownership, as both factors influence the likelihood of financial distress. This is due to the monitoring capabilities of institutions and management over the company, enabling them to make appropriate decisions and reduce the risk of financial distress.