Pada saat ini penerbangan merupakan salah satu moda transportrasi yang sudah banyak digunakan oleh masyarakat. Penerbangan tidaklah hanya sebuah moda transportasi biasa. Jasa pengangkutan udara merupakan jasa angkutan untuk orang maupun barang yang meliputi pengangkutan melalui jalur udara dan dapat digunakan untuk kepentingan privat atau pribadi maupun kepentingan umum. Namun pada awal tahun 2020 terjadi penurunan dalam penggunaan jasa penerbangan dikarenakan terjadinya penyebaran wabah Covid-19. Virus ini merupakan jenis virus corona terbaru yang pertama kali muncul di kota wuhan, China tepatnya pada salah satu pasar hewan basah. Dilansir dari laman WHO, Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis coronavirus diketahui menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak apa saja yang ditimbulkan dari Covid 19 terhadap operasional di Bandar Udara Nusawiru.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara terhadap Staff Operasional Bandar Udara Nusawiru. Hasil dari penelitian bahwa dampak dari Covid 19 sangat berpengaruh terhadap operasional Bandar Udara Nusawiru Pangandaran. Dengan adanya kebijakan baru pihak Bandar Udara menerapkan kebiasaan baru bagi setiap penumpang, personel bandar udara, dan petugas lainnya untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Dampak Covid 19 ini juga mempengaruhi aktivitas penerbangan di Bandar Udara Nusawiru. Selama 4 tahun terakhir mengalami penurunan yang cukup signifikan dari tahun 2019 sampai 2022, Dikarenakan pandemi COVID 19 mengurangi mobilitas masyarakat untuk melakukan bepergian menggunakan alat tansportasi udara.